Tampilkan postingan dengan label Batik Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batik Harian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

Welcom Jakarta

diambil dari  Fahmi Sadja on Thursday, April 14, 2011 at 2:06pm

Wah, lama juga tidak menuliskan di note ini. Kurang lebih sebulan. Ada cerita apa ya sebulan ke belakang?? Hehehe, kebiasaan nih, ketika udah nge-note bawaannya langsung melayang-layang, membayang-bayang, pergi ke masa lalu, dan berniat untuk curcool, hahaha...#ngakak kejang

Paling tidak, harusnya ada sedikit yang mesti di-share ni. Itung-itung melihaikan kebiasaan menulis. Tapi bingung apa yang mau ditulis. Pengalaman kerja di EO kemarin? yang sarat dengan kejutan dan kebahagiaan?? Hahaha.. paling tidak Festival Buku Murah untuk peringatan ultahnya Semarang ke 464, sukses terlaksana lah. Terlepas dari masalah-masalah prencil yang saya lebih memilih untuk tidak tahu saja. Hahaha.. curang...

Well, Ceritanya, kemarin baru jalan2 gitu dari Jakarta. Hahaha... Spesial banget ya itu kota. Namanya juga Ibu Kota negara tercinta, Indonesia. Selalu punya pesona sendiri bagi saya, seorang pemuda daerah yg sempat bercita-cita tinggal disana. Entah, sebenarnya magnet apa yang jadi kekuatan Jakarta ya, kok ya... orang mau-maunya pada berbondong-bondong, tergopoh-gopoh pergi ke Njrakata. Heheheh... #ngiler pengen balik lagi

Bagi saya, kenapa pernah tertarik untuk tinggal di Jakarta, karena satu alasan : Keren. Hahaha.. Entah setan mana yg membisiki saya dengan satu kata itu. Tapi, betul. Sepertinya apapun ada di Jakarta. mulai dari tempat hiburan segala rupa ada sampai tempat tiduran segala bentuk juga tersedia. Makanan tradisional dengan berbagai rasa sampai makanan fastfood paling cepat penyajiannya juga nyentrik nangkring di Jakarta. Apalagi coba? Perusahaan dan jenis pekerjaan apapun juga semuanya ada, mulai dari yang esek-esek, abal-abal sampai ke profesional dan eksekutif sekeren DPR. cieee.... ups #tutup mulut

Satu lagi, di Jakarta banyak artisnya, Stasiun TV dan Radio, travel agncy, yg semuanya menggiurkan bagi saya. Arus informasi memang kenceng beredar di Kota ini. Namun, satu kemudahan berjalan lancar di jalanan agaknya masih sulit didapat dengan bebas ketika kita tinggal di Jakarta.

Mungkin itu salah satu pesona juga. Jakarta sudah sangat terkenal dengan Kemacetannya. Bener juga sih. Waktu seakan menjadi emas yang paling superior disana. Muahal banget. Maka dari itu orang pada keseringan nyari emas itu : alias menjadi penunggu untuk sesuatu yang kadang tak tentu. Hehehe... Contoh, janjian jam 5 baru nongol jam 8. Janjian ketemu 5 menit lagi, ternyata mesti nunggu sampe 45 menit. Oaaalaaah, sungguh, jika waktu itu bisa digadaikan dengan emas, kaya lah kita... #usap keringat di Jidad

Baru 3 hari disana. Saya sendiri sudah kalangkabut. Stress aja bawaannya. Mules ngeliatin gedung yang tingginya melebihi semampainya orang-orang Amerika. Pusing ngelihatin jalanan yang penuh sesak dengan moda transportasi. Cenat-cenut liat fly over yang ruwetnya setengah ancur. Cekot-cekot ngeliat mal kok pating slerah (tercecer) dimana-mana. Duh gustiiii, kulo kok yo getun kados tiyang ndeso (ya Tuhan, saya kok heran seperti orang desa). Mental lagsung ngedrop ketika membayangkan, "am i ready to get a job here?" #kasih cendhol

Hahaha, namun, bagai mendapat durian runtuh, Petikan quote yg saya dapat dari buku bercolour kuning karangan Billy Boen bertajuk Young on Top berteriak "DO what you LOVE and LOVE what you DO". Sebuah kalimat yang dahsyat dan sarat makna. Do what you love mengajak kita untuk selalu melakukan apa yg kita sukai. Simpel aja sih alesannya, kita akan maksimal kalo melakukan apa yg kita sukai bukan? Dan, katanya dari situ passion akan muncul. Kabar baiknya, kata Donal Trump Pasion merupakan kunci utama seseorang berhasil dalam bidangnya. So, apa passion mu?

Lantas, bagaimana jika sudah terlanjur bekerja dibidang yg tidak kita sukai?? Nah, pakai kalimat kedua 'LOVE what you do'. Butuh pembesaran hati yang maksimal disini, bahwa kita diajak melihat kebawah, "hey, tidak semua orang bisa sepertimu sekarang lhooo, apa yang kau dapat sekarang adalah sebuah anugerah juga!" Intinya syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. #sing

Allrait, segitu dulu ah, yg jelas, perjalanan 3 hari kemarin, itu LUAR BIASA. Thx buat sahabat-sahabat saya, Citra, Rizka, Satria, si kembar Zizi dan Zaza (wkwkwk), Ayi sekeluarga (top bgt!), Rizqie (Subhanallah kisahmu sebulan ini cuuy), dan semuana lah... ^^ #big hands

Sabtu, 26 Maret 2011

Pare in Love (let's remember these memories)

Diambil dari Facebooknya Fahmi Sadja on Tuesday, March 15, 2011 at 10:56am
 
Suddenly, my friend sent me a message. I thought there are some problems that he has. Directly, I replied the message. ‘May I know something?’ I typed like that. He just answered ‘may u have something to tell or share?’ Hehehe.. I confused. Perhaps I can tell about Pare. Oh ya, I remember that I don’t tell about Pare yet. My Journey in Pare… I have much stories and experiences. I confuse, where should I began to tell…

awal memasuki Jawa Timur... exited banget rasanya!!!!

But, may I mix my language, to gado-gado language?? Write in English is like a write on stone. Wwkwk… Well, Pare was Great. it’s nice place to study English. Very effective I think. Because the environment support the condition. Everyday and all day long, you can speak English like mad person. The key for study English is be a crazy person. Just talk more do less. Haha.. yeah, practice every day will make you fluently.

Wow, lumayan dua paragraph, hahha. Tapi kok tulisannya menjadi datar dan sangat tak expressive ya. Aku membenci sesuatu yang datar. But is Ok. Begitu juga di Pare, bukan datar yang kurasakan, every single day, thera some gejolak terjadi disana-sini.

Berfoto Ria di depan Camp 1. Penuh Kenangan, apakabar geboy ya???

Kejadian di Minggu pertama. sontak membuat kami terheran-heran. Kami dimanjakan dengan sajian yang murah meriah. Tapi, benar kata pepatah. Ada harga ada barang. Semakin mahal harga suatu barang, semakin bagus barang itu berbentuk. Ini pun berlaku di Pare. Harga murah, barangnya pun dapat seakan alakadarnya. Hehhe.. tapi memang, ini tak semuanya begitu. Masih banyak warung, toko, panti pijet, karaokean, dan tempat penjaja jasa lainnya yang membandrol harga murah, namun kualitas produknya juga masih prima dan enerjik. Hahhha…

Namun, seperti yang juga sudah saya sampaikan di beberapa kesempatan, bahwa ternyata tak selama harga murah itu mengandung kengiritan yang oke. Justru harga-harga murah ternyata lebih bisa menggerogoti kantong kita. ibarat lintah yang sedikit demi sedikit menyadap darah kita, begitu juga penjual-penjual di Pare. Iming-iming harga murah sukses membuat hasrat nambah dan nambah membendung tinggi. Ini menyiksa namun sesekali nikmat sekali. Guilty pleasure!!!

Menjadi anak rantau seketika saya rasakan kembali. Padahal pengalaman ngekos sudah aku geluti krang lebih 5 tahun. Namun, entah kenapa, kali itu seakan teringat 5 tahun silam. Saat lagi cupu-cupunya menginjak Semarang dengan segala kepolosan yang ada. Adaptasi dengan lingkungan sekitar, start menjalin relations baru, dan mengatur keuangan privasi. Yang terakhir ini adalah sangat menyiksa bagiku. Saya kembali disadarkan bahwa mengatur laju keuangan benar-benar menemui tingkat kesulitannya. Tak heran Negara sering dirugikan masalah money corruption.

Pembengkakan uang di segala aspek pun kian merana. Kian menggerogoti hajat hidup di Pare. Antara yakin dan tak yakin bisa mulus hidup 1 bulan di sana. Ditambah lagi, jiwa petualang berburu kesenangan ke tempat-tempat wisata juga memuncrat kemana-mana. Jiwa muda memang penuh kelabilan. Uang menjadi korban atas nama tindak kejahatan bernama foya-foya. Hahhaha…

Well, every single week, tak luput dari kesenangan itu. Minggu pertama sudah kami habiskan dengan menyusuri gua berukuran tinggi sekitar 160 cm dan lebar setara 4 jengkal tangan orang dewasa. Panjang gua itu bermacam-macam. Jika ditotal kurang lebih berjarak separo kilometer. Wow, sangat menantang. Suasana cave tentu saja gelap pekat, berair setinggi betis kadang setinggi pantat. Gemericik terpatut disana-sini, bau tanah dan air sangat terasa. Serasa bernostalgia dengan asal muasal kita, yaitu dari tanah. Wow, amazing!!

Perjalanan menyusuri Cave. Tak lupa melepas narsis dulu ahhhh...

Second weeks, we got Kelud Mountain. Banyak yang bilang pemandangan di area ini adalah menakjubkan. Benar saja, puncak dan bebukitan begitu kokoh standing. Laksana jago membusungkan dadanya. Well, sungguh indah hingga tak sabar menimbulkan bidikan sekaligus jepretan dari kamera-kamera poket dan SLR. Namun sayang, Kami tak sanggup menyusur bukit hingga ke puncak (asmara, hahaha) yang sekilas jalananya menyerupai grad wall di negeri singkek sana. Keindahan alam nuansa kelud tak membuat kami bergeming untuk lebih menggagahinya. Namun, tak mengurangi kegembiraannya.

Terjadi kelainan orientasi, sudah biasa lah, yang penting adalah kasih sayang. Hahhaha

Minggu ketiganya. Bisa dibilang ini paling seru!!! Banyak factor yang mebuatnya menjadi seru. First, kita perginya rame-rame, ada sekitar 20 orang. Second, tempat wisatanya yang mempesona adalah Jatim Park dan BNS. Ketiganya, secara otomatis kami dapat menelusurkan bakat model kami. eksyien di depan kamera. Sungguh menyenangkan. Cerita mengenai wisata ini ada di note saya sebelumnya, bisa di cekedot ghan!!!

Sempat nyasar, harusnyaa jalan ke Jatim Park 2, elalah kita malah mampir ke Jatim Park 1 dlu.. wkwkwk

Binatang lucu, namanya apa yak?? lupa!!!
Jatim Park 2, berisi museum binatang, termasuk binatang purbakala....
BNS, Permainan yang membuat kepala kami jadi Pening sebelah... wkwkwkkw

Sayang sekali, di minggu ke empat, berangsur-angsur personilnya mulai berkurang. Sudah banyak yang kembali baik ke hometown ataupun studytown nya masing-masing dengan berbagai alasannya mulai dari yang klise sampai yang digital. Tapi, bukan berarti weekend berubah warna menjadi kelabu. Hahha… sabtu pagi bisa kami hiasi dengan sepeda-pedaan hingga menuju downtown. Mengais gegorengan dan sesusuan.

ini dia, saksi bisu. Alun-alun Pare!!! oh alun-alun, aku kangen dengan susu-susumu... :))

Wah, saya acungi 4 jempol, susu sapi dan soya di alun-alun pare sangat memikat. Ini terbukti dengan seringnya kita kembali kesana setiap sabtunya. Kata orang bijak adalah tiada sabtu tanpa susu. Hahha… pisang gorengnya juga manis dan empuk makjleb. Setiap gigitannya membawa kita ke suasana berbeda. Gigitan pertama begitu menggoda, kedua serasa makan magnum, ketiga matamu akan berkerjat-kerjat karena rasanya, keempat ketika pisang itu menyentuh gigi dan masuk ke tenggorokan maka mulutmu akan mengeluarkan kata yang berbunyi ‘enak’. Selanjutnya, ML banget alias mau lagi… #ngiler pengen lagi.

Well, judul yang pas dan cocok untuk perjalanan kemarin di Pare adalah “Pare in Love”. Hahha, karena banyak cinta yang tercurah di sini. Cinta akan bahasa inggris, cinta tempatnya, cinta ke orang-orangnya, cinta makanannya, cinta budayanya, cinta apa aja lah ada disini. Rasanya pun sangat gado-gado, sedih senang, kecewa, histeris, jengkel, tegang meletup-letup jadi satu. Mulai dari yang cinlok sampai yang kehilangan sepeda. Mulai dari yang sering protes sampai yang menerima seada-adanya. Mulai dari yang kehabisan uang simpanannya sampai yang nambah pengen satu stage lagi di Pare sana.

Pare in Love... nyenengin citra sama Andhika aja nih... mmmhhh

Satu persatu tak hanya kedewasaan bahasa inggrisnya saja yang kita dapatkan. Kematangan dan pelajaran hidup juga kental terjadi di Pare. Metamorfosa dari yang ababil (ABG labil) menjadi rebil (remaja labil) menjadi debil (dewasa labil) menjadi tubil (tua labil) sampe ke babil (Bangka labil). Hahha… terasa perubahannya… Wuah pokoknya, semuanya terangkum dalam suasana romantisme di Pare…. Amazing!!! Pare pokoknya recommended!!!

Senin, 28 Februari 2011

Goes to Jatim Park 2 & BNS. Marvelous!!!

by Fahmi Sadja on Monday, February 28, 2011 at 10:29am

Woammmszz... I feel sleppy now... Setelah kemarin berhaha-hihi bareng teman-teman di pare... Luar biasa untuk perjalanan sehari kemarin. Saya kira Pagi harinya harus berjibaku dengan kegiatan rutin mengulang pronunciation, menggelar grammar dan bertemu dengan temen-temen sekalas yang sudah berpisah selama 2 hari. Hahahha... Nyatanya pagi hari ini sama sekali tak ada jam untuk belajar bersama. Oh, thats really the pits!!

Perjalanan yang memakan satu hari penuh masih terasa senyum lebarnya. Bergerombol bersama menuju sebuah tempat wisata di Jawa Timur. Tepatnya di daerah Batu. Nggak pernah nyangka sebelumnya kalo ternyata Batu cukup memiliki pesona wisata yang membuat sumringah. Udaranya yang mantab, tetumbuhan yang rapih merayap, jalanan yang tegap menyelinap, serta hembusan angin segar menyergap-nyergap. Hahaha.. Sungguh perjalanan yang mengagumkan ketika mendapati kanan kiri terhampar begitu indah nuansa Agung ciptaan Allah yang Esa.

Disepanjang perjalanan, nuansa bebungaan pun berseliweran memanjakan mata kami. Tak tahan, kami pun terjerembab untuk poto-poto

Ide yang cukup brilliant saya rasa. Perjalanan kami tempuh dalam dua jam. Ada dua rombongan kali ini. Satu rombongan elf besar berisi belasan orang dan satu rombongan kecil dengan mobilnya Hendro. Walaupun sempat kepergok kesasar ke jatim Park 1, tapi toh itu tak membuat kami terbelingsat sedih. Hahaha... lha wong bisa foto-foto dulu di depat loketnya Jatim Park. Padahal di lain pihak, teman-teman rombongan besar sudah menunggu kami di Jatim Park 2, ya... tujuan yang sebenarnya harus kami kunjungi...

Sempet nyasar di Jatim Park 1. Tapi tak ada kesedihan tergurat di wajah kami. Kenapa tidak memanfaatkan momen dengan berfoto-foto dulu di depannya.. :))

Sesampainya di jatim Park 2. Mulut ini rasanya tak berhenti menganga melihat bangunan luarnya yang sungguh megah, mewah, eleghan dan bersinar cerah. Great!!! Buagus... Tempat Parkir tertata rapih penuh pesona, pepatungan binatang buas juga siap menerima kami sebagai tamunya. Ada tiga gedung utama yang sangat sombong berdiri dengan megahnya. Musium Binatang, Pohon Inn dan Secret Zoo. Apakah yang ada didalamnya???? eng ing eng....

Nah ini dia, Halaman museum pengawetan binatang. Guedhe buanget pillarnya, kayak kampusnya Hukum Undip yg baru tapi lebih tinggi, megah dan bagus. Hahhaha

Kami memulai dengan petualangan memasuki kawasan museum. Tentu saja dengan tidak melewatkan jeprat-jepret di kamera. Sungguh narsis rrruuar biasa begitu dahsyat kami lancarkan. 50 ribu untuk memasuki seluruh paket Jatim Park 2 ini. Kau akan mendapatkan gelang cantik dari bahan kertas berwarna orange dan harus terlingkar manis di lenganmu selama kau berwisata di sini. Dan, sesampainya di Museum itu...

Kaget, wooow... Apa-apaan ini?? Hahahha... Di gedung pertama yang kami masuki ini, ada ratusan binatang-binatang lucu yang diawetkan. Kesian banget yak... Kebanyakan dari mereka adalah asli. Hanya Badak, Kuda nil dan Gajah saja yang dibuat dengan penuh rekayasa. Hehewanan mulai dari yang paling kecil hingga raksasa, yang paling lucu sampai paling aneh, dari Indonesia sampai luar Indonesia, ada di sini. Tempat yang bagus untuk mengenal jenis-jenis binatang yang dunia miliki. Pas untuk anak anda yang masih dalam masa belajar seperti kami. :))

Setelah puas berjalan-jalandi Kebun binatang yg diawetkan, Tak lupabelanja2 buat oleh2.. tapi boong ding, ini hanya untuk kebutuhan gambar saja :P

Gedung 2 adalah Pohon Inn. Kami tak memasukinya, hanya melewati saja. Karena apa? kayaknya isinya hotel deh, tempat nginap gitu. namanya juga inn. Jadi kami pun langsung bergerilya menuju Secret Zoo. Apakah isinya????

Seperti dengan namanya, zoo berarti kebun binatang. Berarti isinya binatang dooong. Betul, tapi tak semuanya binatang tentu saja. Ada juga manusianya. Hahaha.. Ya iyalah, kita sebagai pengunjung dimanjakan dengan binatang-binatang asli yang juga memiliki keunikan tersendiri. mulai dari binatang air, darat dan udara, cukup lengkap. bagus kok. Ada tikus raksasa yang beratnya sampai 10 kg, sumpah menjijikan banget. Ada tiger, puma, harimau putih, golden, seksi banget!!! Aneka monyet, rakun, fox yang nakal. Sungguh memukau.... Sampai capek kami dibuatnya...

Nah, ini dia kebun binatang yg asli di Jatim Mark 2. Banyak hewan yg dikandang dan tersembunyi di rumah2 buatannya. thats why namanya Secret Zoo. :)

Tak terasa berkeliling Jatim park, hingga siang hari. capek juga rasanya, luar biasa lah. Perjalanan ini sungguh lebih cocok disebut study tour. Hahha.. Karena sepanjang perjalanan kami dikenalkan dengan banyak sekali anekasatwa yang kebanyakan baru pertama kami lihat. mirip cerita-cerita jaman dulu. Ketika SD, saya masih ingat sekali, bahwa kebun binatang menjadi tempat paling favorit saat liburan. Tapi sekarang ketika sudah segedhe ini pun, kebun binatang tetap menawan bagi saya, mungkin bagi kami semua...

Rame-rame bersama teman-teman, loh saya mana??? Hehe.. saya di depan mereka semua, alias yg jadi fotografernya :))

Hahaha.... belum puas bersenang-senang... sore sampai malamnya, kami lanjutkan ke BNS (Batu Night Spectaculer). Bener gak tuh singkatannya?? Hahha.. berbagai wahana bermain mulai dari cinema 4D, Rumah hantu, rodeo, orbiter, sepeda gila, gokart dan puluhan aneka bermain lainnya. Kali ini adrenalin yang menjadi korbannya. Beberapa kali adrenalin dipacu untuk menantang berbagai jenis permainan yang tersedia. Sayang, saya sendiri hanya mencoba rumah hantu saja. Saya kira serem, tapi ternyata cukup seru untuk teriak-teriak. Wkkwkakaksa...

Nah, kata temen2, Permainan di BNS ini sebagian lebih seru dari pada di DUFAN Jakarta, apalagi DUPAN Pekalongan.. Hahhah

Malamnya,,, malam kami terasa penuh harmoni keromantisan yang luar biasa. Memasuki lampion garden serasa pergi ke another space. Lampu-lampu lampion itu mampu membawa kedamaian dan kesejukan di tengah keceriaan kami. Bagus... Lumayan lah. Tak begitu besar tempatnya, namun sungguh nuansanya cukup mewakili untuk merasakan aroma luar negeri. Tentu saja, poto sana-poto sini sudah menjadi kebiasaan mutlak bagi kami. Suasana damai makin terasa manakala teman kami melantunkan tembang "Demi Cinta"nya Kerispatih. Waaahhh, kabarnya juga ada yang cinlok karena disebut-sebut memiliki wajah yang mirip.... Hahahha... ehm... ehm...

Nah, Di Lampion Garden ini ada panggung pertunjukannya, gratis buat siapa saja yang pengen nyanyi.. Hhahaha... Hasrat utk menyumbangkan suara sumbang pun muncul. Hahha... Nyanyi deh, maaf teman sudah merusak nuansa romantis dengan suara fals saya.. :))

Well, Senang sekali rasanya bisa bersama kalian... Mungkin tempatnya memang bisa memberikan nuansa kegembiraan yang merajalela. But, without you nothing without boring!!!! Akan saya simpan dalam kenangan terindah tanggal 27 Februari 2011 ini, yeah,,, kenangan terindah bersama teman-teman di Pare.... :))


Fahmi Marvelous :))

Bual-bualan Belaka (BBB)

by Fahmi Sadja on Tuesday, February 15, 2011 at 5:59pm

Sore ini terasa wet sekali karena memang tubuh ini mengeluarkan banyak keringat. Hmmm, Pare sore ini terasa begitu panas namun menggairahkan. Beginilah, Allah seperti mengajarkan ku kembali bagaimana perjalanan beradaptasi dengan lingkungan baru. Aku seperti terlahir menjadi kupu-kupu yang menjadi labil mencari madu kesana kemari. Dimana ada bunga yang merekah disitulah aku bernaung, artinya dimana ada sesuatu yang indah disitulah aku terbenduung.. Hahahha... #kalimat pembuka yang aneh...

Bermain FB saat ini menjadi kegiatan mewah bagiku sekarang. Semenjak aku terdampar di Pulau Inggris, Kampug Pare yang terkenal dengan pesona les-lesan Bahasa Inggrisnya, aku seakan menjadi orang yang paling primitif.

1) Karena HP tiba-tiba jadi rusak (sekarang lagi opname), so i can't call, keep n touch with all of my big Family and friends
2) Keseharianku berubah 100 derajat dari biasanya, kenapa cuma seratus, karena yg 80, aku rasa still so me. Seperti mencuci baju sendiri, bolak-balik ke masjid (tentu saja sholat ya, bukan cuma as a Cleaning servis), makan minum tidur, belajar tepat waktu (yang ini bo'ong banget, cuma di Pare jadwal belajarku jadi teratur), and also make samting fun like menjajal berbagai kuliner baru, jalan-jalan.
3) Ada keunikan yg aku rasakan saat di Pare, adalah sering bersepeda, every single day i do that, aku benar-benar telah lancar bersepeda sekarang. Hahaha (gak penting)

Sambil nunggu download-an anti virus, aku coba gagahi satu per satu notification yg ada di lamanku. Kudapati beberapa yang menarik mataku hingga melotot-lotot. Oh my God, tulisan tala lewat notenya yang bertajuk "RRRuuaaarrr Biasa" membuatku bersilat senyum (bingung gak tuh bayanginnya gimana). Jika boleh aku menyimpulkan, dia bercerita betapa Subhanallahnya kehidupan yang Allah berikan ini. Dia bertemu dengan teman-teman yang seakan memberikannya spirit persatuan maju jaya untuk menuju Allah yang Esa. The point is, Allah tunjukkan semua kekuasaannya melalui lantunan dan rangkaian kejadian demi kejadian di ESQ. Ya ESQ...

Saya bisa merasakan kebahagian yang mungkin Tala rasakan saat itu. Dari bahasanya dia bercerita, spirit ini melejit-lejit hingga menyenggrak sanubari (hayyyyahhh). Tapi memang benar, bukan bermaksud berlebihan, saya yakin ESQ juga rencana Allah sehingga kami (espesially para alumni yang sekarang aktif di FOSMA) mampu merasakan kebahagiaan dunia yang sesunguhnya. Bukan hura-hura di lantai dansa, apalagi berglut dengan para wanita. Bukan juga harta yang menjadi sumber kita bersukaria. Bukan pula tahta yang merajai kesenangan kita. Namun, justru kata Berbagi itu sendiri yang menjadi medan magnet terbesar penggerak energi mulia bernama bahagia itu. #Udah mulai serius nih ngomongnya

Pak Ari memberikan formula yang sungguh tepat jaya. Mic Sharing. Kegiatan ini menjadi sakral bagi saya pribadi. Bukan karena saya selalu jadi korban kena mic sharing (pas SCC sering banget tuuhh), tapi berbagi sesuatu yang ada di hati bukan perkara yang mudah. Mungkin, karena mic sharing ini pun kami jadi bisa mengerti dan jujur tentang apa itu klarifikasi dan berdoa. Mengakui semua keagungan Allah dan kesalahan kita sebagai manusia, Serta meminta solusi atas kegundahan yang merajai jiwa raga kami sebagai manusia hina dina. #Beraaaaaaattttt

Well, aku rasa teman-teman udah lebih paham lah masalah dengan yang satu ini. Jika memang ada kebahagiaan dengan pertemanan yang telah anda-anda jalin, improve lah. Ibarat lampu ajaib, teruslah kau usap-usap persahabatanmu itu agar terus mengkilap sekilap kristal. Jangan hanya ketika gundah kau datang memohon dan meminta-minta, tapi ketika sedang bahagiapun, bagilah dengan tanpa mengurangi kadar dari kebahagiannya itu sendiri. it's fair.

Well, sepertinya download-an ane udah rampung dengan selamat nih agan-agan. Terimakasih atas atensi dan kesudiannya membaca "sampah" yang sengaja saya bagi-bagikan kepada hadirin yang tampan dan cantik manja semuanya... Durasi udah pas banget satu jam dan ternyata bill-nya 2500 (pamer banget, berharap ada yang mau bayarin).

Ohya, curcol yakk, jujur, untuk bulan ini kok pengaturan duitnya sullit buanget ya. Kebiasaan di kos udah ada yang nyediain makan, sekarang harus bergerilnya mengatur beli makan sendiri... ya Allah, terasa banget, susssahnya minta ammmpuuun... Betapa besar jasa ibu kos di Semarang. Gak kalah lebih besar jasa Ibu kita sendiri di rumah yang selalu always menyediakan apapun keperluan kita hingga gedhe kaplak seperti sekarang ini... Subhanallah...

Demikianlah, mohon maaf apabila ada kata kurang masuk akal atau masih ngganjel, kesalahan ada pada saya sejatinya. Jika ada kalimat yang membuatmu berdesir hingga mungkin membuat bulu kuduk terasa menari-nari, adalah Allah yang memberikan hidayah itu padamu. Hehehhe....

Billahi taufiq Wal Hidaaaayah #benerin rambut, Summa Assalamualaikum wr. wb...

Salam penuh hormat, cinta dan tos semangat....
Fahmi Sadja :))

Minggu, 13 Februari 2011

First Impression in Pare : Oh My GOD!!

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun datang. Sang waktu menjawab begitu cepat pengalaman demi pengalaman di Pare. Rabu (9/02) lalu saya putuskan untuk berangkat ke Pare Kediri bersama Citra, Andhika and Pig Hendro. Perjalanan kami tempuh dalam waktu 10 jam. Ckckcck.. Waktu yang tak seharusnya kami habiskan hanya di dalam mobil dan melihat-lihat pepohonan di pinggir jalan. Tak hanya itu, kami pun menemui beberapa jalan yang salah yg tak seharusnya kami lampaui. Ya, maklum, diantara kami berempat, tak ada yang tau pasti jalan menuju ke Pare, Kediri. #elus jidad

So, we had to ask someone when we found strange way. Beberapa kali kami kebacut. Hahaha kami dapatkan kata baru itu di Jatim. Kebacut = terlanjur, kesasar, keblondrok, keblandrang, apapun itu yang tidak mengantarkan kita kepada yang seharusnya. Tapi kebetean melakoni perjalanan panjang pun sirna ketika saya melihat wajah teman kami yang begitu mempesona untuk ditabok. Hahaha… his face is like a pig (I’m sory bro!!) #ngakak, give me five!!

Sampailah kita di Pare. Kami dikejutkan dengan beberapa fakta bahwa PARE IS SO AMAZING. 1) #nunjuk jidad Harga beberapa makanan disini memang tergolong murah banget. Sebagai gambaran, telur penyet disini berbandrol 3 ribu per porsi. Di Semarang, harga 3500 hanya untuk satu porsi tempe penyet, belum tambah parkirannya.

2) Lain dengan urusan harga tempat nongkrong, beberapa café disini memadukan kalitas modern dan tradisional. Anehnya, harga paling mahal untuk satu porsi hanya 10 ribu. Bahkan ada di beberapa coffe shop, harga kopi paling mahal hanya 2500. Hahaha, beda sekali dengan di Semarang yang mematok harga kopi hingga kisaran 20 ribu. #Semarang emang lebay

3) lagi, Anehnya, kami justru tak menemukan parkir-parkir liar disini. Oh my God, tak ada lagi acara gontok-gontokan bersama tukang parkir resek, coz parking is free. Oh yesss!!

Awal kedatangan kami disambut oleh beberapa teman yang sudah lebih dulu ikut Marvelous (tempat bimbel dimana kami join). Mereka sudah maestro, it mean bahasa Inggrisnya sudah lancar banget. Kami pun dijamu dengan permainan bertajuk “Heaven Hell”. Hahaha, I thought it’s so fun for fire our bored. Paling tidak semangat baru pun muncul, ternyata teman-temannya akan enak dan bisa diajak kompromi.

Banyak kejadian tak kami sangka sebelumnya. Banyak teman-teman saya temukan. Temen-temen ESQ, temen-temen satu Undip dan beberapa teman dari penjuru Indonesia yang memiliki kesamaan wajah serta tingkah laku with my friends di Semarang and Pekalongan. Hahahaha, banyak juga kejadian yang tiba-tiba terangkai seperti dejavu, tak tersangka. #Mringis nunjukin gigi

Pare benar-benar bisa menjadi magnet kami sementara saat ini. Belum genap kami satu minggu di sini, berbagai activity hedonisme sudah menyergap kami degan seenaknya. Maaf, ini bukan melenceng dari pada apa yang saya rencanakan. Tapi, bolehlah sekali dayung 4 sampai 6 pulau terlewati. Haahaa. Ada setidaknya 4 tempat wisata yang telah kami kunjungi. Maaf bukannya marukks, Jiwa petualang ini serasa menyeruak di dada hingga ingin dimuntahkan. Dari pada weekend menjadi hambar, kami mensiasatinya dengan pergi-pergi. 1) Surowono temple 2) Surowono Cave 3) Simpang Lima Gumul yang terkenal degan keindahannya seperti di Paris, dan yang paling gak penting adalah 4) Kediri Mall. Hahahha… #melet malu

Banyak yang ingin diceritakan untuk kesan pertama kami menginjak bumi Pare. Bolehlah rasa senang dan exited mewakili ekspresi kami untuk sementara ini. Walaupun tak ada UNO, harus ekstra ketat meminimalisir output uang, salah satu teman kehilangan sepeda sewaan, dan harus tidur dengan keadaan yang sedikit tragis. Hahaha… but Pare is Fun!! #Ketawa Puas

Ini adalah lorong Jembatan Bawah tanah di Simpang Lima Gumul Kediri. Nggak nyangka, di Kediri ada gini-ginian. Lumayan keren. Gratis lagi masuknya...
 
Gudhe banget bangunan ini. Terletak di tengah2 simpang lima Gumul. Temen2 bilang bangunan ini mirip di Paris, but i dont think so. I dot kno 'bout Paris, hahha
 
Udah kayak di luar negeri aja kan.. Hahahaha :p


To be continue…

Selasa, 01 Februari 2011

Pare, I'm in Loveb

Dari FB Fahmi Sadja on Saturday, January 22, 2011 at 9:48am

Huh hah!!! GoodMorning Every Body... Weekend yang menyenangkan, semoga kamu juga merasakan hal yang sama ya.. Atau sebagian orang mungkin memilih untuk memurungkan diri di saru (sabtu seru) ini. Waduh, sayang sekali, hari ini terlalu cantik untuk kita cuekin apa lagi murungin.. hahahah....

Saya bahagia hari ini. hehehe.. mungkin bagi temen2 yang dari kemarin udah nyimak status2 saya yang sangat sering, udah bisa nebak saya senengnya kenapa. hihihihi... PD banget yak, biarin lah. Saya mah positif thingkin aja kalo Anda adl orang yang perhatian sama saya. Huauahahaha... maaf gak ketulungan narsisnya... is OK, seperti biasa yuk mari kita telisik ada apa saja di perjalanan backpaker kita kemarin....

Kita mulai dari stasiun Poncol. Perjalanan ke Pare kami mulai dengan naik kretaa ekonomi Jurusan Bojonegoro seharga 6500 (tertulis di tiketnya). Terdengar sangat menarik karena konon kabar dari temen, bahwa di ekonomi express ini ada pecel yg enak banget dengan harga yang miring. Hahaha, benar sekali, kami menemuinya. Tak pikir panjang lagi, satu pincuk pecel dengan ornamen peyek dan keripik tempe menjadi makan pagi kami. Sexy Food banget!!

Bersama Mbak Rika, Nela dan Cik Heni, kami putuskan utk negebolang ke Pare, dg harapan Survey dan dpt tempat enak saat belajar b.Inggris nanti

Perjalanan kurang lebih sekitar 5 jam. Jangan salah, biarpun kereta ekonomi, fasilitasnya tak kalah dengan kelas bisnis kok. Namun, sejujurnya yg membuat bosan adalah sepanjang 5 jam, mungkin udah puluhan kali berhenti dari stasiun satu ke stasiun yg lain. Tapi, lagi-lagi selalu ada yang menarik dari sebuah proses perjalanan. Ada banyak orang yg bisa kami amati. Kebanyakan yg satu gerbong dg kami adalah mereka para pekerja. Hal ini bisa dilihat dari tampang, warna kulit, cara ngomong dan tangan-tangan mereka yang kebanyakan kekar dan kasar (mungkin). Hahaha...

Ditengah perjalanan naik Kereta, kami menemukan keluarga mungil nan bahagia yg punya anak kembar yg iiihhh luthunnaa :))

Seusai sampai Bojonegoro, kami melewati jejalanan yg begitu lama, kurang lebih butuh 4 jam lagi untuk sampai pare. Dari bebecakan sampai eangkotan bernama ELF kami tunggangi. Bagi Anda yg memang suka bepergian di tempat-tempat asing, siapkanlah lokasi keikhlasan pada hati Anda, kenapa? tau sendiri lah, kita akan menjadi incaran yang empuk sekaligus nyaman bagi mereka para angkoters. Sampai tukang becak pun ikut memanfaatkannya. Maka dari itu, dari awal niatkan aja mbantu, amal, shodaqoh atau infaq biar gak ada lubang dalam hatimu. Heheheh...

di Jatim buanyak bgt angkutan macem ELF. Tapi ati-ati dg kernetnya yg kadang me-mark up harga seketika itu juga kepada orang2 baru dan polos seperti kami :((

3 kali gonta ganti Elf (baca E-lep), dengan biaya @8ribu, satu kali becak dan durasi 4 jam, kami sampai ke kampung inggris yang sudah terkenal seantero raya itu. Rute perjalanan gak udah dijelasin lah ya, karena ribet banget, tar kalo kita ketemu bisa lebih intim membicarakannya. :))

Sesampainya di Pare. Atmosfir Amerika dan Australia, langsung menerpa kami. Semilir nuansa itu semakin terasa bersamaan dengan gerimis dan membasahi kami. Spanduk promosi dan papan-papan nama seakan berteriak memanggil kami dengan banyak tawaran yang menggiurkan. Ada banyak sekali tempat les disana, mulai dari Oxford, Harfard, Mahesa, Marveolus, Smart, Webmetrix, Elfast, buanyak yang lainnya. Semuanya berlomba menunjukkan giginya yang paling baik, agar kami mau menjamahnya dan ikut membaur dalam sistem course yang mereka aplikasikan.

Nela saat nyewa sepeda, Sepeda merupakan alat transport utama anak-anak les disana. Banyak tempat penyewaan sepeda yg rata2 50ribu/bulannya
Suasana salah satu Gang di kampung Inggris Pare. Sepi, masih asri, ini diambil sekitar jam 5.30 :)
ini nih, gerbang kampung inggris yg terkenal itu. Ada puluhan (bahkan mungkin ratusan) tempat menimba ilmu tentang bebahasaan...
Banyak juga areal persawahannya, Jadi suasananya emang masih hijau, seger, asri dan menyenangkan sekali...

Hahaha... exited banget saya. Biaya hidup disana pun relatif murah. itulah mengapa, hati kami banyak terobati, setelah dlam perjalanan tadi banyak yang mengelabui kami dengan banyak me-mark up harga transportasi. untuk makan penyet adalah bekisar 3000 - 6000, itu sudah sama minum. Lalu pagi-pagi kita makan nasi kuning dengan sentuhan telur bulat dan suir, ditambah kentang kriuk, bihun dan timun.ohya, ada lagi teh anget rasa mawar, seharga 6000. Murah kan!! Ohya, kami juga kaget ketika mendapati harga bakso satu mangkok dengan banyak sekali bola dagingnya berharga 3000. Bisa dipastikan harga diri aneka makanan disana emang murah, tapi tak murahan kok!!!

Inilah tempat belajarnya, di teras-teras, banyak sekali yg mengaplikasikan b.inggrisnya utk komunikasi everyday :)
Ada juga yg berarak-arakan membuat sebuah barisan, jalan-jalan pagi dg pakaian seadanya, mereka keliling kampung, study tour ala Pare, everybody speak english!!
Lucunya lagi, ada tempat kursus yg menyelenggarakan senam sehat bersama setiap paginya, wow ramenyaa...

Yang emang bikin kagum lagi adalah ketika pagi-pagi kami bersepeda-pedaan. Ohya, sepeda sewanya adalah 50ribu per 30hari. Puas kan... Sehari kami kena tarif 5rb, mungkin karena bapaknya bingung mau ngasih berapa, masak 1600. Hahaha. Wuiih, sepanjang jalan kami disuguhi anak-anak yang les di teras-teras rumah, berjalan berarak-arakan, sambil mulutnya berkomat-kamit melancarkan prounonciation, vocab, grammer, greeting, chit chat each other. Penampilannya pun luar biasa beda-beda. Ada yg cuma pake boxer dengan setelah kaos ketat, pada pake sarung (pun dibalutkan keaneka ragam tubuh mereka, ada yg dipake di kepala, diselempangkan, buat selimut jalan), macem-macem pokoknya. Jauh dari modis memang, belum pada mandi pasti karen jam pun masih nunjuk ke pukul 05.30. Maka dari itu, kenapa saya pasang status, Loca,crazy,gila!!! Hahaha... Everybody speak english,so many bikes,most of men wear saroong do morning walking,im so exited! #open my mouth :D

Ini nih,,, Kosan yg harganya cuma 5ribu itu perorang...
Ada juga toko-toko kreatifnya :))

Suasana di Pare gak jauh beda sama di tembalang, terutama daerah banjarsari dan bulusan. Yah,, lebar jalannya juga segitu, dilewati bis juga. Rame-ramenya juga, mungkin yang bedain adalah, pengguna jalannya antara yg cinta lingkungan (pake sepeda, jalan, becak) vs mesin (motor, bis, elf dll) adalah 50 : 50.

Aduh, apalagi ya.. mulai kalap saya nulisnya, jadi gak urut dan beraturan lagi. Intinya, kesan pertama kami adalah menyenangkan. Langsung jatuh hati sama Pare dan tak sabar ingin menggeruduk dan bergelinjang di sana. Wkwkwk... How, ikutan gabung kami??!!

Ohya, yang jelas juga, perjalanan kemarin banyak kenangannya... kami mengelilingi banyak kota di Jatim. mulai dari Kediri, Jombang dan Nganjuk. Benar-benar dari Stasiun ke Stasiun. Poncol - Bojonegoro - Jombang - Nganjuk - poncol lagi. Sering nyasar, belanja jajan dan gonta-ganti angkutan.. wkwkwk.. Berkesan....

Minggu, 09 Januari 2011

Goes to Menara 165!!

diambil dari facebook saya sendiri >> Fahmi Sadja on Tuesday, December 28, 2010 at 9:12am


Perjalanan 2 hari kemarin at Menara 165, mungkin akan jadi salah satu memori unforgettable moment. Bagiku pribadi dan salah seorang temenku Miska a.k.a Rizqie, adalah dream come true. Pasalnya kami pernah meminta saat Peringatan 16 Mei lalu, tepat saat kita kesana beramai-ramai, kita berikrar “Someday kita bakal training disini bareng kak Ridwan Mukri!”. Dan, Amazing banget, 25-26 adalah jawaban dari Allah, Subhanallah…

Persiapan yang kurang lebih sebulan, akhirnya menetapkan kami untuk ikut gabung di training SCC. Rizqie, Nisa, Hime, Anin, Abi, Mumun, Tala, si Kembar Deka Tiwi, Rizka, Citra dan Saya sendiri memutuskan untuk merasakan suasana yang lain training di Menara.

Sebelum Berangkat, Pose dulu dooong... :)

Perjalanan spiritual dan menapaktilasi diri sendiripun kami rasakan begitu memukau. Terbukti banyak dari temen-temen bercerita sungguh sangat spektakuler. Versinya memang berbeda-beda. Namun, intinya sensasi dua hari kemarin adalah indah. Tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Sebutlah, momen ini adalah sangat menghujam jantung kami!

Tak terbayang sedikitpun kebosanan saat perjalanan. Biarpun harus menempuh petualangan kurang lebih 10 jam di jalan, toh kami isi dengan penuh canda tawa. Muncullah beberapa bahasan mulai dari kejahatan miska yg sangat difavoritkan Rizqie, kisah cinta Rafi Ahmad vs Yuni Sara, keheranan Tala dan Hime atas kota out of the box Pekalongan, sampai dengan kepopularitasan kata-kata unyu, ea, dan lu fikir yang sangat digemari Anin dan Abi. Selain itu, muncul ide gila dan kocak abis, empet-empetan di mobil! Masya Alloh…

Kreatif buanget,masih ditambah 3 orang di depan...

Ohya, aku sempat mengajak temen-temen mampir ke rumah. Saya paksa mereka makan makanan yang sangat khas di kota kami, yaitu megono. Kebanyakan memang baru pertama kali mengenyam makanan yang terbuat dari nangka muda dicaik-cabik itu. Hahaha, semoga pada kengen dengan makanan itu lagi, so bisa main lagi ke tempatku.

Mampir di Pekalongan, ayo makan megononya...

Mobil yang dinahkodai mas Labib (masnya Hime) melaju dengan kencangnya, akhirnya sampai juga. Kali ini, di Ibukota, ada lagi cerita yang lebih heboh. Ohya, akhirnya kita sepakat untuk menginap di tempat Papahnya Deka dan Mamahnya Tiwi. Kami senang bisa bersilaturrahmi dengan keluarga si Kembar. Baik baget, enak-enak lagi makanannya. Hahaha… Sampai-sampai kita lahap, semuanya habis, apalagi pas pada main UNO tuh, masya Allah…. paginya aja pada meraung-raung nangis gak karuan, malemnya langsung berbalik 180 derajat, ngakak bersorak sorai.

Main UNO menjadi favorit, bahkan pas jln2 ke Pasir Kencana, pun kami tak ingin melewatkan kesempatan memainkannya...

Well, di ruang training juga disuguhi dengan beragam keceriaan dan kegembiraan. Gila, SCC full of game ya!!! Dan senangnya bisa eksis di beberapa kali sesi games dan penampilan. Hahaha tetep,, narsisnya gak ketulungan!! Gimana lagi dong, udah naluriah deh kayaknya.. wkwkwk…

Hari pertama memberikan banyak sekali gambaran tentang pengendalian nafsu melalui Self Controlling. Dimana kita diajak menyelami lautan dalam diri kita dan belajar bagaimana mengolah ombak yang ada dalam diri kita. Hari kedua, menguak potensi yang ada di diri yang harus kita bagi dengan sesama melalui Strategic Collaboration. Apa yang kau beri, maka itu yang kau terima. Mengajarkan bagaimana hidup seimbang, ternyata ada hubungan yang sungguh potensial antara memberi dan menerima. Subhanallah! Orang tak akan pernah jatuh miskin ketika mereka mau menafkahkan hartanya di jalan Allah!!


Dan, banyak lagi ceritanya. Ohya, bisa ketemu lagi dengan temen-temen satu orbit dan satu perjuangan di Indonesia, serasa reoni Munas kedua. Kebanyakan dari temen-temen kemarin yang sempat berkumpul di Semarang, juga hadir di Jakarta. Wow banget pastinya, semoga Allah pertemukan kita kembali suatu saat nanti. Amin!!

Bertemu dg teman2 dr Indonesia Raya merdeka-merdeka...

Sip dah, harapannya, sebagai manusia yang sangat rentan terhadap perubahan atau bolak-naliknya hati, semoga saja Allah tetapkan dan istiqomahkan semangat yang telah menyeruak ini, sampai kapanpun. And gaiz, kalaulah ada taman terindah di dunia ini, momen kemarin adalah salah satu bunga terindah yang menyusunnya…. Ingat temen, mari saling terus mengingatkan. Ketika mulai keluar pada jalurya, ingat lagu Tobatnya Snada, ingat juga Surganya Allah yang dijanjikan, yang katanya kelak kau ingin kesana… =]

Pasti akan kangen ya temen-temen… kayaknya perlu deh kapan-kapan kita ulangi lagi perjalanan bersenang-senangnya, kemana gitu, Bali Mungkin… haahaha…

Senin, 01 November 2010

Magelang I'm Coming : Sebuah Cerpen Kisah Nyata


Minggu kemarin adalah minggu yang tak kurencanakan. Melakukan perjalanan ke bumi bencana Magelang. Kota ini sedang menjadi buah bibir oleh media, baik Koran, majalah, radio lebih-lebih televisi. Bukan karena Borobudur yang sudah dipecat dari 7 wonders, tapi kepulan gegembelan yang muncrat dari gunung merapi yang kokoh berdiri berabad-abad.

Jangan salah, karena kota RSJ ini pun melambungkan nama Indonesia di jagad maya macam twitter. Lewat gerakan #prayforIndonesia, orang sekelas Tom Cruise, pelanggan oskar Jony Deep, penggila jumper Biber ikut urun rembug support doa dan sumbangan untuk bumi pertiwi. Sungguh kejadian alam yang tubi-tubi dialami Indonesia menggemparkan nurani insan dunia.

Bayangkan, pengamatanku mulai ‘engeh’ saat Wasior meluberkan airnya dimana-mana. Kala itu banyak sekali kepala keluarga kehilangan rumah-rumahnya. Dilanjut dalam hitungan beberapa hari, Mentawai diguncang 7,3 SR gempa yang berpotensi Tsunami. Blarr… tsunami benar-benar menepati janjinya untuk datang jika gempa itu sudah lebih dari hitungan 7 SR.

Eits, tak berhenti disitu saja, kini merapi, yang nota bene gunung aktif di Jawa tengah yang juga ikut melambungkan nama tokoh fenomenal Mas Penewu Suraksohargo (Maridjan), muntah berkali-kali. Sampai tadi siang pun aku masih melihat update twitter dari Followingku. Muntahan ini beragam, dari mulai abu vulkanik, bulu domba, dan lava pijar. Masya Allah, astagfirullahaladzim… anak Krakatau pun ikut-ikutan berstatus waspada. Mengerikan!

Perjalanan kami mulai sekitar habis dhuhur. Start dari Mugas, kami berlima sepakat untuk dateng ke Magelang. Bukan untuk kesenangan atau hura-hura, tapi memenuhi amanah teman-teman yang sudah mengkoleksi banyak pakaian bekas, pangan, macam-macam untuk bisa digunakan para korban bencana.

Hati saya sempat was-was dan tak yakin. Bayangan buruk meletup-letup di ubun-ubun. Kalah dengan bau keringat yang mencampur di dalam mobil. Pikiran aneh itu merasuk tanpa alasan. Seakan tak akan bertemu dengan kota lumpia lagi. Lebay, alay memang. Hahaha. Kadang suka parno sendiri kalau mau melakukan hal bertajuk first experience.

Terlebih ketika facebook sudah muali ku update, twitter sudah mulai kukicaukan, komentar mulai membuat ragu-raguku menguat. Namun apa yang bisa kulakukan? Perjalanan sudah melaju sampai separuh jalan. Tak mungkin aku kembali hanya karena perasaan yang tak enak.

Mungkin, kegelisahan ini bisa dirasakan Ibunda yang ada di rumah. Subhanallah, sesaat itupun HPku berteriak, memunculkan nama ‘Ibunda’. Setelah kuangkat, kami mengobrol, beliau maksud dengan apa yang akan ku kerjakan, Alhamdulillah batin terasa tenang. Paling tidak aku sudah minta doa restu dari orang tua.

Sesampai di Magelang, kami berhenti di reramaian. Aku tak tahu tepatnya jalan dimana. Tapi, tiar, abra dan mas ipank sempat menyebut-nyebut kedai. Aku tak yakin itu kedai digital, apalagi kedai yogurt (haha.. mbayar ki, wis tak sebut). Tapi seingatku sebelah tempat kami berkumpul itu, tak jauh ada swalayan bermerk ‘raksasa’.

Bertemu dengan rekan seorbit 165, rasanya hati makin tenang dan mantab. Bahkan aku tak sanggup membendung keinginan ke merapi. ‘cepat, ayo kita berangkat sekarang!”, begitu teriakku dalam hati. Tapi, ternyata kami harus mengulur waktu dulu sampai uang sumbangan ditanganku ludes dan berubah menjadi barang-barang siap terima. Disarankan tak memberi uang untuk para pengungsi, sulit menyalurkannya.

Perjalanan mencari makanan dan barang-barang untuk disalurkan cukup lama. Beberapa kali keluar masuk pasar, merayap satu tempat ke tempat lain. Beli susu, roti, makanan apapun yang bergizi dan siap santap, celana dalam, pembalut wanita, masker, apapun perkiraan yang dibutuhkan. Sampai akhirnya semua terkumpul di bagasi belakang mobil. Kini jumlahnya bertambah banyak.

Oke, setelah semuanya benar-benar ready. Kami melanjutkan perjalanan ke TKP. Sebelumnya kami sempat mampir ke masjid untuk melakukan ibadah sholat ashar. Karena aku sendiri sudah sholat, aku menunggu di luar. Dan, apa yang terjadi, satu mobil bak lewat dengan begitu tergesa-gesa. Membawa pasukan berpakaian serba orange bertutup mulutnya dengan masker hijau. Wajah mereka panik, berteriak ‘minggir’, ‘awas’, terburu-buru. Ternyata mereka baru saja dapat kabar kalau merapi kembali batuk dan mengeluarkan sesuatu dari atas pucuknya. Ya Allah, benarkan keadaan makin parah?

Kami mengikuti jejak para prajurit oranye itu. Menuju penampungan para korban merapi. Kami tka berkunjung ke merapinya langsung. Ternyata yang kami jambangi adalah sebuah sekolahan, SMPN 1 Sawangan. Ada lebih dari 900 jiwa menjubeli sekolahan ini.

Gilaaa, surprise gueee… buanyak banget yang pada ngungsi. Semua wajahnya sangat khas merapi. Kulit dan wajahnya gelap, polos, pribumi sekali. Ya Allah, banyak juga anak-anaknya, lucu-lucu lagi. Anak sekecil itu harus menerima kenyataan tinggal di penampungan? Sedih, mellow ngedrop perasaan ini. Memaksa menyebut Alhamdulillah karena aku masih diberi lebih kemudahan dari pada mereka.

Sempat kutemui si pengungsi yang membawa bayi berumur 6 bulan. Nama anaknya Yoga. Cepat sekali dia akrab denganku. Tidak menangis, malah girang melihatku. Haha, dia tertarik mungkin sama kebundaran bodyku. Sesekali menarik tali masker yang sudah ku belitkan di leher. Sempat juga kugendong, dan mau. Waahahaha, bakat kali ya jadi babysitter.

Sempat kutanya, Ibunya Yoga yang masih muda kelihatannya. Mungkin belasan tahun usianya. Ternyata sudah tiga hari mereka di SMP yang berstandar nasional ini. Tak banyak membawa barang-barang. Semua barang dan harta ditinggal di lereng merapi. Kesian…

Ketika kutanya apa keperluan yang mendesak mesti dipenuhi? Sang Ibu menjawab handuk bayi. Namun, aku tak berani memberikan apa yang mereka minta. Karena memang sudah ada coordinator pengungsian yang mengurusi jatah bagian sendiri-sendiri untuk mereka.

Yang sedikit menarik bagi saya, mirip lebih tepatnya. Banyak bapak usia paruh baya bahkan manula, merokok. Bal-bul sering sekali mereka. Mungkin karena kedinginan atau kebiasaan merokoknya. Tapi tahukah kau, yang dirokok itu apa? Kertas seadanya yang digulung, tak ada tembakaunya. Yang penting ada asap yang disemburkan melalui mulut tuanya. Masya Allah, segitunya ik…

Banyak lagi yang lainnya. Sang kepala sekolah yang sabar menerima keluhan dari para pengungsi, menerima relawan yang sudah sudi membantu dengan tetap tersenyum, sunggu luar biasa. Entah seberapa besar pusingnya pak WES (nama gaul bapak itu). Banyak sekali kekardusan menumpuk di sana-sini. Di dalam dan luar ruangan. Belum ndang dikasih, entahlah menunggu prosedur biar tertib lah mungkin. Dan merata pastinya.

Setelah langit makin gelap, dan mulai turun hujan. Kami memutuskan untuk meninggalkan SMP N 1 Sawangan dengan hati penuh rasa. Gulana karena melihat para pengungsi, tetep wajib bersyukur karena masih dikasih enak sama Allah. Kami tinggalkan, benar-benar dengan hati yang perih, mampu ikut merasakan susahnya menjadi victim alias korban. Sabar ya saudara-saudaraku sebangsa setanah air. Semoga dosa-dosamu berkurang karena penderitaan ini. Semoga merapi pun cepat berlalu bahayanya.

Kamis, 07 Oktober 2010

Bapak, Kau Hebat Sekali!!!


3 Oktober 2010. Ada hari spesial apakah gerangan? Hari itu bertepatan dengan hari Minggu. Hari yang biasa saja menurutku. Namun ternyata ada sejarah yang menorehkan kombinasi tanggal 3 dan bulan November itu.
Malu sebenarnya mengakui kelemahan saya yang satu ini. Kekurangan yang tak kunjung mereda karena terlalu konsisten pada sifat manusia bernama lupa, dan itu salah. Terperanjat mata saya mendapati sms yang masuk menerkam inbox ponsel saya. Reaksi yang saya aplikasikan waktu itu adalah beristigfar. Mengagungkan asma Allah dan mengakui bahwa manusia adalah jauh dari kesempurnaan.
Sebenarnya kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Tragedi lupa yang sangat tidak aku suka ini juga menimpa 2 tahun yang lalu tepat di bulan juni hari ke 17. Saat itu keadaan saya terbilang parah. Kenapa? Karena lupa yang saya tuai waktu itu akibat kesenangan-kesenangan semu menginap di hotel mewah yang punya 5 bintang.
Tak tahu apa yang harus aku lakukan setelah mendapati sms itu. Berpikir sejenak, memandang HP, mengecek pulsa. Kuberanikan diri memencet nomor satu per satu. Harapannya agar aku dapat menyampaikan maksud dari teriakan sms tadi.  
Ketika dari ujung sudah kudengar suara, yang sepertinya aku kenal. Langsung saja ku sapa dengan hangat dan kuutarakan maksudku. Namun, ternyata seseorang yang ingin ku temui masih berada di belakang, begitu katanya. Aku sabar menanti sejenak, dan ketika kudengar dia menyapa dengan suara paraunya, dia berkata, “Hallo, nak!”. Subhanallah, lelaki yang sedang menyapaku ini, kini telah bertambah usianya. Sudah tak muda lagi, beliau telah mampu menapaki hidup selama 68 tahun.
Kuucapkan selamat ulang tahun padanya dengan usaha yang cukup bertenaga. Maklum saja, ayahku sudah merasa kesulitan mendengar suara-suara yang tak begitu keras. Aku tak tahu pasti apakah dia mendengar dengan jelas suara anaknya yang merdu ini. Yang pasti, tanggapan selalu dia omongkan dan terkesan nyambung-nyambung aja.
Ya, ayah… Dia ayahku yang sedang berulang tahun. Seseorang yang juga berjasa dalam membentuk ketegaran dalam hidupku, Kesabaran yang tiada ujungnya, pertahanan emosional yang tanpa batas, peredam amarah dan ego yang begitu jitu. Aku biasa memanggilnya dengan sebutan Bapak.
Aku sadar, bahwa bapak kini tak lagi muda. Betul, usianya kini sudah mulai senja. Bahkan dia dapat bonus lima tahun lebih tua dari nabi Agung Muhammad, Rosul yang kami cintai. Diusia bapak yang sekian, aku merasa belum memberikan apa-apa. Padahal, sudah 23 tahun aku mengenal dan bersama hidup dengan sejuta canda tawanya.
Perasaanku goyah dan sulit tenang ketika aku bertanya, “Pak, pengen hadiah apa?”. Kulontarkan pertanyaan itu dengan suara lantang dan hati-hati. Vibrasi hati semakin mengguncang diri saat dia jawab dengan kata-kata penuh makna emosi. “Cukup doakan bapak, agar sehat, sregep ibadah, dan bertambah hidup lebih baik.” Subhanallah, itukah satu contoh sebuah kepasrahan dan tawadhu’ kepada Allah dari seorang Ayah kepada anaknya ini?
Bapak, apa... apa sebenarnya yang harus aku perbuat untukmu?? Seberapa hebat peluh yang harus kukeluarkan demi membalas semua budi pekerti dan jasa-jasamu? Sekeras tangisan yang seperti apa yang harus kuraungakan dalam doa-doaku agar kau dapat kedamaian di dunia dan akhirat kelak? Sampai berhenti detak nafas, jantung dan nadiku sekalipun, tak kan pernah mampu menyamai kasih, belas dan curahan sayangmu kepadaku, ayah…
maafkan anakmu yang masih nakal ini. Doakan saya ya ayah, agar kelak dapat meneladani sifat-sifat arifmu dan menyalurkannya kepada cucu-cucumu dari darah dagingku. aku menyayangimu seperti aku menyayangi istrimu, semua karena Allah, insya Allah. Bapak adalah ayah paling hebat seluruh dunia. Tak ada saingan bagimu ayah. Untuk semua bapak, ayah dan abi di seluruh dunia, “kau hebat sekali!!!”