Rabu, 08 April 2009

Penyiarpun tak kalah dengan Miss Universe


……

Stay tune right here, and don’t go anywhere!!

Kemudian musik pun mengalun. Tak jarang pendengar ketawa-ketiwi sendiri mendengarkan penyiar pujaannya memutarkan lagu sesuai dengan permintaannya.


Profesi penyiar radio, kini mulai menjadi favorit, terutama untuk kalangan muda. Radio pun menjadi media paling ampuh untuk ajang eksistensi diri. Banyak keuntungan yang diperoleh dari menjadi penyiar radio. Up date info musik dan memutarkan lagu kesukaan sendiri, ketemu idola saat ada interview langsung dengan artis, punya banyak penggemar, dapat tambahan uang jajan, atau bahkan bisa narsis-narsisan.


Ternyata, untuk menjadi seorang penyiar radio, gampang-gampang susah. Tidak mau kalah dengan kriteria ajang ‘Miss Universe’ yang harus punya 3B (Brain, Beauty, behavior), penyiar juga mesti memiliki SKA (Skill, Knowledge, Attitude). Ketiganya akan saling bersinergi dan membentuk satu image penyiar dan radio yang ia naungi.


Skill adalah keahlian yang dimiliki penyiar. Yang paling menjadi sorotan adalah keahlian berbicara dan meramu kata-kata sehingga apa yang keluar dari mulut penyiar (pesan) dapat diterima dengan baik oleh pendengarnya. Ini bukan perkara mudah, kesulitannya adalah bagaimana penyiar tersebut dapat membangun theater of mind yang sama dengan pendengarnya. Selain itu, keahlian mengoperasikan alat seperti komputer, potensio, dan mixing lagu saat siaran, juga akan mempengaruhi performa pada saat on air.


Kedua, Knowledge atau pengetahuan. Sebelum on air, calon penyiar sewajarnya diberikan pengarahan atau training. Hal ini dilakukan untuk menyamakan visi dan meng-up grade pengetahuan bakal penyiar. Selain wawasan umum, penyiar juga mesti paham betul tentang radionya sendiri. Segmentasi radio, sebutan pendengar, line interaktif, pengetahuan musik dan masih banyak lagi. Pengetahuan-pengetahuan semacam ini tentu saja akan membangun penyiar menjadi professional dan terdengar cerdas saat ‘berkicau’.


Attitude atau perilaku merupakan modal yang paling mendasari semuanya. Walapun terkadang tugas penyiar adalah 'membohongi' pendengarnya agar terdengar baik, namun sejatinya attitude penyiar mesti benar-benar baik. Hal ini dikarenakan pendengar pasti akan tau cepat atau lambat, mana penyiar yang jaim (jaga image) agar terdengar cerdas, atau dia yang bener-benar terdengar cerdas karena kepribadiannya yang menawan.


Sadar atau tidak, peran poin yang terakhir sangatlah besar. Ini juga berpengaruh bukan hanya saat on air. Pada saat off air, entah ada event, jadi MC atau apapun, ketika pendengar tersebut bertemu dengan para fans, disitulah sebenarnya tantangannya. Fans akan menilai seberapa persis sifat atau perilaku penyiar di udara dengan di kehidupan nyata. Tak jarang, jika pendengar menemukan sesuatu yang janggal (beda), maka mereka pun akan pergi meninggalkan penyiar tersebut.


Attitude yang baik adalah jaminan kesuksesan siapa pun, bukan hanya penyiar. Semua profesi dan bahkan perusahaan manapun akan sangat memperhatikan elemen yang satu ini. Kesuksesan orang yang ber-attitude baik, telah dibuktikan oleh mereka-mereka yang berjaya pada bidang profesinya.


Bahkan, jika diibaratkan huruf A – Z mempunyai muatan nilai masing-masing 1 – 26. Maka, jumlah nilai dari huruf-huruf yang menyusun attitude adalah 100 ( A T T I T U D E = 1 + 20 + 20 +9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100). Hal ini menandakan bahwa keberhasilah orang yang ber attitude baik sebanyak 100%. Lain halnya jika orang hanya mengandalkan skill dan knowledge yang hanya mempunyai nilai 63 dan 78. Sudahkan attitude anda bernilai seratus???

1 komentar:

Monggo Komentar Anda!