Tampilkan postingan dengan label Batik Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batik Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Februari 2011

Kabar Gumbiro dari Teman Seberang (Ahmad Popon Ghufron)

by Fahmi Sadja on Saturday, February 19, 2011 at 9:00am

Sore Pare hari ini sangat terlihat sejuk. Anak-anak ayam bernyanyi begitu riangnya. Semut-semut beriringan dengan sejajarnya dan sangat rapih. Sesapian sore ini pun terlihat begitu sumringah mendapati kandangnya penuh dengan makanan. Ya, lingkungan baru ini membuat saya terasa kembali ke suasana pedesaan. Hahaha…. #nyruput teh

Di tengah kehidupan desa yang tenang, I got sms from my best friend. Sore cerah yang menggairahkan membuat tambah jadi merona ketika kubaca secarik sms itu. Oh my God. Dari Popon. Ada kabar apa kira-kira? Hatiku mengendap-endap tak sabar ingin mengetahui info apa sebenarnya yang diusung popon melalui pesan pendeknya itu.

Mataku sontak terbelalak, dadaku berdegub kencang dan tak sadar mulutku pun ikut menganga kegirangan. Damn it!! Popon menang kuis lagi. How lucky he is. Dia mendapatkan total belasan juta dari hasil keringatnya, mengotak-atik sejuta kreativitas yang ada pada dirinya. Sungguh pencapaian yang fantastis untuk usaha yang tak henti-henti dia lakukan.

Sejatinya aku tak begitu kaget dengan kabar ini. Dia sudah terlalu sering memenangkan kuis-kuis berhadiah atas nama hedonisme. Total duit lah, hadiah elekstronik macam laptop, BB, atau apapun. Pergi wisata keliling Indonesia atau bahkan ke luar negeri, sampai dengan jalan-jalan bareng artis kesayangan, sudah mernah dia kecap. Luar biasa sekali pesonanya yang satu ini. Dia seperti serigala pemburu domba ketika menemui sosok lomba yang berbandrol ‘hadiah besar’.

Sedikit cerita tentang dia. I met him about 8 years old, when I was in senior high school. Kami bertemu dalam rencana Tuhan yang tak kami ketahui. Makanya aku sebut itu sebuah kebetulan. Kami sama-sama sedang melakukan registrasi untuk masuk sekolah favorit nomer satu di kota kami. Kami tak pernah menyangka obrolan kami waktu itu akan berlanjut ke dalam sebuat hubungan persahabatan yang keren seperti sekarang ini (how PD I am, hahaha).

Kami berdua tentu berbeda. Dia memang punya segudang kreatifitas yang tak akan pernah mati. Hati yang penuh kejolak dan ambisi menebas semua impian dan cita-citanya. Nekadnya juga bisa dibilang kelewat batas bahkan hampir memutus rasa malunya melakukan apapun. Artinya dia berani malu untuk sesuatu yang menurutnya worth it. Sungguh sebuah ideologis yang diluar jangkauan sang pesimistis.

Kreativitasnya pernah juga dia tampilkan dalam sebuah pagelaran bernama kabaret. Aku adalah salah satu korban langganannya. Setidaknya 2 kali kita mentas pertunjukan kabaret. Aku paling sering dia ajaknya untuk melakukan kegilaan itu. Memerkan tingkah polah kita tanpa malu-malu. Jadi apapun itu, orang bloon, penjahat atau peran apapun aku lakoni. Ternyata dari sini dia berjasa menerpa sedikit demi sedikit rasa kurang PD ku untuk tampil di atas panggung. Ide brilliant ini pun lambat laun menjadi budaya tersendiri di setiap perpisahan SMA kami. luar biasa.

Masih juga kuingat ketika CD demi CD, kaset demi kaset kami rangkai hingga membentuk sebuah alunan musik yang berirama cantik. Diselipkan beberapa suara dan dialog sesama, sehingga membuat feel pertunjukan kian pas manakala mulut ini bercuap-cuap lipsing. Hahaha… ingin tertawa rasanya mengingat memori-memori itu. Sungguh cara yang sangat primitif dan konfesional. Tapi, sekali lagi dia pun menjadi guru merangkai suara-suara itu hingga aku kini bisa membuat drama radio dengan cara yang lebih modern dan eleghan. Hehehhe… #pamer dikit gapapa dooong

Hingga pada suatu masa dia benar-benar menunjukkan tajinya. Banyak sekali hasutan-hasutan yang dia tanamkan kepadku. Berjualan menu buka puasa dan es-es di jalan raya,  ikutan duta wisata, memproduksi sebuah film dan hal-hal memalukan lainnya. Hahaha, tak kupungkiri bahwa urat Maluku pun ikutan putus ketika dekat-dekat dengan makhluk yang satu ini. Unik, nyentrik, suka bikin orang tertarik, polahnya menggelitik, punya segudang trik untuk membuat sesuatu yang asik.

Imajinajisnya yang berada di ambang batas khalayan mampu dia rubah menjadi kenyataan pasti. Kepandaiannya me-maintain kobaran semangat di dalam dada sungguh terus meledak-ledak. Bahkan ketika serangannya terpatahkan oleh keputusan juri-juri lomba, semangat itu berubah dua kalilipat bahkan bisa sampai hingga diatas nalar. Rasa penasaran memecahkan reward menjadi segala-gala dan segila-gilanya bagi dia. Luaarrrr biasa.

Ahh, entahlah apalagi yang hendak dia rencanakan setelah ini. Aku yakin akan banyak kesintingan lain yang diperbuatnya. Sang maestro kuis tak akan pernah menyerah dan terus akan berkelana dari satu lomba ke lomba lain. Stage nya akan terus merambah naik hingga tinggi sampai ke awan. Seperti daun yang selalu menuju ke arah cahaya.

Hati-hati buat para Panitia lomba apapun itu. Engkau akan menjadi mangsa paling empuk untuknya. Semakin hadiah itu menggiurkan, semakin gairah itu akan memuncrat…. Hahaha…

ini juga foto pernah menang di Pepsoden dan nangkring di jalan Gajah Mada Semarang.. Kaget aku melihat sosoknya ketika itu.. hahhaha

Minggu, 09 Januari 2011

Goes to Menara 165!!

diambil dari facebook saya sendiri >> Fahmi Sadja on Tuesday, December 28, 2010 at 9:12am


Perjalanan 2 hari kemarin at Menara 165, mungkin akan jadi salah satu memori unforgettable moment. Bagiku pribadi dan salah seorang temenku Miska a.k.a Rizqie, adalah dream come true. Pasalnya kami pernah meminta saat Peringatan 16 Mei lalu, tepat saat kita kesana beramai-ramai, kita berikrar “Someday kita bakal training disini bareng kak Ridwan Mukri!”. Dan, Amazing banget, 25-26 adalah jawaban dari Allah, Subhanallah…

Persiapan yang kurang lebih sebulan, akhirnya menetapkan kami untuk ikut gabung di training SCC. Rizqie, Nisa, Hime, Anin, Abi, Mumun, Tala, si Kembar Deka Tiwi, Rizka, Citra dan Saya sendiri memutuskan untuk merasakan suasana yang lain training di Menara.

Sebelum Berangkat, Pose dulu dooong... :)

Perjalanan spiritual dan menapaktilasi diri sendiripun kami rasakan begitu memukau. Terbukti banyak dari temen-temen bercerita sungguh sangat spektakuler. Versinya memang berbeda-beda. Namun, intinya sensasi dua hari kemarin adalah indah. Tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Sebutlah, momen ini adalah sangat menghujam jantung kami!

Tak terbayang sedikitpun kebosanan saat perjalanan. Biarpun harus menempuh petualangan kurang lebih 10 jam di jalan, toh kami isi dengan penuh canda tawa. Muncullah beberapa bahasan mulai dari kejahatan miska yg sangat difavoritkan Rizqie, kisah cinta Rafi Ahmad vs Yuni Sara, keheranan Tala dan Hime atas kota out of the box Pekalongan, sampai dengan kepopularitasan kata-kata unyu, ea, dan lu fikir yang sangat digemari Anin dan Abi. Selain itu, muncul ide gila dan kocak abis, empet-empetan di mobil! Masya Alloh…

Kreatif buanget,masih ditambah 3 orang di depan...

Ohya, aku sempat mengajak temen-temen mampir ke rumah. Saya paksa mereka makan makanan yang sangat khas di kota kami, yaitu megono. Kebanyakan memang baru pertama kali mengenyam makanan yang terbuat dari nangka muda dicaik-cabik itu. Hahaha, semoga pada kengen dengan makanan itu lagi, so bisa main lagi ke tempatku.

Mampir di Pekalongan, ayo makan megononya...

Mobil yang dinahkodai mas Labib (masnya Hime) melaju dengan kencangnya, akhirnya sampai juga. Kali ini, di Ibukota, ada lagi cerita yang lebih heboh. Ohya, akhirnya kita sepakat untuk menginap di tempat Papahnya Deka dan Mamahnya Tiwi. Kami senang bisa bersilaturrahmi dengan keluarga si Kembar. Baik baget, enak-enak lagi makanannya. Hahaha… Sampai-sampai kita lahap, semuanya habis, apalagi pas pada main UNO tuh, masya Allah…. paginya aja pada meraung-raung nangis gak karuan, malemnya langsung berbalik 180 derajat, ngakak bersorak sorai.

Main UNO menjadi favorit, bahkan pas jln2 ke Pasir Kencana, pun kami tak ingin melewatkan kesempatan memainkannya...

Well, di ruang training juga disuguhi dengan beragam keceriaan dan kegembiraan. Gila, SCC full of game ya!!! Dan senangnya bisa eksis di beberapa kali sesi games dan penampilan. Hahaha tetep,, narsisnya gak ketulungan!! Gimana lagi dong, udah naluriah deh kayaknya.. wkwkwk…

Hari pertama memberikan banyak sekali gambaran tentang pengendalian nafsu melalui Self Controlling. Dimana kita diajak menyelami lautan dalam diri kita dan belajar bagaimana mengolah ombak yang ada dalam diri kita. Hari kedua, menguak potensi yang ada di diri yang harus kita bagi dengan sesama melalui Strategic Collaboration. Apa yang kau beri, maka itu yang kau terima. Mengajarkan bagaimana hidup seimbang, ternyata ada hubungan yang sungguh potensial antara memberi dan menerima. Subhanallah! Orang tak akan pernah jatuh miskin ketika mereka mau menafkahkan hartanya di jalan Allah!!


Dan, banyak lagi ceritanya. Ohya, bisa ketemu lagi dengan temen-temen satu orbit dan satu perjuangan di Indonesia, serasa reoni Munas kedua. Kebanyakan dari temen-temen kemarin yang sempat berkumpul di Semarang, juga hadir di Jakarta. Wow banget pastinya, semoga Allah pertemukan kita kembali suatu saat nanti. Amin!!

Bertemu dg teman2 dr Indonesia Raya merdeka-merdeka...

Sip dah, harapannya, sebagai manusia yang sangat rentan terhadap perubahan atau bolak-naliknya hati, semoga saja Allah tetapkan dan istiqomahkan semangat yang telah menyeruak ini, sampai kapanpun. And gaiz, kalaulah ada taman terindah di dunia ini, momen kemarin adalah salah satu bunga terindah yang menyusunnya…. Ingat temen, mari saling terus mengingatkan. Ketika mulai keluar pada jalurya, ingat lagu Tobatnya Snada, ingat juga Surganya Allah yang dijanjikan, yang katanya kelak kau ingin kesana… =]

Pasti akan kangen ya temen-temen… kayaknya perlu deh kapan-kapan kita ulangi lagi perjalanan bersenang-senangnya, kemana gitu, Bali Mungkin… haahaha…

Kisah Ibu dan Sepatu

diambil dari Facebooknya Fahmi Sadja on Wednesday, December 22, 2010 at 10:21pm


Sebelum tidur dan bermimpi indah... Mari kita lihat cerita yang berikut ini. Cerita yang saya tulis ulang dengan sentuhan dramatisasi sedikit, agar semakin enak dinikmati. Cerita yang saya dapat dari pendengar Imelda bersama Ibunya tepat di hari Ibu tadi pagi. Beliau cerita sampai nangis, patner siaran saya pun ikut2an nangis, dan beberapa pendengar lainnya pun nangis... Mendengar kasih putih yang begitu tulus yang Ibu berikan kepada setiap anak-anaknya... Subhanallah....

cerita dari Ibu Susi yang juga memenangkan program a confession on a mother's day.....

Alkisah, beberapa tahun yang lalu. Aku beserta 8 saudara lainnya hidup dalam rumah yang penuh kedamaian. Rumah kami tak semewah rumah-rumah kebanyakan. Ya, kami memang bukan dari keluarga berada. Orangtua ku pun bekerja serabutan. Sedangkan Ibuku membuka sebuah warung gerobak di depan rumah. Meski pun demikian, Ibu ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang layak untuk masa depan.

Suatu saat, aku mendapati sepatuku robek di bagian depan. Sepatuku rusak hampir tak berbentuk lagi, bahkan jari-jari kakiku kelihatan meskipun sudah beberapa kali dijahit. Aku malu berankat ke sekolah dengan keadaan sepatu seperti itu. Apa kata teman-temanku nanti? Sudah cukup aku terima cacian tentang kemiskinanku dari teman-teman. Jika ditambah lagi karena sepatu usangku ini, pasti aku tak akan tahan menerima hujaman cibiran dari teman-teman sekolah.

Akhirnya pagi itu, aku meminta kepada Ibuku untuk dibelikan sepatu baru. Aku mengerang-erang dan memaksa ibu agar memenuhi permohonanku. Aku pojokkan dia, omel-omelin dia, sampai dia mau mewujudkan keinginan untuk memiliki sepatu baru. Namun, reaksi ibu sungguh membuatku semakin muntab. Dia berkilah, memasang wajah memelas, berusaha membuatku tenang dan mempercayai janji-janji palsunya.

Namun, aku tak menyerah untuk mewujudkan misiku mendapat sepatu baru. Aku mengancamnya tidak akan bersekolah lagi jika sepatuku belum baru. Aku akan terus menangis dan merengek seperti ini jika ibu tak juga mewujudkannya. Aku sungguh-sungguh punya seribu alasan agar ibu terpojok sehingga tak bisa lagi melarikan dari dari jeratan keinginanku.

Pikiran jahatku pun muncul seketika itu, aku mempuyai inisiatif. Aku ambil silet yang ada di kamarku bekas untuk meruncingkan pensil. Dengan sekuat tenaga aku silet-silet sepatu busukku itu agar tak berbentuk lagi. Coba kita lihat, apa ibu masih tega membiarkanku memakai sepatu butut itu.

Melihatku mencabik-cabik sol sepatu itu, Ibu hanya terdiam dan meninggalkanku sendirian di ruang tamu. Dia palingkan wajahnya sembari membereskan dagangan kami yang belum satupun terjual. Ibu pergi entah kemana. hatiku puas, karena ibu pasti akan menyesali telah tidak memenuhi permintaanku.

Sore hari setelah aku terbangun dari tidur karena capek seharian meraung-raung. Aku melihat dari kejauhan ibu berlari-lari kecil mendekatiku. Dengan wajah yang sangat sumringah (aku masih teringat senyuman lebar itu), ibu membawa bungkusan yang dia dekap dengan kencang. Setelah memanggilku dengan terengah-engah karena kelelahan, ibu menyodorkan bungkusan itu.

Perlahan kubuka bungkusan itu, kudapati sepasang sepatu cantik ada di genggamanku sekarang. Sepatu yang aku inginkan telah ada di tanganku sekarang. Namun, dalam hitungan beberapa detik saja, aku merasakan lemas yang luar biasa. Hatiku kelu, bibirku kaku, pikiranku pun kalut. Aku sedih dan merasa menjadi orang paling jahat hari ini.

Ibu, wanita paling baik sedunia. Dari mana dia dapatkan uang untuk membeli sepatu bagus ini? untuk makan sehari-hari saja kadang susah, namun ibu penuhi buatku. Dia lakukan apapun untuk kebahagiaan anak-anaknya. Tak pantas perlakuanku hari ini padaku Ibu. Rengekanku kau balas dengan senyuman manismu karena sudah membelikanku sepatu. Siletan-siletan tajam tadi, kau balas dengan sekaan keringat pada wajah mungilku. Ibu maafkan aku ibu....

Aku tak bisa menahan tangisku, aku peluk dan mohon ampun kepada ibu saat itu juga. Aku menyesal telah membuat ibu susah....

Gaiz... aku rasa, Ibu temen2 pun adalah yang terbaik dari siapapun mahluk di dunia ini. Dia adalah guru terbai sepanjang masa. Yang mengajari kita bertahan, tidak cengeng, perhatian dan saling santun. Ibu adalah keharuman bagi setiap mawar di atas tangkai-tangkainya... Kesejukan untuk setiap embun yang menyapa di pagi buta.... Dan, kelembutan yang membuat bulan selalu bersinar indah....

Selamat Hari Ibu, We love u ibu... :)

Selasa, 26 Oktober 2010

Rahasia Jeniusnya si penemu teori Big Bang : Hawking


Wahh… saya nemu artikel hebat nih. Semoga bermanfaat buat Anda-anda yang telah menemukan blog saya ini. Kisah heroic seorang ilmuan ternama, yang sungguh sangat berjasa untuk semua orang. Karena teori dan jasa beliaulah, banyak orang yang akhirnya meyakini kebenaran secara ilmiah (padahal udah ada di kitab suci juga sih : Al Quran) bahwa awal mula penciptaan bumi adalah melalui ledakan yang teramat sangat dahsyat, membuncah, membahana, spektakuler, bombastis, amazing, awesome dan hebohh banget-banget. Yaitu teori Big Bang!!!

Guys, apakah anda mengenal steven Hawkings? Dia adalah astrofisikawan terkemuka dunia , yang menelurkan teori-teori hebat. Dia juga nekat mengeluarkan pernyataan kontroversial : tentang Tuhan dan alien. Hahaa.. hebat juga nih bapak, daya imajinajisnya sangat dahsyat dan membumi. Wkkwkwk…

Tahukah anda teman-teman, ternyata orang sejenius Hawkins, dahulu ketika anak-anak tidak begitu pandai. Dia baru bisa membaca ketika berusia 8 tahun, bahkan kemampuan akademisnya pun tak begitu bagus. Jiaaahh, berarti aku lebih hebat dong ya… secara, TK aja udah bisa baca, paling nggak baca tulisan nama sendiri.

Kakak perempuannya , Philippa, justru bisa membaca sejak berusia empat tahun. Hawking mengaku, Pekerjaanya di kelas berantakan. Tulisan tangannya mirip cakar ayam, sampai-sampai membuat guru-gurunya frustasi. Wow, terlihat orangnya sangat urakan dan bebas banget yak. Udah jago ngerjain guru dari dulu.

Tapi, aneh bin ajaibnya, teman-teman sekelasnya justru memberikan julukan kepadanya, ‘Einstein’, tentu saja julukan ini diambil dari seorang ilmuan besar, Albert Einstein. Aku yakin ini adalah salah satu bentuk penghinaan teman-temannya ke Hawking. Udah terlihat banget sebenarnya Hawking menderita, pasti dia berdoa di dalam hatinya agar bisa benar-benar jenius kaya Einstein.

Ketika hawkings akhirnya berhasil memperoleh gelar dari Oxford University, Hawking mengaku saat itu ia tak bersungguh-sungguh. Jujur, tiap harinya dia hanya mengalokasikan waktu sejam untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Masih mending sejam sehari sekali, gua nggak yakin juga mahasiswa sekarang meluangkan waktu untuk bener-bener focus sejam, belajar aja.

Sungguh di luar dugaan bukan? Lalu kapan Hawking menjadi sangat jenius??

Titik balik hidup Hawking terjadi di usianya yang ke-21 tahun (sial, tuaan gue dong sekarang). Saat itu, ia diberi tahu, bahwa hidupnya mungkin tinggal beberapa tahun lagi. Inilah yang memacunya menjadi lebih produktif. Saat diberi tahu akan mati muda. Tiba-tiba sangat banyak yang ingin dilakukannya saat-saat terakhir. Cieee… tobat nih ceritanya.. hehehe

Justru saat tak berdaya, masa-masa menghadapi kemungkinan mati muda adalah periode emas bagi Hawking. Ia bangkit, berjuang, produktif sebagai ilmuwan, hingga membawanya ke penemuan dua teori besar, yakni Big Bang dan Black Hole.

Hawking adalah penderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Itu adalah penyakit yang menyerang syaraf motorik, sehingga menyebabkan otak penderita tidak dapat memberikan perintah kepada otot untuk bergerak. Tak seperti penderita ALS lainnya, ia mampu bertahan hidup lebih dari lima tahun . bahkan lebih itu. Wahhh, serem juga penyakitnya.

Awal menderita penyakit itu, Hawking jelas stres. tapi , Hawking tak pernah menyesal.  Sebelum mengidap penyakit itu, hidupnya sangat membosankan, tidak ada hal yang berguna yang dapat dilakukan. Tetapi, keadaanya yang terbatas secara fisik seperti sekarang, justru membuatnya merasa lebih bahagia. For your information aja nih, Hawking telah melewati harinya diatas kursi roda lebih dari 45 tahun. Masya Allah, gue aja duduk di kursi dua jam udah nggak kuat. Langsung ambeyen, susah pup. Salut buat Hawking, sabar banget.

Haduuuh, tapi buat kita yang masih diberikan hidup bagus oleh Allah, kadang emang suka nggak tau diri yak. Hidup bukannya dibuat lebih manfaat, tapi malah dipake buat hal-hal yang hanya bisa menyenangkan diri sendiri aja. Mungkin si Hawking ini memang sudah menerapkan pepatah atau nasehat bijak yang sering banget saya denger:

Beribadahlah (berbuat baik) sebanyak-banyaknya seakan-akan engkau mati besok, Bekerjalah (cari duit) sekeras-kerasnya seakan-akan engkau hidup selama-lamanya.

Subhanallah banget deh buat si Hawking ini. Kalian tertarik pengen sukses juga?? Kalo begitu bayarlah kepada dokter untuk mengatakan padamu bahwa kau akan segera mati, karena menderita penyakit cakep kronis. Kau akan mati ditimbun ribuan orang-orang karena ngefans banget sama kamu. hwkakakkakaka

Senin, 27 Juli 2009

Sekali Lagi (untuk kesekian kalinya), Maafkan Aku Ibu!

17 Juli, 57 tahun yang lalu, lahirlah sosok perempuan tangguh pencetak sejarah. wanita yang tak kenal lelah, kebal terhadap kritikan bahkan cacian. seseorang yang mengajarkan bagaimana cara mencintai. dialah IBU.

kemarin, saya dapet tugas dari kantor untuk mengikuti lokakarya di hotel patra jasa. wahh, jarang2 banget kan nginep di hotel. pagi itu, harusnya saya ada jadwal siaran, namun terpaksa nggak siaran karena sesi jumat kemarin pendek. akhirnya, sebelum sesi, pagi-pagi sekali saya terbangun. seolah ada yang membangkitkn dari tidur yang nyenyak sekali di atas kasur yang empuk sekali yg pernag kutiduri.

"kenapa bangun sepagi ini?? aku tak siaran, harusnya bangun siang pun tak masalah bukan?" pikirku dalam hati. ada apa? apakah karena sudah kebiasaan bangun pagi, jadi tanpa direncanakan pun bisa dengan suksesnya bangun sendiri. tidur lagi pun sebenarnya bisa, tapi kenapa pagi itu, setelah sholat subuh pun sulit buat tidur lagi.

ah sudahlah, aku nonton tivi saja. oh tidak, gimana kalo mainan HP. online. ya, main HP sambil nonton tv. tapi, nggak mau OL ah, sms an aja. tapi, sama siapa, sepagi ini?? tapi, entah kenapa, pengen banget SMS an, ato telpon, tapi ke nomor siapa???

begitu begini saja sepanjang pagi menuju sarapan. waaaahhhh... makanan di hotel emang OKs banget jeee... terjejer beberapa makanan yang mewah banget buat anak kost. 3 hari ini memang amazing banget. bener2 ngerasa'in jadi orang kaya. Ingin seperti ini dulu. 1 bl lagi aja. Biar bisa tau, gimana rasanya merana, sakit, tak nyaman dan tersiksa. =]

sesi terakhir dari lokakarya pu dimulai.sejam pertama ada yang telpon, terpaksa keluar sebentar. 15 menit setelah menutup telepon, datang lagi satu panggilan. keluar lagi. 30 menit kemudian tibalah satu sms masuk ke inbox saya. satu sms dari omor yang sangat saya kenal berteriak seperti ini :

ANAK-ANAKKU YANG KUSAYANGI, IBU MINTA MAAF SAMPAI DI USIA 57 INI BELUM DAPAT MEMBAHAGIAKAN KALIAN, NAMUN DOA TIADA HENTI, HARAPAN IBU DOAMU SANGAT IBU DAMBAKAN. SEMOGA ALLAH SELALU MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN DUNIA AKHIRAT. AMATILAH BAPAK IBU YANG SUDAH LEMAH INI, ALLAH MENSEJAHTERAKAN DAN MELINDUNGIMU SELALU, KABULKANLAH. AMIN.



astagfirullahaladzim... ibu hari ini ulang tahun. jum'at 17 Juli 2008. bahkan rencana dari dua hari sebelumnya pun lupa. Allah benar2 menunjukkan kelemahan kita sebagai manusia. 2 hari lalu, saya berencana jadi yang pertama untuk sekedar mengucapkan, "ibu, selamat ulang tahun, terimakasih ibu..." terlupakan begitu saja. tercengang.. terguncang.. terkoyak...

itukah pagi yang tak nyaman, itukah kebingungan "nomor mana yg hendak ku telepon/ sms?". sungguh, sungguh, manusia begitu lemah!!!

mungkin ibu sakit (hati), karena sedari pagi,bungsu nya ini pun lupa, hari kelahiran ibundanya. sungguh terlalu. Ibu, maafkan anakmu ini. sekali lagi (untu sekian kalinya) maafkan kami ibu... toh, ibu tak merasa tersakiti, justru ibu yang memohon maaf ke anak-anaknya, berdalih belum bisa membahagiakan.

apanya yang belum membahagiakan ibu???? kau sudah lebih sangat lebih dari kebahagiaan apapun di duia ini. mengenalmu, dilahirkan lewat rahim sucimu, mengenal bagaimana mencintai dan dicintai, sekolah sampai lulus, kebutuhan setiap hari kau penuhi. pantas kah kami un bilang, "ibu, kau belum membahagiakanku!!!" tak mungkin sungguh tak mungkin ibu....

ibu selalu saja memberi,
kasih sayangnya begitu tulus,
sepanjang usia....sampai kapan pun..
terimakasih Allah, kau kirimkan malaikat, teladan terbaik...
dari kesederhanaan ibu, ku belajar ketulusan memberi
dari ketulusan ibu, ku belajar mencintai
dari cinta seorang ibu, aku pun belajar mencintai...
mencintai MU...

berikan yang terbaik untuk ibu ya Allah,
aku pesan tiket VVIP untuk ibu, di surga!!!
please, ya Allah... tempatkan Ibu di tempat terbaik-MU!!!
agar lengkap kebahagiaan Ibu,
satu tiket lagi disebelahnya, untuk Bapak ya Allah...
kabulkan.. kabulkan ya Allah...

Kuingin Melihat Surga itu di Telapak Kakimu, Ibu


ada surga di telapak kakimu, betapa besar arti dirimu
buka pintu maafmu, saat ku lukai hatimu

ada surga ditelapak kakimu, lambangkan mulianya dirimu
hanya lewat restumu, terbuka pintu ke surga

kasih sayang mu begitu tulus, kau cahaya di hidupku
tiada seorang pun, yang dapat menggantimu ….

Untukmu, Ibu …

(by Gita Gutawa)

bagus nian lirik lagu ini, seakan mengisahkan sosok malaikat berhati lembut, tak kenal putus asa, penyemangat abadi, bernama Ibunda. setiap orang pastilah punya ceritanya masing2 mengenai Ibundanya. sosok spesial, pembangun jiwa, peretas kegundahan, pelengkap kebahagiaan dan apapun itu.

apa yang kau ingat dari ibumu???

setiap pagi, waktu itu saya mulai biasa pakai seragam sejak TK, ya saya ingat betul saat itu. Ibu tak pernah absen menyajikan masakan terbaiknya untuk kami, anak-anaknya. beliau tak kan pernah mengijinkan kami keluar atau berangkat sekolah sebelum makanan-makanan itu terjamah.

perjuangan ibu memasak makanan memang boleh dikatakan hebat. dia wanita karir, seorang guru. mengajar beberapa kelas dan diserahi jabatan wali kelas, saat itu. dengan waktu pagi yang sangat singkat, Ibu mampu menyulap meja makan yang tak bertuan menjadi sebilah hidangan yang menawan.

memang, masakannya tak selezat masakan warung sebelah, atau restoran kegemaran Uda Faisal. semur telur dan sayur asem, andalan yg menghujam hingga ke isi perutku. namun, saya merasakan cintanya di setiap taburan garamnya, perhatiannya berasa kental dari kecap yang ia sematkan, rasanya bukan hanya lezat, tapi juga nikmat.

pernah, waktu itu SMA, pagi hari yang menghebohkan. kesiangan pula. bermaksud untuk langsung berangkat dan datang tepat waktu sekolah, namun semuanya berakhir pada keributan yang membuat saya tak kuasa menahan air bah dari mata. (hehehehe... pilihan kata yang hiperbolis, sungguh)

"dimakan dulu sarapannya!", Ibu menyadari aku hendak hengkang dengan motor.
"g usah deh bu!!", serbuku dengan sergap.

ternyata, jawabanku itu memunculkan berbagai rentetan perbincangan yang panjang. keributan yang justru memperlama jatah perjalanan ke sekolah. dan membuat ibuku marah.

"nggak menghargai, Ibu udah nyiapin, apa susahnya sih makan dulu!! dari pada jajan, duitnya kan bisa buat yg lain", begitu katanya dengan nad mulai melemah, dan berkaca.

terhenyak dan tercengang...
ya Allah, sakitkah perasaan ibuku tadi?? kenapa aku tega?? jawaban tadi keluar begitu saja tanpa kusensor. marahkah ibu? akankah dia mengutukku laiknya malin kundang? penyesalan seakan mengepungku! aku menyerah. aku kalah. aku, tak sadar mengeluarkan bulir-bulir (pinjem kata2nya mbak cicay) air dari mata yang sempat tegang tadi.

sebagai ganjarannya, perjalanan dari rumah ke sekolah pun jadi luar biasa. kenapa saya bisa menangis sepanjang perjalanan. tanpa berhenti aliran tangis ini. sampai pakiran di sekolah pun masih terasa lembab di pipi. ya, sungguh menyesal...

ada surga di telapak kakimu, betapa besar arti dirimu
buka pintu maafmu, saat ku lukai hatimu

ada surga ditelapak kakimu, lambangkan mulianya dirimu
hanya lewat restumu, terbuka pintu ke surga

kasih sayang mu begitu tulus, kau cahaya di hidupku
tiada seorang pun, yang dapat menggantimu ….

Untukmu, Ibu …

maaf ya bu, bahkan dari kemarin pulang, saat kembali ada aktivitas pagi menyapa. ibu pun masih setia menyiapkan sarapan untuk saya. itu dia lakukan terus dan terus, lebih dari sepanjang umur saya. ibu begitu sayang pada anaknya, sehingga tak akan mengijinkan anaknya kelaparan.

kasih sayangmu sungguh luar biasa, Pancaran dari Ar Rohman, Ar Rohim. kini, tak ada lagi alasan untuk tak yakin kepada NYA. karena kasih sayang Ibu adalah penyambung lidah dari kasih sayang Allah SWT. kini, msih beranikah kita berkata, "Allah tak adil"??? "Allah tak mengerti aku"??? "Hidup ini kejam"!!! apapun itu!!!

bukan matamu yang tak melihat,
bukan telingamu yang tak mendengar,
bukan pula kakimu yang tak melangkah,

namun, hatimu, yang buta, hatimu yang buta di dalam dada....

Selasa, 30 Juni 2009

Semakin Tua, Semakin Cepat Tutup Usia =]


kayaknya udah terlambat banget ya untuk mengucapkan say thanks buat teman, rekan, sahabat semuanya yang sudah ikut mendoakan saya, pas kemarin ulang tahun. kaget, terharu juga, wah.. kok pada niat sih kirim2 sms, atau nulis di wall, ngucapin ulang tahun. terimakasih bgt pokoknya....

semoga doa temen2 bisa dikabulkan dan diberkahi Allah, dan semoga dilipat gandakan balasannya dari Allah... wah... nggak terasa udah 22 tahun saya menapaki bumi Allah yang indah ini, sungguh waktu yang sangat cepat berjalan....

bersyukur karena bisa mencapai angka 22, tapi was-was juga karena kenyataannya jatah usia udah makin menipis. saya (anda juga saya yakin) nggak tau kapan ajal itu akan tiba. itu menjadi rahasia yang sangat dijaga ketat oleh Allah. paling tidak ada beberapa alasan, (saya menemukan ini dari sumber yang insya Allah bisa dipercaya).

kenapa Allah merahasiakannya,

1. agar kita tidak cinta dunia
bayangin aja kalo kita udah tau umur kita seberapa, bisa dipastikan kita bakal tobat pas deket2 waktu sebelum mati. nggak lucu banget dong... ada satu perkataan Rasulullah yang menampar saya banget (masih saya ambil dari sumber ; ceritakan.com) Rasulullah SAW bersabda, “Dunia itu penjara bagi orang Mukmin dan surga bagi orang kafir”. Dan sabdanya pula, “Dunia itu terkutuk. Terkutuklah apa yang ada di dalamnya kecuali yang ditujukan kepada Allah.” waaahhh... padahal, sejatinya manusia nggak bisa dilepaskan dari urusan dunia, dunia, dan dunia. harta lah, wanita lah, tahta lah...

2. agar kita tak menunda amal
saya jadi inget salah seorang temen bercerita, buatlah harimu 'tiada hari tanpa beramal'. dia bercerita tentang trening kepribadian yang diikutinya, setiap hari trainer itu mencoba berbagi minimal 10nasi bungkus kepada sesama yang membutuhkan. bagaimana dengan kita yang belum cukup mampu untuk mengeluarkan uang sebanyak itu?? ternyata toh amal itu bisa kita kerjakan lewat pekerjaan yang sekarang kita jalani. bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga peduli dengan orang lain. contoh paling gampang, mungkin sebagai mahasiswa = ngelesi anak2 jalanan yang sliwar-sliwer nggak karuan di jalan. hehehe...

3. agar mencegah maksiat
ternyata mencegah maksiat sama juga dengan jihad lho. nggak perlu aneh2 ikut2an ke palestin kan... karena ternyata kita Jihad untuk diri kita sendiri. misal nih mencegah diri dari apa yang syubhat, syahwat, laknat, murtad, dan banyak lagi contohnya ya...
bagus nih kata-kata ini:
"Meninggalkan maksiat adalah perjuangan, sedang keengganan meninggalkannya adalah pengingkaran. Maka, untuk menghindari maksiat, tidak lain dengan menemukan jalan keluarnya, dan satu-satunya jalan keluar adalah ketaatan dan menempatkan diri pada pergaulan yang dapat terhindar dari panggilan dan godaan hawa nafsu itu sendiri."

4. menjadi pribadi cerdas
Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah yang merendahkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sementara orang bodoh adalah orang yang mengikuti diri pada hawa nafsunya dan berharap kepada Allah dengan angan-angan kosong.”
Hanya orang yang cerdaslah yang tahu bagaimana mempersiapkan mati. Mereka tahu bagaimana merubah yang fana ini menjadi sesuatu yang kekal.
Misalnya, bagaimana caranya gaji yang fana ini bisa berubah menjadi kekal? Maka caranya adalah dengan mengeluarkan sebagian atau semuanya kalau memungkinkan dari gaji itu untuk tabungan akhiratnya. Dan ini merupakan investasi kita untuk masa depan kita juga.

heheheheh.... sharing aja lho, bukan maksud menggurui, siapa tahu bisa jadi tambahan informasi tho... semoga kita semua dijauhkan dari kemaksiatan dunia ya...

sekali lagi terimakasih buat temen2, maaf kalo nggak ad acara traktir2an, malu ah kalo kita makan2 sementara banyak sodara kita diluar sana yang lebih membutuhkan. hahaha.. tapi, buat temen2 yang udah terlanjur tak traktir, yawis, nggak usah ngomong2 ah, rahasia ya...

semoga, di umur kita yang masih tersisa ini, kita bisa berlomba2 lagi dalam menuju kebaikan. saya yakin agama mana pun pasti sepakat untuk selalu menganjurkan kebaikan.

'Allah mengilhamkan, sukma kefasikan dan ketaqwaan. beruntung bagi yang mensucikannya, merugi bagi yang mengotorinya."

Rabu, 06 Mei 2009

apa sebenarnya identitasmu???


dua hari kemarin, tepat di hari senin dan selasa, saya sempatkan mengikuti satu event yang rrrruuuuar biasa... tajuk dari acara itu pun bikin merinding pengen nimpuk. hahaha... sangking nggak sabarnya pengen tau, wot hepen in this iven yes??? adda apa sebenarnya yang bakal terjadi. otomatis, banyak persepsi yang bermunculan.


ada salah satu permainan dalam seminar ini yang cukup menggelitiki tubuh saya. sang trainer--yang ternyata adalah seorang pengusaha muda sukses sealmameter lho sama saya (hahaha g penting jg si), bernama Happy Trenggono, menyuruh dua orang peserta maju ke depan. disediakan dua toples bertuliskan "kopi" dan "gula"dan juga dua wujud barang yang sama seperti tulisan di toples.


tugas dua kisanak yang maju mudah saja, hanya memasukkan masing-masing barang ke toplesnya. terserah, kemana aja mau dimasukkan. peserta pertama mengambil kopi, melepas bungkusnya, dan menaburkan isi kopi coklat itu ke dalam toples berlebel "kopi". sedang yang satu, tanpa membuka kantong gula, dia langsung aja masukin sugar yang masih terbungkus ke toples yang ada tulisannya "gula". saia pikir, ini yang bakal jadi masalah atau inti dari game nya, ternyatasalah!!!!

pak Heppy bertanya, kenapa mereka masukin gula ke toples gula, dan kopi ke kopi??? boleh kan kalo kopi itu dimasukkan ke gula,dan gula dimasukkan ke kopi??? lalu, pak Happy menanyakan, kenapa???? ada yang njawab karna labeling/ merk, kebiasaan, petunjuk dsb. bisa menangkap nggak hikmah dari permainan itu???

disebutkan bahwa kita sebagai manusia mesti punya identitas. karena identitas itu menentukan apa yang ada di dalam. toples bertuliskan gula merefleksikan bahwa di dalam toples itu berisi gula. makanya, penting bagi kita menentukan identitas diri. misal identitas kita adalah seorang yang pemalas, maka yang ada di dalam diri kita juga ciri-ciri pemalas, habitnya pun gitu, jarang mandi lah, klunthak-klunthuk, pah-poh,lhak-lhok, ledha-ledhe rak karuan.

tadinya, saia agak g sepakat si, umumnya kan pepatah bilang bahwa "don't judge the book from the cover" ya.... tapi ternyata penting juga mengeksistensikan diri, siapa kita sebenarnya, apa yang kita inginkan, lebel apa yang pengen kita tunjukkan untuk mewakilkan sifat-sifat kita.

halah, mutar-muter wae ki nulise... maka dari itu gaiz,,, pesen di game itu adalah meyakinkan lagi siapakan diri kita, agar tujuan kita hidup disini juga jelas. beberapa contoh identitas yang mungkin sama :
1. orang sukses
2. orang kaya
3. pemimpin masa depan
4. penulis handal
5. aktor kawakan
6. pelawak
7. berkharisma
8. pengusaha sukses

dan lain-lain.... silahkan diisi sendiri untuk menentukan langkah anda selanjutnya. misal labelnya adalah orang kaya,ya berhabitlah selayaknya orang kaya, niscaya anda akan menjadi orang kaya. ohya, biasanya pelebelan/pengidentitasan ini didasarkan pada mimpi-mimpi terpendam. taaaaaaapi, kenyataan itu nantonya bakal terwujud kalo melakukan usaha-usaha yang mendekati pada status/ label/ atau identitasnya tadi.....


so, apa identitasmu sekarang?????

Mencari-cari Firasat atas Nama "Tak Ada yang Abadi"


Ya Allah, sungguh tak ada yang abadi di dunia ini. saya teringat banget dengan pidato pak dekan pada acara wisuda saya kemarin, dia berpuisi sehingga banyak mengundang ratusan pasang telinga menyimak dengan seksama, kalau tidak salah mengingat, begini bunyinya.....
satu demi satu daun-daun mulai berguguran satu demi satu ranting-ranting mulai patah satu-demi satu burung-burung mulai meninggalkan sangkar satu demi sungai mulai mengering satu demi satu mahasiswa mulai meninggalkan kampus ini membuktikan bahwa di dunia ini tak ada yang abadi.


Allah lah Sang Maha Abadi, Penguasa Jagad Raya dan seisinya....

tadi sore, saya baru saja mendapati kenyataan bahwa sahabat saya telah pergi menghadap Allah swt. Dewi Pramita Susiantari, adalah seorang sahabat saya waktu di bangku SMA. dia sosok cewek tangguh baik dari segi fisik ataupun mental. aktif diberbagai organisasi dan berbakat dalam aspek kesenian. kami dipertemukan dan diakrabkan dalam satu wadah gerakan pramuka GAMARAKA SMANSA. bersama sahabat kami yang lain, mbak uki, ichwan, totok, kita sering ngumpul dan bergila-gilaan bersama.

rasanya baru kemarin kita lucu-lucuan bareng. merayakan ulang tahun, kemah bareng, ikut lomba, poto-poto, dan segudang kenangan manis lainnya. ternyata, masa itu sudah lekang beberapa tahun silam. tak menyangka, sungguh manusia tak berdaya....

tadi sore, sehabis saya berkunjung ke toko buku, saya sempatkan mampir ke watung untuk mengisi perut kosong. entah ada dorongan apa, tak seperti biasa, motor ini melaju ke sebuah warung yang letaknya berhadap-hadapan dengan RS Rumani. seusai makan, saya pulang ke kost dan sholat ashar. tiba-tiba, begitu saya tuntaskan berdoa, ada satu panggilan yg masuk, hp saya menjerit, oh telepon itu datang dari Ibundaya sahabat saya itu (dewi).

suaranya terisak menyuruhku datang dengan segera ke ICU RS Rumani. dewi keadaanya kritis, begitu katanya. langsung, kuserbu RS itu dengan panik dan hati tak karuan. benar, sesampainya di RS, dewi ternyata sudah tak bernyawa lagi. muka ibu bapaknya pucat, pasrah, mencoba ikhlas mendapati kenyataan yang memang tak bisa dihindari oleh siapapun mahluk bernyawa.

dari situ, saya coba mencari-cari firasat, saya nggak tahu apakah ini dosa??? ya Allah ampuni hamba MU ini,

dua minggu yang lalu, Ibunya sempet menelpon, meminta saya menemui Dewi, katanya Dewi pengen ketemu. awalnya saya mengiyakan, namun saya batal menjenguk karena mesti ikut seleksi kerja ke luar kota. sempat ada perasaan kecewa sama diri sendiri, dan perasaaan itu kuat mendorong, "Ayo ar... jenguk dewi, siapa tau ada pesan penting dan siapa tahu, ini adalah pertemuan......." saya tak berani meneruskan....

kemarin, pas wisuda, Ibunya bilang dewi sempet sms saya, mengucapkan selamat wisuda. saya baru tahu itu sms dari dewi, karena tadi Ibunya bilang gitu. dewi masih bisa merasa bahagia temennya bahagia. semalem pun masih sempat tahajud-an bareng sama ibunya. tak tahunya itu semua adalah terakhir kalinya.... saya belum tahu, apakah ada pesan terakhir dewi untuk saya, sahabat-sahabatnya????

Ya Allah, dewi adalah teman sekaligus sahabat yang baik, tak pernah sekalipun dia menyusahkan atau merepotkan kami sebagai temennya. terimalah segala amal baik dia Allah... semoga sahabat dan Keluarganya diberikan ketabahan sekaligus keikhlasan yang mendalam...

ya Rohman ya Rohim, Engkaulah Penguasa langit dan bumi, Pemegang kekuasaan apapun di dunia ataupun di akhirat.... ampuni kami ya Allah.......

Kapan terakhir nangis???


Teman, kapan terakhir anda menangis?? kemarin? seminggu yang lalu? sebualn yang lalu? tahun lalu? sepuluh tahun lalu? atau pokoknya beberapa tahun lalu ketika anda masih kanak-kanak?

Lalu, kira-kira kenapa anda menangis saat itu?? kehilangan orang yang anda sayangi??? pacar kah... ato apa kah??? tidak lulus ujian atau tidak ketrima kerja, padahal udah ngidam banget pengen kerja di perusahaan yang sangat anda incer??? atau ada yang lebih ekstrim lagi, karena mobil2an anda dirusak temen jahil anda??? atau karena anda tak punya teman, anda merasa sedih dengan keKuperan anda?? atau segala kekurangan yang engkau punyai??? sungguhkah itu sebabnya???

atau barang kali ada yang memandang sebelah mata (bahkan sampe seperempat mata saja), bahwa g layak kita nagis di muka bumi ini!!! takut dibilang cengeng lah, minder dibilang cemen lah. apalagi kalo cowok ni, seakan2 kalo kaum adam ini nangis, kejantanannya itu serasa lenyap. maksudnya apa coba????

lelaki kan juga manusia yang punya perasaan layaknya rocker yang garang itu. lagian nih, Tuhan itu menciptakan air mata ini kan suatu berkah. anugerah. so, nggak ada salahnya kalo kita make rahmat itu untuk menyalurkan emosi kita, nangis. ya tho????

mungkin yang paling men-jeneral, yang bisa bikin nangis seseorang itu adalah ketika kita denger cerita tentang IBU. masih terngiang bgt dulu waktu MOS, camping di SMA, disaat renungan, materi ini sangat sering dibuat untuk menggoyahkan hati kita. pinter banget tuh kakak kelas bikin cerita tentang ibu, yang bisa buat kita nangis. bagian ini nih, yg bikin merinding, "bayangkan, kapan terakhir ketemu ibu? mungkin saja itu pertemuan terakhir bagimu. sudahkah engkau membahagiakan ibumu. ibu yang melahirkanmu. ibu yang segenap jiwa mengasihimu tanpa pamrih, bahkan untuk kehilangan nyawa pun ibu rela. bayangkan jika kau pulang nanti, kau lihat bendera kuning menjulur di rumahmu, ada keranda yang menyapamu. dan ternyata, sosok manusia terbujur kaku itu pun mewarnai kepulanganmu. itulah ibumu. bayangkan, bayangkan." sungguh, itu bikin kita tersentuh banget.

kenapa bisa gitu??? mungkin bukan fisiknya yang bikin kita sedih jauh dari ibu, bukan juga uangnya, bukan juga masakannya. tapi kasih sayangnya. kita rindu kasih sayang ibu. dan pernahkah anda sekalian berfikir, kasih sayang itu milik siapa??? DIA lah Allah yang maha Ar Rohman Ar Rohim. pengasih dan penyayang. DIA menitipkan kasih cintanya kepada malaikat yang selama ini menjadi indukmu, ya IBUNDA mu yang sekarang. jadi, sebenarnya, siapa yang kita rindukan kasih sayangnya itu???? jawablah di hatimu, DIA lah Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Penguasa Alam Semesta!!!
so, airmata yang mengalir ini pun adalah satu karunia, sah sah aja bukan.

jarang banget kita nangis karena jauh sama Allah. jarang banget kita nagisin kesalahan2 yang terus aja dilakukan padahal umur semakin abis. sulit banget kita nangis karena udah jauh dari Allah. udah durhaka sama DIA. na'udzubillah....

Gimana Baiknya ya???


Seperti sudah secara otmatis, kalo kita yang udah lulus, naluriahya udah ke money oriented aja. Saya masih inget, dulu saya pernah juga kerja rodhi--kami sebut demikian karena memang bayarannya nggak sesuai. Ketika Allah telah memberikan kesempatan lain yang lebih gemilang (insya Allah), orientasi mulai berubah. Dulu, ketika kerja rodhi, kerjaan serasa ikhlas, all out, sepenuh hati, hasil maksimal, potensi tersalurkan dan semua terasa indah, tanpa mikir "kita bakal dapet uang nggak si?". Sekarang, beda banget. Pekerjaan sekarang emang terkesan lebih profesional, padahal sama kok tanggung jawabnya. Tapi, hanya karena status perusahaannya yang udah punya nama gedhe, jadi orientasinya berubah (menurutku, toh, uang yg dihasilkan nggak wah bgt). Ketika orientasi berubah itu, entah kenapa potensi jadi tersendat keluar seakan ada yang menghambat, nggak all out, sulit ikhlas dll. Makanya, sungguh itu pelajaran yang nggak bisa diremehkan gitu aja, dampaknya udah jelek bgt. Maka ketika ada lowongan pekerjaan, pantang dan takut rasanya jika saya mulai bilang, "berapa banyak duit gajinya??" Sungguh, karena, selain niat, tujuan awal kita masuk ke calon tempat kita kerja itu juga penting. Kita bisa jlentrekkan sbb:
1. pengen banyak duit.
2. pengen dapet kesibukan. 3. pengen pengalaman. 4. pengen numpang keren sama t4 kerjanya. 5. pengen dapet byk temen bahkan pacar. 6. gengsi guedhe. 7. biar nggak malu, udah kuliah kok cuma nganggur tok. 8. tanggungan keluarga. 9. dll Justru, kadang yang nothing to lose, ikhlash2 aja, Lillahi ta'ala, nggak ada beban, seneng, itu malahan yang kadang jadi berkah. Pengharapan terlampau tinggi kadang bisa langsung drop. Kecewa, termehek-mehek, nggak bisa tidur, dsb. Kenapa?? kadang kita lupa berdoa, iya kan?? umumnya, kita berdoa, "ya Allah, semoga saya ketrima kerja", "Ya Allah semoga duitnya byk", dari bahasanya udah keliat bgt, ngebetnya... materinya... egoisnya... gelagatnya... Kadang dalam berdoa pun kita sombong sama Yang DiAtas, gimana mau berkah??? "Ya Allah, jangan biarkan aku menangis jika pekerjaan ini belum rejeki saya", "Ya Allah, jangan biarkan mata hati ini buta ketika nggak diterima ya Allah", "Apabila ini yang terbaik buat saya, dekatkanlah ya Allah", "hikmah apapun yang ada dibalik ini, semoga saya bisa ikhlas ya Allah" dll. sesuatu yang baik belum tentu jadi yang terbaik buat kita tho???

Sabtu, 21 Maret 2009

Batu Batamu Jelek Juga nggak???


gaiz... kali ini rasa-rasanya saia lagi pengen siraman motovasi ni. saya banyak ngedapetin email motivasi dari temen saya, namaknya kang artha. dia juga dapet motivasi itu dari motivator di kantornya, namanya pak Filipus Gudel. walopun saya belum pernah ngliat idungnya secara langsung, tapi saya yakin beliau adalah orang yg bijak dan perhatian, baik sama anak buahnya ataupun istrinya.
kali ini ada yg menarik nih, kisah seonggok barisan batu bata yang tersusun agak melenceng. sang pembuat awalnya merasa bodoh dan g teriam dengan hasil karya susun bata. namun, tahukan engkau, dibalik pelencengan batu-bata banyak hikmah yang bisa kita potek. you know wha??? check this one!!!
************
Di sebuah perkampungan yang miskin, terlihat seorang anak laki-laki sibuk menyusun, meletakkan dan menyemen batu bata untuk tembok rumahnya. Desa ini adalah desa tertinggal, karena kemiskinannya, setiap orang harus dapat merenovasi rumahnya sendiri, Mereka tidak mampu membayar biaya tukang batu. Semua keahlian dipelajari otodidak tanpa bimbingan khusus seorang ahli.Satu demi satu batu bata disambung dan disemen anak laki-laki itu dengan hati-hati. Kira-kira 1.000 batu bata pun tersambung menjadi sebuah tembok dinding. Dengan rasa puas ia pun berkata “akhirnya pekerjaan ini selesai juga”. 

Karena ke-capek-an ia pun tertidur di lantai dekat tembok yang dibangunnya. Ketika terbangun pagi-pagi sekali, iapun segera mengelilingi tembok yang kemarin ia bangun dengan bangga. Uupp..!! betapa terkejutnya, ketika matanya tertuju pada bagian bawah tembok yang baru dibangunnya. “Ada 2 batu bata yang tidak terpasang rapi”. Letaknya melenceng keluar. Semakin ia perhatikan semakin mengecewakan hati. Semua batu bata sudah lurus dan rapi kecuali 2 batu bata ini. “Oh tidak..!! saya telah keliru membangun tembok ini” !! Seketika tembok ini terlihat jelek sekali. Ia mencoba mencabut 2 batu bata tetapi tidak bisa karena sudah kering semalaman. “Tembok ini harus dibangun kembali dengan cara meledakkannya, dan kemudian membangun yang baru lagi (itulah pikirannya). Tetapi bagaimana bisa, batu dan semennya sudah tidak tersisa”. Kasus batu bata ini telah menyita konsentrasi anak laki-laki ini setengah mati selama 2 bulan lamanya.

Sehingga suatu hari datang seorang pengembara tua yang kebetulan melewati rumah anak laki-laki ini. Sang Pengembara bersinggah diri dan meminta segelas air untuk diminum. Sambil meminum air yang diberikan. Orang tua, berkata : “Anak muda siapa yang membangun tembok ini ? “Sebuah tembok yang indah ”. Anak laki-laki spontan berkomentar : “Pak.., Apakah bapak tidak memakai kaca mata ?” “Tidakkah bapak melihat ada 2 batu batu jelek di bagian bawah tembok ini”. Orang tua melanjutkan “Ya.. saya melihat 2 bata jelek ini, tetapi saya juga dapat melihat ada 998 batu bata yang bagus”.

Pandangan si orang tua, pelan-pelan telah mencerahkan pandangan anak laki-laki. Anak laki-laki kemudian melihat tembok itu sekali lagi. Dari atas kebawah, dari kiri ke kanan dari 2 bata jelek. “Ya.. di luar 2 batu bata jelek adalah batu bata yang rapi sempurna. Sebelumnya “saya hanya berfokus pada 2 bata jelek, dan saya terbutakan akan ada hal lain yang baik sempurna. Itulah sebabnya saya tidak tahan melihat tembok ini”. Dan mulai saat itu, tembok itu tidak kelihatan terlalu buruk lagi. 

Sahabat,


Betapa banyak kita melihat pasangan yang bercerai karena pasangan yang satu melihat 2 batu bata jelek dalam kehidupan keluarganya. Betapa banyak pekerja yang depresi karena melihat ada 2 batu bata jelek pada dirinya. Betapa banyak atasan yang tidak tahan melihat ada 2 batu bata jelek pada bawahannya, Bawahan melihat 2 batu bata jelek pada atasannya. Semua yang kita lihat adalah kesalahan. 

Mata kita sering terfokus pada 2 batu bata kesalahan. Bila tidak terkontrol pandangan salah itu “bisa menghancurkan tembok yang sempurna”. SEMUA ORANG MEMILIKI 2 BATU BATA JELEK, TETAPI JUGA MEMILIKI BANYAK BATU BATA YANG BAIK-SEMPURNA. 

Perenungan : Sebuah “ciri unik” di rumah anda bisa jadi awalnya adalah sebuah kesalahan. Dengan cara yang sama, apa yang anda kira sebagai kesalahan pada diri anda, rekan Anda, atau hidup Anda, dapat menjadi sebuah “ciri unik” yang memperkaya hidup anda di dunia ini, begitu anda tidak lagi fokus pada sisi buruknya saja. 

Tetapi pada umumnya kita lebih gampang melihat 2 batu bata jelek dibanding dengan ribuan bata yang baik dalam diri orang lain..

 Selamat melihat batu bata yang baik...



Pentingan mana, Kerja atau Keluarga???


Gaiz, berikut ini adalah imel yang saya terima dari temen saya, sebut saja mas artha namanya. imel ini bener2 membangunkan saya. kemarin, saya begitu gencar dan gusar ketika lulus dan bingung mau ngapain. tapi, saya lupa sesuatu, dibalik kerehatan pascalulus, ternyata memang ada sebongkah permata yang saya abaikan. yaitu keluarga. semoga berguna gaiz... **** Berikut adalah sebuah kisah nyata yang saya ambil dari sebuah blog kawan konselor saya. Kisah nyata dari seorang wanita karir...saya ceritakan kembali Untuk seorang ibu yang sibuk bekerja dan bekerja

****
Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.

Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun baru saja meninggal karena overdosis narkotika. Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya saat ini masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan karena memikirkan musibah ini.

Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan Sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa saya harapkan.

Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah pembantu kami..

Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba.

Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak Begitu hebat pada putri kami.

Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi kami, dia telah ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni berumur 2 tahun.

Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu kandungnya sendiri.

Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya baca setelah dia meninggal..

Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah, berlembar-lembar buku hariannya berisi hal ini.

Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan dan diopname dirumah sakit selama 3 minggu)

Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya "Hari ini Mama sakit di Rumah sakit" , hanya itu saja.

Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul.

Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya.

Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan Suami saya.

Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak berpikir tentang keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka.

Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian, bahkan mungkin lebih.

Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk memikirkan urusan mereka.

Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara keluarga, namun sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika hari Senin tiba saya dan suami sudah seperti "robot" yang terprogram untuk urusan kantor.

Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhenti bekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya. Memang Ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami 6 orang anaknya.

Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu itu katanya sangat baik.

Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan penghasilan.

Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti bekerja dan mau mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya
sekolah tinggi-tinggi? .

Meski sebenarnya suami saya juga seorang yang cukup mapan dalam karirnya dan penghasilan.

Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih perhatian pada Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali seperti asal urusan kantor dan karir fokus saya.

Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu untuk mereka, toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan "kualitas pertemuan dengan anak lebih penting dari kuantitas" selalu menjadi patokan saya.

Sampai akhirnya semua terjadi dan diluar kendali saya dan berjalan begitu cepat sebelum saya sempat tersadar.

Maya berubah dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba.

Dan saya tidak mengetahuinya! !! Sebuah sindiran dan protes Maya saat ini selalu terngiang di telinga.

Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskan kembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya, setelah dia ditinggal mati suaminya .. Namun karena Maya dan Doni keberatan maka
akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami.

Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya. Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan. Akhirnya semua terjadi ,setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu, bik Inah meninggal dunia di Rumah Sakit.

Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit.

Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah dibawa ke Singapore untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah sudah masuk stadium 4 kankernya.

Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada kami. Dari sini saya kini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka, sudah seperti ibu kandungnya! menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas melahirkan mereka saja ke dunia.

Tragis !!!!!

Dan sebuah foto "keluarga" di dinding kamar Maya sering saya amati Kalau lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga ke desa bik Inah.

Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagas sebagai kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar di pesantren.

Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu padahal dia paling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya atau ayahnya.

Dan difoto "keluarga" itu tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya tersenyum bersama.

Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat saya itulah foto terakhirnya.

Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan shock, kami sempat merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta.

Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya kembali berkutat dengan urusan kantor.

Dan di halaman buku harian Maya penyesalan dan air mata tercurah.

Maya menulis :
"Ya Tuhan kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin Maya, siapa yang nyiapin sarapan Maya, siapa yang nyambut Maya kalau pulang sekolah, Siapa yang ngingetin Maya buat berdoa, siapa yang Maya cerita kalau lagi kesel di sekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur....... ...Ya Tuhan , Maya kangen banget sama bik Inah" bukankah itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah ?

Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya sudah terlambat tidak mungkin bisa kembali,

seandainya semua bisa berputar kebelakang saya rela berkorban apa saja untuk itu.

Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan saya pemeran utamanya. Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi.

Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapi sekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil pelajaran darinya.

Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayang beratnya.

Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan "prioritas hidup dan tidak salah dalam memilihnya". Biarkan saya seorang yang mengalaminya.

Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy untuk menentramkan hati saya.

Berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini semua.

Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya, karena itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa anda mempercayainya, tapi inilah faktanya.

Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya.

Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni.

Dan semoga Tuhan mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanahNya pada
saya.

Dan disetiap berdoa saya selalu memohon "YA Tuhan seandainya Engkau akan menghukum Maya karena kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya Tuhan, biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentram di sisiMu".

Semoga Tuhan mengabulkan doa saya.

Peace & Love Rachel
*****
gaiz... pasti di lubuk hati terdalam kalian, terbesit nama-nema keluarga kita masing2 yang selama ini mungkin sering kita abaikan. terutama ortu kita, seringan kita mbantah dari pada nurut, dan lain sebagainya lah. semoga bener2 jadi perenungan kita semua ya... jadi kangen pgn pulang rumah ni

Jumat, 13 Februari 2009

jujur tertusuk fitnah


Wah... udah terlanjur ng-klik entry baru. bingung mau nulis apa. karena ingat saya sering dapet imel motovasi dari temen saya kang artha (sukalupa.blogspot.com). Nggak ada salahnya juga deh, kalo sy share ke temen2. dengan gaya penceritaan yg sedikit saya ubah (semoga gpp ya kang artha), sy coba kasih sedikit pencerahan buat anda semua. hahaaha... kalo biasanya saya cuma posting hal2 yg nggambus, hati saya merasa bersalah dan terketuk.. hwewewewe.... merasa bersalah kalo tidak ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.... berikut ini adalah cerita yang saya tulis kembali dari naskah aslinya dengan tujuan 'feel tulisan' saya terasa. hahaha


baiklah... ini dia ceritanya....


Salam jujur!


Alkisah, di negeri antah bertuah, hdup seorang yg sderhana. Sebut sj Rauf. Pak rauf ini adl seorg petani jagung yg sedari dlu diajari org tuanya utk slalu ju2r. Tak jauh dr rmhny, hduplah pak gopal, seorang petani bawang yg sukses dan bs dblg kaya raya.

Swt hari, gopal membeli jagung k pak rouf. Dia ign dibuatkn syur jagung oleh istrinya,mk bergegaslah dia k pak rouf dn membeli 5kg jagung. Sesampai di rumah, gopal penasaran trhdp tmbgn yg ditakar pak rouf. Jiwa gopal emg udh pritungan bgt. 'awas aja,kl smpe kurang. Tak tuntut k meja hijau!', geramnya dlm hati. Dan,,begitu terbelalakny dia,mendapati jgung dr pak rouf yg cm genap 4.5 kg.

Dia pun menuntut pak rouf dan mlporkn k meja hijau. Gila ni org, smpe2 dia sewa media buat ngliput upacra penyidangan. Dia mnt gnti rugi g tanggung2 cing, 'aku minta smw kekayaan rouf jadi mlikku'. Sangking mrasa trbohonginya smpai perangainya meruah merah.

(saat persidangan)
Tb pd hakim yg menanyai rouf.'timbangan ap yg kau gunakn shg hslny tak sesuai stndar?' tny hakim.dg sntai rouf mnjwb, 'kbtuln wkt gopal membli jgung sy, tmbgn sy rusak. Sy igt bhw pg itu sy membli bawang sbyk 5kg dr gopal utk kperluan dpur istri sy. Krn gopal trburu2 pgn mdptkn jagungnya, mk sy timbang dr bawang yg sy beli td pg'. Smw pnonton sidang kaget, gopal pun trperanjat!!menggigil emosi...

Kawan, kdg kt trlalu mnuntun org ln utk ju2r krn ambisi kita. Pdhl blm tntu kt bs lbh ju2r k org lain. Ju2r, apapun keadanya pst mujur. Tertusuk ftnah skalipun, kbenaran akn sll terungkap. Gaiz... Tahun 2008 ini, apakah kt sdh berlaku ju2r? Utk dri sndri aj dlu..

Seusai dr sidang, trbukti rouf tak brsalah. Gopal pun menuai hsl kejahatnnya. Usahanya bangkrut, imej sbg pdgang sukses jatuh, dia msuk pnjra krn slm ini kserakahanya lah yg membuatnya dmikian. Dia g ju2r dan sll berniat mengurangi timbangan2 bawang yg dijualnya...

Semoga bermanfaat!!
(inspire from imel temen yg d fw dr bosnya >.>)