Jumat, 06 Mei 2011

Serunya MCB 3G Perdana Semarang!!

dari Fahmi Sadja on Tuesday, April 26, 2011 at 9:59pm

Heeeehhmmm.... tumben-tumbenan saya nongkrong sendirian begini. Oke pemirsa, sya sedang berada di salah sebuah resto ternama di kota Semarang, tepatnya di daerah Tembalang. Hmm... seperptinya ada yang pengen dishare mumpung dapet hotspotan gratis... Tentang kejadian weekend kemarin. Haha, kejadian? terlintas dibenak pasti sesuatu yang menakutkan, mengerikan, membahayakan dan menggentingkan ya.. wkwkwk... Tidak sebahaya itu lah..

Tentang sebuah perjalanan yang indah dan tak akan pernah terlupakan. Semoga perubahan yang baik ini akan selalu istiqomah selama-lamanya, sampai saya bertemu dengan Allah di syurga nanti. Hehehe, temen2 juga ya... Jadi, adalah training MCB yang saya ikuti 2 hari weekend kemarin. Sebuah sejarah baru sebagai titik tolak, lompatan untuk perubahan yang sebesar-besarnya dalam diri. Amin ya Allah #menengadahkan tangan kecil, kemudian mengusapkannya ke muka#

Perjuangan temen2 FOSMA mencari peserta untuk 3G MCB angkatan perdana ini bisa dibilang luar biasa. Setiap hari H - 2 minggu, klesana-kemari, tele-tele sana-sini, demi meraih angka yang gemilang, minimal 50 orang. Masih terekam jelas bagaimana paniknya ketika peserta baru dikisaran 30-an. etar-ketir, khawatir dan selalu terpikir. Namun, 1000% kami yakin, tak mungkin MCB ini diundur lagi, seharusnya saja ini sudah jatah tahun lalu.

namun, Subhanallah, mungkin hari itu H-3 ya, kita baru dapat kepastian MCB lanjut setelah mencapai angka 50 peserta. lega rasanya. Keyakinan mendalam ternyata memang membuahkan hasil cemerlang. Allah sungguh telah memilih kami untuk menghadiri majelis mulia itu. Berkumpul dengan puluhan saudara sespiritual. Merenung sekaligus berbahagia merasakan betapa Allah dekat dengan kita, betapa Allah sangat cinta dengan hamba-hamba NYA.

Materi hari pertama, di sesi terakhir. Saya kasih bocoran dikit (gak papa ya..) : tentang memaafkan orang yang kita benci. Bukan dibenci sih, lebih tepatnya orang tersebut pernah menyakiti hati kita. Sungguh, butuh waktu lama saya menelisik memori di laci otak saya. siapa, siapa siapa orang yang pernah menyakiti hati saya? Ternyata, memang ada. Astagfirullah, itu artinya saya belum ikhlas memaafkan apa yang pernah ia lakukan kepada saya. Sontak, nangis saya sejadi-jadinya. Hampir teriak-teriak saya. Nah, pas banget, maaf-maaf nih ya, begitu mau doa, ealah mic dateng. Kenapa suara saya begitu jelas terfengar?? Hm..hm..hm.. Geleng-geleng saya dalam hati. Doanya jadi jaim deh, masya Alloh... Haha.. becanda ding. tapi, saya sadar betul, manusia memang tempat kelemahan dan kesombongan. Ya Allah.... insya Allah kalo sekarang udah ikhlas memaafkan :) #ngelus dada, jangan sampai kejadian lagi#

Dan, masih banyak lagi, kejadian yang menyentuh. Kapal Nabi Yunus, itu spektakuler. Hehehe.. #menginat Abi, Abraham dan Azim yang menadi patner saya saat sesi itu. menyentuh banget!!! Well, semoga bener2 pada sadar betul setelah training itu. Itulah juga kenapa malam ini saya pasang status "Kebanyakan orang (mungkin termasuk saya) sangat powerfull saat latihan (di ruang training), namun ketika ujian nyata datang, Astaghfirullah mental serasa terjun payung. Ampun ya Ghofur, begitu lemahnya kami sebagai manusia MU".

Semoga saja deh, setelah 2 hari kemarin, bener2 dibangkitkan. kalaupun tobat, ya nasuha benera, biar gak sia-sia. Malu sama Gatut Koca, Walisongo, dan kacamata 3 Dimensi. Loh??? wkwkwk... Tapi, kayaknya temen2 sih sepakat kalo perjalanan weekend kemarin meriah, gokill, seru dan seneng ya.... Selamat buat Mumun yang udah dilantik, selamat juga buat Andhika yg udah lengser. Itu artinya kamu mesti cepet2 skripsinya diiik. Buat yang lain, tmen2 dari jogja, purwokerto, kudus, terimakasih ya atas kedatangannya... Mari lanjutkan lagi kesenangan ini lain waktu. Temen2 Fosma, Semangat ya!!! TC dan DC nya jangan lupa terus digalakkan!!! :)

best regrads,
Fahmi Sadja

Welcom Jakarta

diambil dari  Fahmi Sadja on Thursday, April 14, 2011 at 2:06pm

Wah, lama juga tidak menuliskan di note ini. Kurang lebih sebulan. Ada cerita apa ya sebulan ke belakang?? Hehehe, kebiasaan nih, ketika udah nge-note bawaannya langsung melayang-layang, membayang-bayang, pergi ke masa lalu, dan berniat untuk curcool, hahaha...#ngakak kejang

Paling tidak, harusnya ada sedikit yang mesti di-share ni. Itung-itung melihaikan kebiasaan menulis. Tapi bingung apa yang mau ditulis. Pengalaman kerja di EO kemarin? yang sarat dengan kejutan dan kebahagiaan?? Hahaha.. paling tidak Festival Buku Murah untuk peringatan ultahnya Semarang ke 464, sukses terlaksana lah. Terlepas dari masalah-masalah prencil yang saya lebih memilih untuk tidak tahu saja. Hahaha.. curang...

Well, Ceritanya, kemarin baru jalan2 gitu dari Jakarta. Hahaha... Spesial banget ya itu kota. Namanya juga Ibu Kota negara tercinta, Indonesia. Selalu punya pesona sendiri bagi saya, seorang pemuda daerah yg sempat bercita-cita tinggal disana. Entah, sebenarnya magnet apa yang jadi kekuatan Jakarta ya, kok ya... orang mau-maunya pada berbondong-bondong, tergopoh-gopoh pergi ke Njrakata. Heheheh... #ngiler pengen balik lagi

Bagi saya, kenapa pernah tertarik untuk tinggal di Jakarta, karena satu alasan : Keren. Hahaha.. Entah setan mana yg membisiki saya dengan satu kata itu. Tapi, betul. Sepertinya apapun ada di Jakarta. mulai dari tempat hiburan segala rupa ada sampai tempat tiduran segala bentuk juga tersedia. Makanan tradisional dengan berbagai rasa sampai makanan fastfood paling cepat penyajiannya juga nyentrik nangkring di Jakarta. Apalagi coba? Perusahaan dan jenis pekerjaan apapun juga semuanya ada, mulai dari yang esek-esek, abal-abal sampai ke profesional dan eksekutif sekeren DPR. cieee.... ups #tutup mulut

Satu lagi, di Jakarta banyak artisnya, Stasiun TV dan Radio, travel agncy, yg semuanya menggiurkan bagi saya. Arus informasi memang kenceng beredar di Kota ini. Namun, satu kemudahan berjalan lancar di jalanan agaknya masih sulit didapat dengan bebas ketika kita tinggal di Jakarta.

Mungkin itu salah satu pesona juga. Jakarta sudah sangat terkenal dengan Kemacetannya. Bener juga sih. Waktu seakan menjadi emas yang paling superior disana. Muahal banget. Maka dari itu orang pada keseringan nyari emas itu : alias menjadi penunggu untuk sesuatu yang kadang tak tentu. Hehehe... Contoh, janjian jam 5 baru nongol jam 8. Janjian ketemu 5 menit lagi, ternyata mesti nunggu sampe 45 menit. Oaaalaaah, sungguh, jika waktu itu bisa digadaikan dengan emas, kaya lah kita... #usap keringat di Jidad

Baru 3 hari disana. Saya sendiri sudah kalangkabut. Stress aja bawaannya. Mules ngeliatin gedung yang tingginya melebihi semampainya orang-orang Amerika. Pusing ngelihatin jalanan yang penuh sesak dengan moda transportasi. Cenat-cenut liat fly over yang ruwetnya setengah ancur. Cekot-cekot ngeliat mal kok pating slerah (tercecer) dimana-mana. Duh gustiiii, kulo kok yo getun kados tiyang ndeso (ya Tuhan, saya kok heran seperti orang desa). Mental lagsung ngedrop ketika membayangkan, "am i ready to get a job here?" #kasih cendhol

Hahaha, namun, bagai mendapat durian runtuh, Petikan quote yg saya dapat dari buku bercolour kuning karangan Billy Boen bertajuk Young on Top berteriak "DO what you LOVE and LOVE what you DO". Sebuah kalimat yang dahsyat dan sarat makna. Do what you love mengajak kita untuk selalu melakukan apa yg kita sukai. Simpel aja sih alesannya, kita akan maksimal kalo melakukan apa yg kita sukai bukan? Dan, katanya dari situ passion akan muncul. Kabar baiknya, kata Donal Trump Pasion merupakan kunci utama seseorang berhasil dalam bidangnya. So, apa passion mu?

Lantas, bagaimana jika sudah terlanjur bekerja dibidang yg tidak kita sukai?? Nah, pakai kalimat kedua 'LOVE what you do'. Butuh pembesaran hati yang maksimal disini, bahwa kita diajak melihat kebawah, "hey, tidak semua orang bisa sepertimu sekarang lhooo, apa yang kau dapat sekarang adalah sebuah anugerah juga!" Intinya syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. #sing

Allrait, segitu dulu ah, yg jelas, perjalanan 3 hari kemarin, itu LUAR BIASA. Thx buat sahabat-sahabat saya, Citra, Rizka, Satria, si kembar Zizi dan Zaza (wkwkwk), Ayi sekeluarga (top bgt!), Rizqie (Subhanallah kisahmu sebulan ini cuuy), dan semuana lah... ^^ #big hands

Sabtu, 26 Maret 2011

Pare in Love (let's remember these memories)

Diambil dari Facebooknya Fahmi Sadja on Tuesday, March 15, 2011 at 10:56am
 
Suddenly, my friend sent me a message. I thought there are some problems that he has. Directly, I replied the message. ‘May I know something?’ I typed like that. He just answered ‘may u have something to tell or share?’ Hehehe.. I confused. Perhaps I can tell about Pare. Oh ya, I remember that I don’t tell about Pare yet. My Journey in Pare… I have much stories and experiences. I confuse, where should I began to tell…

awal memasuki Jawa Timur... exited banget rasanya!!!!

But, may I mix my language, to gado-gado language?? Write in English is like a write on stone. Wwkwk… Well, Pare was Great. it’s nice place to study English. Very effective I think. Because the environment support the condition. Everyday and all day long, you can speak English like mad person. The key for study English is be a crazy person. Just talk more do less. Haha.. yeah, practice every day will make you fluently.

Wow, lumayan dua paragraph, hahha. Tapi kok tulisannya menjadi datar dan sangat tak expressive ya. Aku membenci sesuatu yang datar. But is Ok. Begitu juga di Pare, bukan datar yang kurasakan, every single day, thera some gejolak terjadi disana-sini.

Berfoto Ria di depan Camp 1. Penuh Kenangan, apakabar geboy ya???

Kejadian di Minggu pertama. sontak membuat kami terheran-heran. Kami dimanjakan dengan sajian yang murah meriah. Tapi, benar kata pepatah. Ada harga ada barang. Semakin mahal harga suatu barang, semakin bagus barang itu berbentuk. Ini pun berlaku di Pare. Harga murah, barangnya pun dapat seakan alakadarnya. Hehhe.. tapi memang, ini tak semuanya begitu. Masih banyak warung, toko, panti pijet, karaokean, dan tempat penjaja jasa lainnya yang membandrol harga murah, namun kualitas produknya juga masih prima dan enerjik. Hahhha…

Namun, seperti yang juga sudah saya sampaikan di beberapa kesempatan, bahwa ternyata tak selama harga murah itu mengandung kengiritan yang oke. Justru harga-harga murah ternyata lebih bisa menggerogoti kantong kita. ibarat lintah yang sedikit demi sedikit menyadap darah kita, begitu juga penjual-penjual di Pare. Iming-iming harga murah sukses membuat hasrat nambah dan nambah membendung tinggi. Ini menyiksa namun sesekali nikmat sekali. Guilty pleasure!!!

Menjadi anak rantau seketika saya rasakan kembali. Padahal pengalaman ngekos sudah aku geluti krang lebih 5 tahun. Namun, entah kenapa, kali itu seakan teringat 5 tahun silam. Saat lagi cupu-cupunya menginjak Semarang dengan segala kepolosan yang ada. Adaptasi dengan lingkungan sekitar, start menjalin relations baru, dan mengatur keuangan privasi. Yang terakhir ini adalah sangat menyiksa bagiku. Saya kembali disadarkan bahwa mengatur laju keuangan benar-benar menemui tingkat kesulitannya. Tak heran Negara sering dirugikan masalah money corruption.

Pembengkakan uang di segala aspek pun kian merana. Kian menggerogoti hajat hidup di Pare. Antara yakin dan tak yakin bisa mulus hidup 1 bulan di sana. Ditambah lagi, jiwa petualang berburu kesenangan ke tempat-tempat wisata juga memuncrat kemana-mana. Jiwa muda memang penuh kelabilan. Uang menjadi korban atas nama tindak kejahatan bernama foya-foya. Hahhaha…

Well, every single week, tak luput dari kesenangan itu. Minggu pertama sudah kami habiskan dengan menyusuri gua berukuran tinggi sekitar 160 cm dan lebar setara 4 jengkal tangan orang dewasa. Panjang gua itu bermacam-macam. Jika ditotal kurang lebih berjarak separo kilometer. Wow, sangat menantang. Suasana cave tentu saja gelap pekat, berair setinggi betis kadang setinggi pantat. Gemericik terpatut disana-sini, bau tanah dan air sangat terasa. Serasa bernostalgia dengan asal muasal kita, yaitu dari tanah. Wow, amazing!!

Perjalanan menyusuri Cave. Tak lupa melepas narsis dulu ahhhh...

Second weeks, we got Kelud Mountain. Banyak yang bilang pemandangan di area ini adalah menakjubkan. Benar saja, puncak dan bebukitan begitu kokoh standing. Laksana jago membusungkan dadanya. Well, sungguh indah hingga tak sabar menimbulkan bidikan sekaligus jepretan dari kamera-kamera poket dan SLR. Namun sayang, Kami tak sanggup menyusur bukit hingga ke puncak (asmara, hahaha) yang sekilas jalananya menyerupai grad wall di negeri singkek sana. Keindahan alam nuansa kelud tak membuat kami bergeming untuk lebih menggagahinya. Namun, tak mengurangi kegembiraannya.

Terjadi kelainan orientasi, sudah biasa lah, yang penting adalah kasih sayang. Hahhaha

Minggu ketiganya. Bisa dibilang ini paling seru!!! Banyak factor yang mebuatnya menjadi seru. First, kita perginya rame-rame, ada sekitar 20 orang. Second, tempat wisatanya yang mempesona adalah Jatim Park dan BNS. Ketiganya, secara otomatis kami dapat menelusurkan bakat model kami. eksyien di depan kamera. Sungguh menyenangkan. Cerita mengenai wisata ini ada di note saya sebelumnya, bisa di cekedot ghan!!!

Sempat nyasar, harusnyaa jalan ke Jatim Park 2, elalah kita malah mampir ke Jatim Park 1 dlu.. wkwkwk

Binatang lucu, namanya apa yak?? lupa!!!
Jatim Park 2, berisi museum binatang, termasuk binatang purbakala....
BNS, Permainan yang membuat kepala kami jadi Pening sebelah... wkwkwkkw

Sayang sekali, di minggu ke empat, berangsur-angsur personilnya mulai berkurang. Sudah banyak yang kembali baik ke hometown ataupun studytown nya masing-masing dengan berbagai alasannya mulai dari yang klise sampai yang digital. Tapi, bukan berarti weekend berubah warna menjadi kelabu. Hahha… sabtu pagi bisa kami hiasi dengan sepeda-pedaan hingga menuju downtown. Mengais gegorengan dan sesusuan.

ini dia, saksi bisu. Alun-alun Pare!!! oh alun-alun, aku kangen dengan susu-susumu... :))

Wah, saya acungi 4 jempol, susu sapi dan soya di alun-alun pare sangat memikat. Ini terbukti dengan seringnya kita kembali kesana setiap sabtunya. Kata orang bijak adalah tiada sabtu tanpa susu. Hahha… pisang gorengnya juga manis dan empuk makjleb. Setiap gigitannya membawa kita ke suasana berbeda. Gigitan pertama begitu menggoda, kedua serasa makan magnum, ketiga matamu akan berkerjat-kerjat karena rasanya, keempat ketika pisang itu menyentuh gigi dan masuk ke tenggorokan maka mulutmu akan mengeluarkan kata yang berbunyi ‘enak’. Selanjutnya, ML banget alias mau lagi… #ngiler pengen lagi.

Well, judul yang pas dan cocok untuk perjalanan kemarin di Pare adalah “Pare in Love”. Hahha, karena banyak cinta yang tercurah di sini. Cinta akan bahasa inggris, cinta tempatnya, cinta ke orang-orangnya, cinta makanannya, cinta budayanya, cinta apa aja lah ada disini. Rasanya pun sangat gado-gado, sedih senang, kecewa, histeris, jengkel, tegang meletup-letup jadi satu. Mulai dari yang cinlok sampai yang kehilangan sepeda. Mulai dari yang sering protes sampai yang menerima seada-adanya. Mulai dari yang kehabisan uang simpanannya sampai yang nambah pengen satu stage lagi di Pare sana.

Pare in Love... nyenengin citra sama Andhika aja nih... mmmhhh

Satu persatu tak hanya kedewasaan bahasa inggrisnya saja yang kita dapatkan. Kematangan dan pelajaran hidup juga kental terjadi di Pare. Metamorfosa dari yang ababil (ABG labil) menjadi rebil (remaja labil) menjadi debil (dewasa labil) menjadi tubil (tua labil) sampe ke babil (Bangka labil). Hahha… terasa perubahannya… Wuah pokoknya, semuanya terangkum dalam suasana romantisme di Pare…. Amazing!!! Pare pokoknya recommended!!!

Senin, 28 Februari 2011

Goes to Jatim Park 2 & BNS. Marvelous!!!

by Fahmi Sadja on Monday, February 28, 2011 at 10:29am

Woammmszz... I feel sleppy now... Setelah kemarin berhaha-hihi bareng teman-teman di pare... Luar biasa untuk perjalanan sehari kemarin. Saya kira Pagi harinya harus berjibaku dengan kegiatan rutin mengulang pronunciation, menggelar grammar dan bertemu dengan temen-temen sekalas yang sudah berpisah selama 2 hari. Hahahha... Nyatanya pagi hari ini sama sekali tak ada jam untuk belajar bersama. Oh, thats really the pits!!

Perjalanan yang memakan satu hari penuh masih terasa senyum lebarnya. Bergerombol bersama menuju sebuah tempat wisata di Jawa Timur. Tepatnya di daerah Batu. Nggak pernah nyangka sebelumnya kalo ternyata Batu cukup memiliki pesona wisata yang membuat sumringah. Udaranya yang mantab, tetumbuhan yang rapih merayap, jalanan yang tegap menyelinap, serta hembusan angin segar menyergap-nyergap. Hahaha.. Sungguh perjalanan yang mengagumkan ketika mendapati kanan kiri terhampar begitu indah nuansa Agung ciptaan Allah yang Esa.

Disepanjang perjalanan, nuansa bebungaan pun berseliweran memanjakan mata kami. Tak tahan, kami pun terjerembab untuk poto-poto

Ide yang cukup brilliant saya rasa. Perjalanan kami tempuh dalam dua jam. Ada dua rombongan kali ini. Satu rombongan elf besar berisi belasan orang dan satu rombongan kecil dengan mobilnya Hendro. Walaupun sempat kepergok kesasar ke jatim Park 1, tapi toh itu tak membuat kami terbelingsat sedih. Hahaha... lha wong bisa foto-foto dulu di depat loketnya Jatim Park. Padahal di lain pihak, teman-teman rombongan besar sudah menunggu kami di Jatim Park 2, ya... tujuan yang sebenarnya harus kami kunjungi...

Sempet nyasar di Jatim Park 1. Tapi tak ada kesedihan tergurat di wajah kami. Kenapa tidak memanfaatkan momen dengan berfoto-foto dulu di depannya.. :))

Sesampainya di jatim Park 2. Mulut ini rasanya tak berhenti menganga melihat bangunan luarnya yang sungguh megah, mewah, eleghan dan bersinar cerah. Great!!! Buagus... Tempat Parkir tertata rapih penuh pesona, pepatungan binatang buas juga siap menerima kami sebagai tamunya. Ada tiga gedung utama yang sangat sombong berdiri dengan megahnya. Musium Binatang, Pohon Inn dan Secret Zoo. Apakah yang ada didalamnya???? eng ing eng....

Nah ini dia, Halaman museum pengawetan binatang. Guedhe buanget pillarnya, kayak kampusnya Hukum Undip yg baru tapi lebih tinggi, megah dan bagus. Hahhaha

Kami memulai dengan petualangan memasuki kawasan museum. Tentu saja dengan tidak melewatkan jeprat-jepret di kamera. Sungguh narsis rrruuar biasa begitu dahsyat kami lancarkan. 50 ribu untuk memasuki seluruh paket Jatim Park 2 ini. Kau akan mendapatkan gelang cantik dari bahan kertas berwarna orange dan harus terlingkar manis di lenganmu selama kau berwisata di sini. Dan, sesampainya di Museum itu...

Kaget, wooow... Apa-apaan ini?? Hahahha... Di gedung pertama yang kami masuki ini, ada ratusan binatang-binatang lucu yang diawetkan. Kesian banget yak... Kebanyakan dari mereka adalah asli. Hanya Badak, Kuda nil dan Gajah saja yang dibuat dengan penuh rekayasa. Hehewanan mulai dari yang paling kecil hingga raksasa, yang paling lucu sampai paling aneh, dari Indonesia sampai luar Indonesia, ada di sini. Tempat yang bagus untuk mengenal jenis-jenis binatang yang dunia miliki. Pas untuk anak anda yang masih dalam masa belajar seperti kami. :))

Setelah puas berjalan-jalandi Kebun binatang yg diawetkan, Tak lupabelanja2 buat oleh2.. tapi boong ding, ini hanya untuk kebutuhan gambar saja :P

Gedung 2 adalah Pohon Inn. Kami tak memasukinya, hanya melewati saja. Karena apa? kayaknya isinya hotel deh, tempat nginap gitu. namanya juga inn. Jadi kami pun langsung bergerilya menuju Secret Zoo. Apakah isinya????

Seperti dengan namanya, zoo berarti kebun binatang. Berarti isinya binatang dooong. Betul, tapi tak semuanya binatang tentu saja. Ada juga manusianya. Hahaha.. Ya iyalah, kita sebagai pengunjung dimanjakan dengan binatang-binatang asli yang juga memiliki keunikan tersendiri. mulai dari binatang air, darat dan udara, cukup lengkap. bagus kok. Ada tikus raksasa yang beratnya sampai 10 kg, sumpah menjijikan banget. Ada tiger, puma, harimau putih, golden, seksi banget!!! Aneka monyet, rakun, fox yang nakal. Sungguh memukau.... Sampai capek kami dibuatnya...

Nah, ini dia kebun binatang yg asli di Jatim Mark 2. Banyak hewan yg dikandang dan tersembunyi di rumah2 buatannya. thats why namanya Secret Zoo. :)

Tak terasa berkeliling Jatim park, hingga siang hari. capek juga rasanya, luar biasa lah. Perjalanan ini sungguh lebih cocok disebut study tour. Hahha.. Karena sepanjang perjalanan kami dikenalkan dengan banyak sekali anekasatwa yang kebanyakan baru pertama kami lihat. mirip cerita-cerita jaman dulu. Ketika SD, saya masih ingat sekali, bahwa kebun binatang menjadi tempat paling favorit saat liburan. Tapi sekarang ketika sudah segedhe ini pun, kebun binatang tetap menawan bagi saya, mungkin bagi kami semua...

Rame-rame bersama teman-teman, loh saya mana??? Hehe.. saya di depan mereka semua, alias yg jadi fotografernya :))

Hahaha.... belum puas bersenang-senang... sore sampai malamnya, kami lanjutkan ke BNS (Batu Night Spectaculer). Bener gak tuh singkatannya?? Hahha.. berbagai wahana bermain mulai dari cinema 4D, Rumah hantu, rodeo, orbiter, sepeda gila, gokart dan puluhan aneka bermain lainnya. Kali ini adrenalin yang menjadi korbannya. Beberapa kali adrenalin dipacu untuk menantang berbagai jenis permainan yang tersedia. Sayang, saya sendiri hanya mencoba rumah hantu saja. Saya kira serem, tapi ternyata cukup seru untuk teriak-teriak. Wkkwkakaksa...

Nah, kata temen2, Permainan di BNS ini sebagian lebih seru dari pada di DUFAN Jakarta, apalagi DUPAN Pekalongan.. Hahhah

Malamnya,,, malam kami terasa penuh harmoni keromantisan yang luar biasa. Memasuki lampion garden serasa pergi ke another space. Lampu-lampu lampion itu mampu membawa kedamaian dan kesejukan di tengah keceriaan kami. Bagus... Lumayan lah. Tak begitu besar tempatnya, namun sungguh nuansanya cukup mewakili untuk merasakan aroma luar negeri. Tentu saja, poto sana-poto sini sudah menjadi kebiasaan mutlak bagi kami. Suasana damai makin terasa manakala teman kami melantunkan tembang "Demi Cinta"nya Kerispatih. Waaahhh, kabarnya juga ada yang cinlok karena disebut-sebut memiliki wajah yang mirip.... Hahahha... ehm... ehm...

Nah, Di Lampion Garden ini ada panggung pertunjukannya, gratis buat siapa saja yang pengen nyanyi.. Hhahaha... Hasrat utk menyumbangkan suara sumbang pun muncul. Hahha... Nyanyi deh, maaf teman sudah merusak nuansa romantis dengan suara fals saya.. :))

Well, Senang sekali rasanya bisa bersama kalian... Mungkin tempatnya memang bisa memberikan nuansa kegembiraan yang merajalela. But, without you nothing without boring!!!! Akan saya simpan dalam kenangan terindah tanggal 27 Februari 2011 ini, yeah,,, kenangan terindah bersama teman-teman di Pare.... :))


Fahmi Marvelous :))

Kabar Gumbiro dari Teman Seberang (Ahmad Popon Ghufron)

by Fahmi Sadja on Saturday, February 19, 2011 at 9:00am

Sore Pare hari ini sangat terlihat sejuk. Anak-anak ayam bernyanyi begitu riangnya. Semut-semut beriringan dengan sejajarnya dan sangat rapih. Sesapian sore ini pun terlihat begitu sumringah mendapati kandangnya penuh dengan makanan. Ya, lingkungan baru ini membuat saya terasa kembali ke suasana pedesaan. Hahaha…. #nyruput teh

Di tengah kehidupan desa yang tenang, I got sms from my best friend. Sore cerah yang menggairahkan membuat tambah jadi merona ketika kubaca secarik sms itu. Oh my God. Dari Popon. Ada kabar apa kira-kira? Hatiku mengendap-endap tak sabar ingin mengetahui info apa sebenarnya yang diusung popon melalui pesan pendeknya itu.

Mataku sontak terbelalak, dadaku berdegub kencang dan tak sadar mulutku pun ikut menganga kegirangan. Damn it!! Popon menang kuis lagi. How lucky he is. Dia mendapatkan total belasan juta dari hasil keringatnya, mengotak-atik sejuta kreativitas yang ada pada dirinya. Sungguh pencapaian yang fantastis untuk usaha yang tak henti-henti dia lakukan.

Sejatinya aku tak begitu kaget dengan kabar ini. Dia sudah terlalu sering memenangkan kuis-kuis berhadiah atas nama hedonisme. Total duit lah, hadiah elekstronik macam laptop, BB, atau apapun. Pergi wisata keliling Indonesia atau bahkan ke luar negeri, sampai dengan jalan-jalan bareng artis kesayangan, sudah mernah dia kecap. Luar biasa sekali pesonanya yang satu ini. Dia seperti serigala pemburu domba ketika menemui sosok lomba yang berbandrol ‘hadiah besar’.

Sedikit cerita tentang dia. I met him about 8 years old, when I was in senior high school. Kami bertemu dalam rencana Tuhan yang tak kami ketahui. Makanya aku sebut itu sebuah kebetulan. Kami sama-sama sedang melakukan registrasi untuk masuk sekolah favorit nomer satu di kota kami. Kami tak pernah menyangka obrolan kami waktu itu akan berlanjut ke dalam sebuat hubungan persahabatan yang keren seperti sekarang ini (how PD I am, hahaha).

Kami berdua tentu berbeda. Dia memang punya segudang kreatifitas yang tak akan pernah mati. Hati yang penuh kejolak dan ambisi menebas semua impian dan cita-citanya. Nekadnya juga bisa dibilang kelewat batas bahkan hampir memutus rasa malunya melakukan apapun. Artinya dia berani malu untuk sesuatu yang menurutnya worth it. Sungguh sebuah ideologis yang diluar jangkauan sang pesimistis.

Kreativitasnya pernah juga dia tampilkan dalam sebuah pagelaran bernama kabaret. Aku adalah salah satu korban langganannya. Setidaknya 2 kali kita mentas pertunjukan kabaret. Aku paling sering dia ajaknya untuk melakukan kegilaan itu. Memerkan tingkah polah kita tanpa malu-malu. Jadi apapun itu, orang bloon, penjahat atau peran apapun aku lakoni. Ternyata dari sini dia berjasa menerpa sedikit demi sedikit rasa kurang PD ku untuk tampil di atas panggung. Ide brilliant ini pun lambat laun menjadi budaya tersendiri di setiap perpisahan SMA kami. luar biasa.

Masih juga kuingat ketika CD demi CD, kaset demi kaset kami rangkai hingga membentuk sebuah alunan musik yang berirama cantik. Diselipkan beberapa suara dan dialog sesama, sehingga membuat feel pertunjukan kian pas manakala mulut ini bercuap-cuap lipsing. Hahaha… ingin tertawa rasanya mengingat memori-memori itu. Sungguh cara yang sangat primitif dan konfesional. Tapi, sekali lagi dia pun menjadi guru merangkai suara-suara itu hingga aku kini bisa membuat drama radio dengan cara yang lebih modern dan eleghan. Hehehhe… #pamer dikit gapapa dooong

Hingga pada suatu masa dia benar-benar menunjukkan tajinya. Banyak sekali hasutan-hasutan yang dia tanamkan kepadku. Berjualan menu buka puasa dan es-es di jalan raya,  ikutan duta wisata, memproduksi sebuah film dan hal-hal memalukan lainnya. Hahaha, tak kupungkiri bahwa urat Maluku pun ikutan putus ketika dekat-dekat dengan makhluk yang satu ini. Unik, nyentrik, suka bikin orang tertarik, polahnya menggelitik, punya segudang trik untuk membuat sesuatu yang asik.

Imajinajisnya yang berada di ambang batas khalayan mampu dia rubah menjadi kenyataan pasti. Kepandaiannya me-maintain kobaran semangat di dalam dada sungguh terus meledak-ledak. Bahkan ketika serangannya terpatahkan oleh keputusan juri-juri lomba, semangat itu berubah dua kalilipat bahkan bisa sampai hingga diatas nalar. Rasa penasaran memecahkan reward menjadi segala-gala dan segila-gilanya bagi dia. Luaarrrr biasa.

Ahh, entahlah apalagi yang hendak dia rencanakan setelah ini. Aku yakin akan banyak kesintingan lain yang diperbuatnya. Sang maestro kuis tak akan pernah menyerah dan terus akan berkelana dari satu lomba ke lomba lain. Stage nya akan terus merambah naik hingga tinggi sampai ke awan. Seperti daun yang selalu menuju ke arah cahaya.

Hati-hati buat para Panitia lomba apapun itu. Engkau akan menjadi mangsa paling empuk untuknya. Semakin hadiah itu menggiurkan, semakin gairah itu akan memuncrat…. Hahaha…

ini juga foto pernah menang di Pepsoden dan nangkring di jalan Gajah Mada Semarang.. Kaget aku melihat sosoknya ketika itu.. hahhaha