Senin, 01 November 2010

Magelang I'm Coming : Sebuah Cerpen Kisah Nyata


Minggu kemarin adalah minggu yang tak kurencanakan. Melakukan perjalanan ke bumi bencana Magelang. Kota ini sedang menjadi buah bibir oleh media, baik Koran, majalah, radio lebih-lebih televisi. Bukan karena Borobudur yang sudah dipecat dari 7 wonders, tapi kepulan gegembelan yang muncrat dari gunung merapi yang kokoh berdiri berabad-abad.

Jangan salah, karena kota RSJ ini pun melambungkan nama Indonesia di jagad maya macam twitter. Lewat gerakan #prayforIndonesia, orang sekelas Tom Cruise, pelanggan oskar Jony Deep, penggila jumper Biber ikut urun rembug support doa dan sumbangan untuk bumi pertiwi. Sungguh kejadian alam yang tubi-tubi dialami Indonesia menggemparkan nurani insan dunia.

Bayangkan, pengamatanku mulai ‘engeh’ saat Wasior meluberkan airnya dimana-mana. Kala itu banyak sekali kepala keluarga kehilangan rumah-rumahnya. Dilanjut dalam hitungan beberapa hari, Mentawai diguncang 7,3 SR gempa yang berpotensi Tsunami. Blarr… tsunami benar-benar menepati janjinya untuk datang jika gempa itu sudah lebih dari hitungan 7 SR.

Eits, tak berhenti disitu saja, kini merapi, yang nota bene gunung aktif di Jawa tengah yang juga ikut melambungkan nama tokoh fenomenal Mas Penewu Suraksohargo (Maridjan), muntah berkali-kali. Sampai tadi siang pun aku masih melihat update twitter dari Followingku. Muntahan ini beragam, dari mulai abu vulkanik, bulu domba, dan lava pijar. Masya Allah, astagfirullahaladzim… anak Krakatau pun ikut-ikutan berstatus waspada. Mengerikan!

Perjalanan kami mulai sekitar habis dhuhur. Start dari Mugas, kami berlima sepakat untuk dateng ke Magelang. Bukan untuk kesenangan atau hura-hura, tapi memenuhi amanah teman-teman yang sudah mengkoleksi banyak pakaian bekas, pangan, macam-macam untuk bisa digunakan para korban bencana.

Hati saya sempat was-was dan tak yakin. Bayangan buruk meletup-letup di ubun-ubun. Kalah dengan bau keringat yang mencampur di dalam mobil. Pikiran aneh itu merasuk tanpa alasan. Seakan tak akan bertemu dengan kota lumpia lagi. Lebay, alay memang. Hahaha. Kadang suka parno sendiri kalau mau melakukan hal bertajuk first experience.

Terlebih ketika facebook sudah muali ku update, twitter sudah mulai kukicaukan, komentar mulai membuat ragu-raguku menguat. Namun apa yang bisa kulakukan? Perjalanan sudah melaju sampai separuh jalan. Tak mungkin aku kembali hanya karena perasaan yang tak enak.

Mungkin, kegelisahan ini bisa dirasakan Ibunda yang ada di rumah. Subhanallah, sesaat itupun HPku berteriak, memunculkan nama ‘Ibunda’. Setelah kuangkat, kami mengobrol, beliau maksud dengan apa yang akan ku kerjakan, Alhamdulillah batin terasa tenang. Paling tidak aku sudah minta doa restu dari orang tua.

Sesampai di Magelang, kami berhenti di reramaian. Aku tak tahu tepatnya jalan dimana. Tapi, tiar, abra dan mas ipank sempat menyebut-nyebut kedai. Aku tak yakin itu kedai digital, apalagi kedai yogurt (haha.. mbayar ki, wis tak sebut). Tapi seingatku sebelah tempat kami berkumpul itu, tak jauh ada swalayan bermerk ‘raksasa’.

Bertemu dengan rekan seorbit 165, rasanya hati makin tenang dan mantab. Bahkan aku tak sanggup membendung keinginan ke merapi. ‘cepat, ayo kita berangkat sekarang!”, begitu teriakku dalam hati. Tapi, ternyata kami harus mengulur waktu dulu sampai uang sumbangan ditanganku ludes dan berubah menjadi barang-barang siap terima. Disarankan tak memberi uang untuk para pengungsi, sulit menyalurkannya.

Perjalanan mencari makanan dan barang-barang untuk disalurkan cukup lama. Beberapa kali keluar masuk pasar, merayap satu tempat ke tempat lain. Beli susu, roti, makanan apapun yang bergizi dan siap santap, celana dalam, pembalut wanita, masker, apapun perkiraan yang dibutuhkan. Sampai akhirnya semua terkumpul di bagasi belakang mobil. Kini jumlahnya bertambah banyak.

Oke, setelah semuanya benar-benar ready. Kami melanjutkan perjalanan ke TKP. Sebelumnya kami sempat mampir ke masjid untuk melakukan ibadah sholat ashar. Karena aku sendiri sudah sholat, aku menunggu di luar. Dan, apa yang terjadi, satu mobil bak lewat dengan begitu tergesa-gesa. Membawa pasukan berpakaian serba orange bertutup mulutnya dengan masker hijau. Wajah mereka panik, berteriak ‘minggir’, ‘awas’, terburu-buru. Ternyata mereka baru saja dapat kabar kalau merapi kembali batuk dan mengeluarkan sesuatu dari atas pucuknya. Ya Allah, benarkan keadaan makin parah?

Kami mengikuti jejak para prajurit oranye itu. Menuju penampungan para korban merapi. Kami tka berkunjung ke merapinya langsung. Ternyata yang kami jambangi adalah sebuah sekolahan, SMPN 1 Sawangan. Ada lebih dari 900 jiwa menjubeli sekolahan ini.

Gilaaa, surprise gueee… buanyak banget yang pada ngungsi. Semua wajahnya sangat khas merapi. Kulit dan wajahnya gelap, polos, pribumi sekali. Ya Allah, banyak juga anak-anaknya, lucu-lucu lagi. Anak sekecil itu harus menerima kenyataan tinggal di penampungan? Sedih, mellow ngedrop perasaan ini. Memaksa menyebut Alhamdulillah karena aku masih diberi lebih kemudahan dari pada mereka.

Sempat kutemui si pengungsi yang membawa bayi berumur 6 bulan. Nama anaknya Yoga. Cepat sekali dia akrab denganku. Tidak menangis, malah girang melihatku. Haha, dia tertarik mungkin sama kebundaran bodyku. Sesekali menarik tali masker yang sudah ku belitkan di leher. Sempat juga kugendong, dan mau. Waahahaha, bakat kali ya jadi babysitter.

Sempat kutanya, Ibunya Yoga yang masih muda kelihatannya. Mungkin belasan tahun usianya. Ternyata sudah tiga hari mereka di SMP yang berstandar nasional ini. Tak banyak membawa barang-barang. Semua barang dan harta ditinggal di lereng merapi. Kesian…

Ketika kutanya apa keperluan yang mendesak mesti dipenuhi? Sang Ibu menjawab handuk bayi. Namun, aku tak berani memberikan apa yang mereka minta. Karena memang sudah ada coordinator pengungsian yang mengurusi jatah bagian sendiri-sendiri untuk mereka.

Yang sedikit menarik bagi saya, mirip lebih tepatnya. Banyak bapak usia paruh baya bahkan manula, merokok. Bal-bul sering sekali mereka. Mungkin karena kedinginan atau kebiasaan merokoknya. Tapi tahukah kau, yang dirokok itu apa? Kertas seadanya yang digulung, tak ada tembakaunya. Yang penting ada asap yang disemburkan melalui mulut tuanya. Masya Allah, segitunya ik…

Banyak lagi yang lainnya. Sang kepala sekolah yang sabar menerima keluhan dari para pengungsi, menerima relawan yang sudah sudi membantu dengan tetap tersenyum, sunggu luar biasa. Entah seberapa besar pusingnya pak WES (nama gaul bapak itu). Banyak sekali kekardusan menumpuk di sana-sini. Di dalam dan luar ruangan. Belum ndang dikasih, entahlah menunggu prosedur biar tertib lah mungkin. Dan merata pastinya.

Setelah langit makin gelap, dan mulai turun hujan. Kami memutuskan untuk meninggalkan SMP N 1 Sawangan dengan hati penuh rasa. Gulana karena melihat para pengungsi, tetep wajib bersyukur karena masih dikasih enak sama Allah. Kami tinggalkan, benar-benar dengan hati yang perih, mampu ikut merasakan susahnya menjadi victim alias korban. Sabar ya saudara-saudaraku sebangsa setanah air. Semoga dosa-dosamu berkurang karena penderitaan ini. Semoga merapi pun cepat berlalu bahayanya.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Rok Mini & Belahan Dada bayar 3,7 juta!!


Kayaknya kita mesti belajar dari satu Negara ini deh. Meskipun peraturannya bikin ngakak dan menimbulkan ancaman kontranisme. Namun, usahanya boleh lah ya kita acungi telunjuk. Kok telunjuk? Mau interupsi?? Wkwkwk.. karena emang peraturannya dipandang nggak penting banget.

Demi menjaga kesopanan publik di tempat umum, Pemerintah suatu kota pesisir di Italia akan mendenda perempuan yang mengenakan rok terlalu pendek, atau memakai baju yang terlalu memperlihatkan belahan dada. Weiisjian, berarti cowok-cowok nggak perlu pake kacamata kuda lagi demi menjaga syahwat yak. Hahaha…

Kebijakan itu diumumkan Walikota Luigi Bobbio setelah disetujui dewan kota Castellammare di Stabia, provinsi Naples, Senin lalu. Polisi akan menjatuhkan denda 300 euro atau sekitar Rp3,7 juta kepada pemakai baju atau rok yang dianggap terlalu seronok. Mantab jaya tuhh, beli roknya aja pasti nggak nyampe sejuta. Parah! Udah ngumbar aurot sendiri, masih kena denda, sukurin deh.. haha

Wanita yang akan didenda adalah mereka pengguna rok yang tidak menutupi sepenuhnya celana dalam mereka dan juga baju yang mempertontonkan belahan dada. Wah, kalo sarah azhari kesana, pasti bakal kena denda terus nih. Hehehe piss…

Bobbio menambahkan polisi tidak akan melakukan pengecekan dengan terperinci. Satu pandangan cukup untuk memberikan penilaian. Yakin tuh? Haduh, no coment ah kalo untuk yang satu ini, tar ditangkap ane…

Namun, kebijakan ini mendapat penentangan dari beberapa politisi sayap tengah-kiri yang melakukan aksi duduk di depan balai kota. Mereka mengatakan bahwa pemerintahan Bobbio adalah pemerintahan yang chauvinis. Wahh, hayoh loooh, kalo udah dibenci rakyatnya gini, akan panjang urusannya…

Namun, beberapa pendeta lokal disana, memuji langkah Bobbio dan mengatakan bahwa kebijakan tersebut dapat mengurangi pelecehan seksual. Nah, kalo udah ada dukungan dari public figure, saya rasa bagus juga itu…

for your information aja temen2 ya.., Pemakaian rok mini hanyalah salah satu undang-undang dari 41 undang-undang baru yang diperkenalkan Bobbio. Undang-undang lainnya tidak kalah kontroversial, diantaranya adalah mengumpat di tempat umum, menendang bola di jalan, tiduran di bangku taman, memanjat pohon dan mengajak jalan-jalan anjing dengan tali leher lebih dari dua meter. Bobbio juga melarang warga untuk berkeliaran di sepanjang pantai dengan mengenakan pakaian renang.

Hwakaka…. Keren juga itu peraturan kontroversialnya…. Yahh… semoga Indonesia bisa mencontoh hal-hal yg baiknya. Pakaian seronok kayaknya perlu digalakkan juga deh, biar nggak ada lagi kasus-kasus pelecehan karena si cewek dianggap memancing si kucing dengan ikan asin yg ia kenakan. Waspadalah bagi cecewe’an yang hendak ke italia, pikirkan masak-masak sebelum engkau mengumbar pupu (paha) dimana-mana.

Selasa, 26 Oktober 2010

Rahasia Jeniusnya si penemu teori Big Bang : Hawking


Wahh… saya nemu artikel hebat nih. Semoga bermanfaat buat Anda-anda yang telah menemukan blog saya ini. Kisah heroic seorang ilmuan ternama, yang sungguh sangat berjasa untuk semua orang. Karena teori dan jasa beliaulah, banyak orang yang akhirnya meyakini kebenaran secara ilmiah (padahal udah ada di kitab suci juga sih : Al Quran) bahwa awal mula penciptaan bumi adalah melalui ledakan yang teramat sangat dahsyat, membuncah, membahana, spektakuler, bombastis, amazing, awesome dan hebohh banget-banget. Yaitu teori Big Bang!!!

Guys, apakah anda mengenal steven Hawkings? Dia adalah astrofisikawan terkemuka dunia , yang menelurkan teori-teori hebat. Dia juga nekat mengeluarkan pernyataan kontroversial : tentang Tuhan dan alien. Hahaa.. hebat juga nih bapak, daya imajinajisnya sangat dahsyat dan membumi. Wkkwkwk…

Tahukah anda teman-teman, ternyata orang sejenius Hawkins, dahulu ketika anak-anak tidak begitu pandai. Dia baru bisa membaca ketika berusia 8 tahun, bahkan kemampuan akademisnya pun tak begitu bagus. Jiaaahh, berarti aku lebih hebat dong ya… secara, TK aja udah bisa baca, paling nggak baca tulisan nama sendiri.

Kakak perempuannya , Philippa, justru bisa membaca sejak berusia empat tahun. Hawking mengaku, Pekerjaanya di kelas berantakan. Tulisan tangannya mirip cakar ayam, sampai-sampai membuat guru-gurunya frustasi. Wow, terlihat orangnya sangat urakan dan bebas banget yak. Udah jago ngerjain guru dari dulu.

Tapi, aneh bin ajaibnya, teman-teman sekelasnya justru memberikan julukan kepadanya, ‘Einstein’, tentu saja julukan ini diambil dari seorang ilmuan besar, Albert Einstein. Aku yakin ini adalah salah satu bentuk penghinaan teman-temannya ke Hawking. Udah terlihat banget sebenarnya Hawking menderita, pasti dia berdoa di dalam hatinya agar bisa benar-benar jenius kaya Einstein.

Ketika hawkings akhirnya berhasil memperoleh gelar dari Oxford University, Hawking mengaku saat itu ia tak bersungguh-sungguh. Jujur, tiap harinya dia hanya mengalokasikan waktu sejam untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Masih mending sejam sehari sekali, gua nggak yakin juga mahasiswa sekarang meluangkan waktu untuk bener-bener focus sejam, belajar aja.

Sungguh di luar dugaan bukan? Lalu kapan Hawking menjadi sangat jenius??

Titik balik hidup Hawking terjadi di usianya yang ke-21 tahun (sial, tuaan gue dong sekarang). Saat itu, ia diberi tahu, bahwa hidupnya mungkin tinggal beberapa tahun lagi. Inilah yang memacunya menjadi lebih produktif. Saat diberi tahu akan mati muda. Tiba-tiba sangat banyak yang ingin dilakukannya saat-saat terakhir. Cieee… tobat nih ceritanya.. hehehe

Justru saat tak berdaya, masa-masa menghadapi kemungkinan mati muda adalah periode emas bagi Hawking. Ia bangkit, berjuang, produktif sebagai ilmuwan, hingga membawanya ke penemuan dua teori besar, yakni Big Bang dan Black Hole.

Hawking adalah penderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Itu adalah penyakit yang menyerang syaraf motorik, sehingga menyebabkan otak penderita tidak dapat memberikan perintah kepada otot untuk bergerak. Tak seperti penderita ALS lainnya, ia mampu bertahan hidup lebih dari lima tahun . bahkan lebih itu. Wahhh, serem juga penyakitnya.

Awal menderita penyakit itu, Hawking jelas stres. tapi , Hawking tak pernah menyesal.  Sebelum mengidap penyakit itu, hidupnya sangat membosankan, tidak ada hal yang berguna yang dapat dilakukan. Tetapi, keadaanya yang terbatas secara fisik seperti sekarang, justru membuatnya merasa lebih bahagia. For your information aja nih, Hawking telah melewati harinya diatas kursi roda lebih dari 45 tahun. Masya Allah, gue aja duduk di kursi dua jam udah nggak kuat. Langsung ambeyen, susah pup. Salut buat Hawking, sabar banget.

Haduuuh, tapi buat kita yang masih diberikan hidup bagus oleh Allah, kadang emang suka nggak tau diri yak. Hidup bukannya dibuat lebih manfaat, tapi malah dipake buat hal-hal yang hanya bisa menyenangkan diri sendiri aja. Mungkin si Hawking ini memang sudah menerapkan pepatah atau nasehat bijak yang sering banget saya denger:

Beribadahlah (berbuat baik) sebanyak-banyaknya seakan-akan engkau mati besok, Bekerjalah (cari duit) sekeras-kerasnya seakan-akan engkau hidup selama-lamanya.

Subhanallah banget deh buat si Hawking ini. Kalian tertarik pengen sukses juga?? Kalo begitu bayarlah kepada dokter untuk mengatakan padamu bahwa kau akan segera mati, karena menderita penyakit cakep kronis. Kau akan mati ditimbun ribuan orang-orang karena ngefans banget sama kamu. hwkakakkakaka

Rabu, 20 Oktober 2010

Bayangan asa di Udara

Pagi yang semoga menjadi hari menyenangkan bagi setiap insan di muka bumi ini ya! Subhanallah, udara yang menghampar di alam ini begitu melimpah. Cahayanya begitu lembut menyinari apapun yang ada di muka bumi tanpa pamrih. Tangan, kaki, hati, jantung dan organ lain yang masih mampu menjalankan tugasnya, masih juga bisa kita nikmati begitu gratis. Alhamdulillah, hari ini masih bersahabat dengan kita.

Tak bisa kubayangkan andaikata, tiba-tiba mata ini tak dapat melihat. Telinga ini tak lagi mendengar suara-suara. Mulut ini tak sanggup menyampaikan suatu kata. Apa jadinya jika hidung pun ikut-ikutan tak berguna lagi. Na'udzubillah... Sungguh, jangan sampai itu terjadi, karena tak sanggup kita bayangkan jika hidup tanpa mereka semua.

Udara pagi ini menyapa dengan begitu kencangnya. Aku msih saja mendengkur ketika HPku berteriak membangunkanku. Ahh, begitu malas pagi ini. semalem pulang jam 00. Hal ini kulakukan karena janjiku kepada teman-teman sekantor, yang mau dengan rela menggantikan peran mereka. Fiuh, capek juga ternyata kalau harus menanggung beberapa jam dan menggantikan tugas.

Pekerjaan ini telah kulakoni dari 2 tahun silam. Berjualan bualan-bualan kepada orang-orang yang ada di sana. Pekerjaan ini sempat kusebut sebagai pekerjaan orang-orang gila. Mana mungkin orang waras mau berbicara sendiri. Sok menjadi dewa penolong dalam setiap gundah gulana. Berusaha selalu ceria padahal dia tak tahu siapa yang bakal kena efek itu. Benarkah benar-benar senang dengan sajian suara yang kadang terdengar menggelayut karena masih terkena efek dari pulau kapuk. Entahlah...

Yang jelas, menjadi Profesional radio adalah impian sejak masih di bangku SMP. Bayangannya adalah menyenangkan. Ketika didengar banyak orang, dimintai bantuan memutar sebuah lagu. Diantari makanan pagi hari. Digemari seorang secret admire. Kopi darat dengan pendengar yang ternyata jauh dari bayangan. Ketemu banyak artis. Cerdas dan bersahabat. Berwawasan luas dan selalu update dengan perkembagan yang terjadi di dunia. Wow, Semuanya tersa sangat exited. Hanya orang bodoh yang tak menginginkan semua itu.

Namun, ketika terjun dan menjadi benar-benar seorang penyiar. Duduk manis di depan mixer, komputer siap dimainkan, lagu-lagu bagus mengantri untuk didendangkan. Tak semuanya kebahagiaan itu muncul secara drastis. Kehidupan memang fair. Dalam impian yang semuanya indah pun, terkadang ada satu dua sisi yang buruk dan tak kita sukai. Itulah, lengkapnya sebuah hidup yang warna-warni. Satu paket lengkap, tanpa kita minta pun Tuhan akan memberikan efek domino yang berkelanjutan pada muaranya masing-masing.

Contoh saja, ketika pertama memutuskan masuk dunia radio, ternyata harus siap menerima konsekuen menjadi terkenal, public figur, orang yang diperhatikan, melompat satu step lagi berubah profesi lain, semisal presenter atau MC. Sungguh menyenangkan. Namun ada juga yang menggemparkan, ketika didamprat seseorang karena omongan tajam kita, diceramahi panjang lebar ketika salah muterin iklan atau lagu, bahkan sampai dipecat karena tak becus melengkapi jam siaran. Hehehe.. ada-ada saja.

Namun, begitulah, Kehidupan seorang penyiar, selalu saja menarik untuk disingkap. Tak kalah asik dengan mereka si guru. Tak kalah tegang dengan mereka yang berprofesi sebagai penegak hukum. Sama enerjiknya seperti para olahragawan dan atlet. Sungguh komposisi yang komplit karena mampu menjelajah udara, walaupun hanya dengan kekuatan theater of mind.

Kamis, 07 Oktober 2010

Bapak, Kau Hebat Sekali!!!


3 Oktober 2010. Ada hari spesial apakah gerangan? Hari itu bertepatan dengan hari Minggu. Hari yang biasa saja menurutku. Namun ternyata ada sejarah yang menorehkan kombinasi tanggal 3 dan bulan November itu.
Malu sebenarnya mengakui kelemahan saya yang satu ini. Kekurangan yang tak kunjung mereda karena terlalu konsisten pada sifat manusia bernama lupa, dan itu salah. Terperanjat mata saya mendapati sms yang masuk menerkam inbox ponsel saya. Reaksi yang saya aplikasikan waktu itu adalah beristigfar. Mengagungkan asma Allah dan mengakui bahwa manusia adalah jauh dari kesempurnaan.
Sebenarnya kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Tragedi lupa yang sangat tidak aku suka ini juga menimpa 2 tahun yang lalu tepat di bulan juni hari ke 17. Saat itu keadaan saya terbilang parah. Kenapa? Karena lupa yang saya tuai waktu itu akibat kesenangan-kesenangan semu menginap di hotel mewah yang punya 5 bintang.
Tak tahu apa yang harus aku lakukan setelah mendapati sms itu. Berpikir sejenak, memandang HP, mengecek pulsa. Kuberanikan diri memencet nomor satu per satu. Harapannya agar aku dapat menyampaikan maksud dari teriakan sms tadi.  
Ketika dari ujung sudah kudengar suara, yang sepertinya aku kenal. Langsung saja ku sapa dengan hangat dan kuutarakan maksudku. Namun, ternyata seseorang yang ingin ku temui masih berada di belakang, begitu katanya. Aku sabar menanti sejenak, dan ketika kudengar dia menyapa dengan suara paraunya, dia berkata, “Hallo, nak!”. Subhanallah, lelaki yang sedang menyapaku ini, kini telah bertambah usianya. Sudah tak muda lagi, beliau telah mampu menapaki hidup selama 68 tahun.
Kuucapkan selamat ulang tahun padanya dengan usaha yang cukup bertenaga. Maklum saja, ayahku sudah merasa kesulitan mendengar suara-suara yang tak begitu keras. Aku tak tahu pasti apakah dia mendengar dengan jelas suara anaknya yang merdu ini. Yang pasti, tanggapan selalu dia omongkan dan terkesan nyambung-nyambung aja.
Ya, ayah… Dia ayahku yang sedang berulang tahun. Seseorang yang juga berjasa dalam membentuk ketegaran dalam hidupku, Kesabaran yang tiada ujungnya, pertahanan emosional yang tanpa batas, peredam amarah dan ego yang begitu jitu. Aku biasa memanggilnya dengan sebutan Bapak.
Aku sadar, bahwa bapak kini tak lagi muda. Betul, usianya kini sudah mulai senja. Bahkan dia dapat bonus lima tahun lebih tua dari nabi Agung Muhammad, Rosul yang kami cintai. Diusia bapak yang sekian, aku merasa belum memberikan apa-apa. Padahal, sudah 23 tahun aku mengenal dan bersama hidup dengan sejuta canda tawanya.
Perasaanku goyah dan sulit tenang ketika aku bertanya, “Pak, pengen hadiah apa?”. Kulontarkan pertanyaan itu dengan suara lantang dan hati-hati. Vibrasi hati semakin mengguncang diri saat dia jawab dengan kata-kata penuh makna emosi. “Cukup doakan bapak, agar sehat, sregep ibadah, dan bertambah hidup lebih baik.” Subhanallah, itukah satu contoh sebuah kepasrahan dan tawadhu’ kepada Allah dari seorang Ayah kepada anaknya ini?
Bapak, apa... apa sebenarnya yang harus aku perbuat untukmu?? Seberapa hebat peluh yang harus kukeluarkan demi membalas semua budi pekerti dan jasa-jasamu? Sekeras tangisan yang seperti apa yang harus kuraungakan dalam doa-doaku agar kau dapat kedamaian di dunia dan akhirat kelak? Sampai berhenti detak nafas, jantung dan nadiku sekalipun, tak kan pernah mampu menyamai kasih, belas dan curahan sayangmu kepadaku, ayah…
maafkan anakmu yang masih nakal ini. Doakan saya ya ayah, agar kelak dapat meneladani sifat-sifat arifmu dan menyalurkannya kepada cucu-cucumu dari darah dagingku. aku menyayangimu seperti aku menyayangi istrimu, semua karena Allah, insya Allah. Bapak adalah ayah paling hebat seluruh dunia. Tak ada saingan bagimu ayah. Untuk semua bapak, ayah dan abi di seluruh dunia, “kau hebat sekali!!!”