Minggu, 07 Agustus 2011

KISAH BUKU USANG


Aku diciptakan dengan penuh cinta. Ditulis dengan penuh hati-hati dan serius agar tidak ada sedikitpun cacat dalam tubuhku, apalagi untuk isinya. Bisa-bisa orang-orang pada terjerumus jika sampai ada yang salah menulisku. Pasalnya, goresan-goresan dalam tubuhku ini akan bermanfaat untuk setiap manusia, agar mereka mampu melewati kehidupan yang keras ini. Kehidupan yang kata orang banyak kebohongan, penuh racun dunia, dan sarat dengan kepura-puraan, aku takkan mungkin menjerumuskan umat manusia di muka bumi ini sedikitpun
Ketika aku selesai disusun. Aku siap menjadi pendamping siapa saja yang ingi sukses. Aku menunggu penuh harap dan cemas. Berada lama sekali di etalase, menginginkan ada sseorang yang mengambilku dan membelinya. Bagi kami, dipilih oleh orang dan menjadi dari bagiannya adalah kemuliaan. Hidup bersama mereka dengan kedamaian dan butir-butir sajak yang kupunya akan memberikan seribu kesejukan, asalkan mereka benar-benar mau berpegang teguh padaku.
Syukurlah… Kini aku telah berada dalam rumah penuh impian. Rumah salah seorang yang patuh dengan Tuhannya. Setiap pagi hari dan malam dia mulai membacaku dan memahamiku. Senang rasanya bisa menjadi penenang baginya. Dia lantunkan sajak-sajakku yang begitu indah dan bisa membuatnya terbuai. Jangan salah, aku bukan memabukkan bukan juga menyesatkan. Tapi aku diciptakan untuk tahu banyak hal, untuk mereka yang tersesat di jalan buntu, bagi mereka yang punya sejuta pertanyaan, untuk pasangan suami istri yang mengidamkan kehidupan yang samara—sakinah mawadah warohmah, juga bagi mereka pemuda-pemudi tangguh namun sering terperangkap pada kelabilan yang jahat. Sekali lagi bagi siapapun. ya bagi siapapun. Termasuk Anda.
Tapi, sedihnya diriku sekarang. Kini aku hanya teronggok di atas lemari yang tinggi. Memang tempatku yang sekarang jauh dari jangkauan orang-orang. Apalagi anak-anak, tak akan ada yang mengganggu apalagi mengusikku sekarang , kemana tuanku itu pergi? Aku sendirian di atas sini. Bukan tenang yang kudapatkan. Namun hanya gelisah dan cemas yang kurasakan, kemana orang-orang serumah ini? Mereka mulai melupakanku , tak lagi membaca ayat-ayatku, ayat-ayat tulus yang datang dari Tuhannya. Tuhan yang selalu sayang dan cinta pada makhluk-makhluk Nya. Melupakanku berarti sama saja melupakan tuhannya.
Aku adalah kumpulan firman-firman yang mampu membuatmu tenang, merasa dekat selalu dengan Tuhanmu. Mengapa kau campakkan aku sekarang? Kapan terakhir kali kau membacaku? Kau tega membiarkan tubuhku diterpa debu-debu kotor, usang dan merasa terbuang. Kau tega melihatku digigiti ngengat-ngengat jahat. Kau juga memperlakukanku begitu kejam. Menumpukku dengan buku-buku lain. Buku-buku ilmu dunia yang tidak lebih lengkap dari yang aku punya!!
Pekerjaanmu kau anggap lebih penting dari pada membacaku. Update facebook jauh lebih eleghan dari pada meng-update pesan-pesan suci yang ada padaku. Urusan keluarga, kantor, pacar, teman-temanmu selalu kau utamakan dari pada hanya menyentuhku. Kemana kau bawa dirimu selama ini ?? Kenapa tak kau bawa diriku serta untuk melengkapi dan mendukung keseharianmu?
Aku sedih sejadi-jadinya, kau lebih mementingkan duniamu saja. Kau hanya sibuk dengan buku-buku diarymu dan curhat apapun kegelisahanmu. Aku iri ketika kau dengan semangat membaca cerita-ceita fiktif dari buku tebal berharga ratusan ribu itu. Padahal aku punya cerita yang lebih indah dan inspiratif dari nabi-nabi. Orang-orang hebat pilihan Tuhan. Kau bangga ketika membaca ensiklopedia yang katanya sangat pintar. Hey, jangan salah, tulisanku lebih ilmiah. Langsung dari Tuhan yang menciptakan kepintaran orang-orang di dunia ini, DIalah Sang Maha Pintar!!!
Wahai orang-orang yang mengaku beriman, yang ingin hidup bahagia. Jangan kau terbuai  dengan iming-iming duniawi yang hanya sementara saja. Jangan percaya pada kesenangan-kesenangan yang ditawarkan oleh setan dan iblis yang bisa menjelma jadi apapun, uang, harta, kekasih, jabatan atau suasana foya-foya. Cukuplah untuk sekarang, kembalilah ke jalan yang benar. Menuju Tuhanmu kembali ke orbitnya dan jangan sekali-kali melenceng dari jalan-jalan yang telah digariskannya. Aku akan menunjukkan jalan bagimu jika kau menjadikanku sebagai way of life mu. Peganglah teguh. Berjalanlah bersamaku, karena aku tak mungkin menjerumuskanmu. Aku adalah kumpulan ayat-ayat, firman-firman, yang dulu pernah disampaikan oleh orang-orang pilihan tuhan sebagai utusan Nya!! Akulah kitab suci itu, buku yang menyimpan seluruh rahasia alam dan penciptanya. Kau akan mengerti banyak tentang dunia dan penciptanya sebanyak mungkin. Tapi itupun belum cukup. Masih ada yang Maha Lengkap. Maha Mengerti Apapun. Dialah Tuhanmu  yang merindukanmu menuju kepadaNya.

Dia menyebut kita saat kematian menyapanya


Ya Allah, ini untuk kesekian kalinya, aku membaca cerita nabi Muhammad. Subhanaallah banget ya, ya Allah. Air mataku kembali meleleh, tak terbendung. Membaca kisah nabi dalam buku “Menatap Punggung Muhammad”.  Ya Allah, sungguh hidayah itu datang dari Mu, sungguh Kaulah yang meniup Ar Rohaman dan Ar Rohim itu, ya Allah. Sungguh Kau adalah Cinta dari segala cinta mulia di dunia ini. Ya Allah, sungguh kasih Mu melebihi kasih sayang ibu yang dikumpulkan di muka bumi ini.
Begitu santun Kau buat perangai nabiku itu ya Allah. Hingga Kau sendiripun sangat memuja dan memuji ciptaan Mu sendiri, Muhammad. Ya Allah, hamba malu ya Allah. Mana mungkin, hamba yang seorang manusia lemah ini, tak segenap jiwa, tak sepenuh peasaan, tak segenggam rasa, mencintai kekasih Mu ya Allah.  Padahal Engkau sangat mencintainya. Ya Allah, hamba yang nista ini, ingin bertemu dengan Rasul Mu yang agung itu. Rasul yang begitu cinta kepada umat-umatnya, biarpun dia tak pernah bertegur sapa, apalagi mengenal, terlebih melihat umat-umatnya. Tak pernah.
Namun ya Allah, ya Robb. Muhammad begitu tulus, dan sangat bersedih. Ketika akhir hayatnya, ketika dia menghadap kepada Mu, ketika dia Kau panggil dengan lembut, dia menyebutkan dengan fasih, “ummati… ummati…ummati”. Di akhir hayatnya, Muhammad kekasih Mu, menyebut kata ‘ummati’ ya Allah. Sebagai tanda cinta dan begitu memuliakan umat-umatnya. Begitu mengasihi umat-umatnya. Dia begitu mencintai, sepenuh perasaan jiwa raganya, terbukti saat sakarotul maut. Dia menyebut, ummati, menyebut kami, menyebutku, salah satu umatnya.
Bahkan tak hanya itu ya Allah. Muhammad menghawatirkan kami, aku juga, umatnya. Muhammad bersedih, ketika dia pergi, nasib umatnya bagaimana? Muhammad bersedih berpisah dengan kami, umat-umatya. Umat-umatnya yang belum sekalipun ia temui. Yang belum sedikitpun ia tahu seperti apa bentuknya, namun rasa cinta Muhammad, sudah begitu dalam, hingga hamba bisa rasakan sekarang, ya Allah.
Namun, apa pantas ya Allah, aku disebut sebagai umat Muhammad? Astaghfirullahal’adzim. Pantaskah ya Allah, aku dapat syafaat dari Kekasih Mu, Rasulullah saw? Pantaskah ya Robb, aku berjalan mengikuti Muhammad ketika menuju syurga kelak? Pantaskah ya Allah, aku masuk golongan orang-orang yang Engkau muliakan karena mencintai kekasih Mu, Nabi Muhammad yang agung? Pantaskah aku ya Kholiq?? Sang Maha Pencipta orang-orang mulia…. Astaghfirullahal’adzim.
Sedangkan aku masih malas-malasan menjalankan apa yang dikerjakan sang nabi. Sedangkan aku masih saja sholat tak tepat waktu. Sedangkan aku, masih saja membentak orang tua aku ketika dinasehati. Sedangkan aku, masih saja menghina guru-guru aku, padahal mereka sudah sangat tulus memberikan ilmunya kepadaku. Sedangkan aku, masih saja saling bermusuhan ya Allah. Sedangkan aku belum tulus mencintai sesama manusia dan saudaraku di muka bumi ini. Sedangkan aku masih sangat dholim terhadap sahabat-sahabat aku sendiri. Astaghfirullahal’adzim.
Ya Allah, ampunilah hamba. Ampuni kami. umat-umat kekasih Mu, yang belum bisa mendekat sepenuhnya kepada Mu. Yang belum tahu bagaimana cara membahagiakan orang tua. Yang hanya bisa merepotkan dan menyusahkan kedua orng tua. Yang masih kesulitan mendoakan orang tuanya. Yang belum bisa menjadi anak sholeh. Terlebih, yang belum bisa berbakti kepada Rosul dan Pencipta nya. Aku manusia itu ya Allah. Akulah orang itu ya Allah. Hambalah orang yang belum taqwa itu ya Robb. Ampun ya Ghofur, ampun ya Latif….
Ya Allah, hamba masih saja menagisi keduniawian hamba. Hamba akan pilu ketika kehilangan harta benda. hamba akan terasa sedih ketika dosen mulai tak bersahabat. hamba akan mulai gelisah ketika orang tua dan sahabat seolah tak lagi peduli. Hamba akan sangat risau, ketika masalah demi masalah bertubi-tubi datang. Hamba pun akan berduka, ketika teman dan sahabat saya sendiri memusuhiku. namun, aku tak sepilu, tak sesedih, tak serisau, tak berduka, ketika aku mulai jauh dari Mu ya Allah. Ampun ya Allah ampun…
Ya Allah, sesungguhnya Engkau dekat bukan? Bahkan lebih dekat dari urat nadiku kan? Maka dekatlah hamba kepada Mu ya Allah. Rapatkanlah jiwaku ya Allah untuk tunduk patuh hanya kepada Mu. Hangatkanlah aku dalam pelukan iman kepada Mu ya Robbi. Pertemukan aku, orang tua dan keluargaku, sahabat-sahabatku, guru-guruku, seluruh muslimin dan muslimat, dengan kekasih Mu itu ya Allah. Dalam pertemuan paling indah. Dalam reuni ciptaan-ciptaan Mu ya Rohman. Ciptaan-ciptaan terkasih Mu. Ciptaan-ciptaan terbaik Mu. Tentu juga, impian kami semuanya, adalah bertemu dengan Mu, ya Malikal Mulki, ya Dzal Jalaali Wal Ikrom.

Cerita-cerita BOHONG dari Tere-Liye


Huft, sekali lagi Tere-Liye membuatku termenye-menye. Aku mengakui kehebatan Tere-Liye mengolah kata. Dia telah mampu menyihirku berhadapan dengan novel mungilnya dua hari ini. Lihatlah, bahkan aku masih terlihat pucat lesu. Mataku basah dan pipinya mendingin licin. Cerita yang mengada-ada namun sukses membuat pelajaran hidup yang sungguh berarti.
Setelah Delisha dengan hafalan sholatnya, kini dia mengolah hatiku sedemikian rupa lewat tokoh Dam. Cerita tentang impian anak-anak sungguh selalu membuatku terbuai-buai, terbang hingga ke angkasa. Keren sekali. Selalu berhasil menyuntikkan seribu CC semangat yang merajuk dalam hatiku. Haiyah, bahkan kata-kataku yang kutulis pun sekarang jadi sok puitis menggerigis penuh optimis. *ngakak mangap
Novel ‘Ayahku (bukan) Pembohong’ adalah novel ke sekian kalinya yang kubaca setelah karya-karya Andrea Hirata, Djibran dan Kang Abik. Hahha, jangan heran kalau aku hanya menyebutkan sedikit nama penulis novel keren itu. Jujur, aku tak suka membaca. Termasuk baca nove. Tapi, gara-gara omongan besar teman-teman, aku jadi ingin membaca novel. Dan benar, teman-temanku benar. Beberapa rekomendasi novel-novel mereka ampuh membuatku autis sendiri ber haha-hihi atau mewek membaca novel.
Ceritanya simpel. Tentang kebencian seorang anak kepada ayahnya karena merasa dibohongi. Dam, seorang anak yang senang mendengarkan cerita dan memiliki rasa penasaran sangat tinggi. Sedari kecil, ayahnya selalu bercerita tentang petualangan masa mudanya. Bercerita dengan penuh gelora dan optimisme yang tinggi. Tentunya, pesan dari cerita itu lebih-lebih membuat bergelora, sungguh luar biasa.
Cerita dari ayahnya mampu membuat Dam bersemangat menjalani hari-harinya. Dia belajar berbesar hati, sabar menahan amarah (walaupun pada akhirnya gontai), hidup sederhana, kerja keras dan pelajaran hidup lainnya dari rangkaian kisah-kisah ayahnya. Hingga pada akhirnya kebencian mulai menyeruak manakala Dam merasa telah dibohongi ayahnya tentang penyakit ibunya.
Hanya gara-gara ayahnya tak menceritakan tentang kondisi kesehatan ibunya, Dam  naik pitam stadium 7. Dia mengutuk ayahnya seorang pembohong dan hanya membual dengan cerita-cerita omong kosong. Kebencian itu pun menyelimutinya. Dia tak sadar, padahal cerita-cerita ayahnya diam-diam juga membuatnya memiliki jiwa yang besar, semangat tinggi dan pantang menyerah. Penyesalan itu terlihat ketika di-ending ceritanya yang begitu (kalo kata salah satu temenku adalah berlebihan dan sedikit mengada-ada) mengharu tabu. *meringis koala
Haduh, tapi biarpun itu mengada-ngada, jika Tere-Liye mampu kutemui sekarang, aku akan mengatakan “Terimakasih telah membangkitkan gairahku menulis”. Loh? Kenapa tidak mengatakan tentang pesan novel itu? Hehehe, selain itu juga memang bagus banget, motivasiku membaca novel sebenarnya juga adalah karena aku pengen dapet banyak inspirasi menulis novel. Ya Robbi, pengen banget deh menghasilkan mahakarya novel yang duper keren. Biarlah tak best seller atau terkenal, yang penting mampu memberikan pencerahan, secerah matahari MU yang tak pernah meredup sampai KAU mau.
So, well done!! Thx to Tere-Liye, paling tidak beberapa paragraph ini adalah hasil kongkrit bahwa aku juga jago nulis khan? Hahaha. Hmmmm novelmu sungguh memberikan dampak perlahan tapi pasti. Semoga kau istiqomah menulis dengan hati untuk kembali ke hati. Menyadarkan nurani dengan jalan sangat teliti. Tanpa paksaan namun semuanya mengalir begitu indah tanpa henti. Kau biarkan hati yang mencari-cari cahaya Illahi itu… Selamat ya…

Jumat, 06 Mei 2011

Serunya MCB 3G Perdana Semarang!!

dari Fahmi Sadja on Tuesday, April 26, 2011 at 9:59pm

Heeeehhmmm.... tumben-tumbenan saya nongkrong sendirian begini. Oke pemirsa, sya sedang berada di salah sebuah resto ternama di kota Semarang, tepatnya di daerah Tembalang. Hmm... seperptinya ada yang pengen dishare mumpung dapet hotspotan gratis... Tentang kejadian weekend kemarin. Haha, kejadian? terlintas dibenak pasti sesuatu yang menakutkan, mengerikan, membahayakan dan menggentingkan ya.. wkwkwk... Tidak sebahaya itu lah..

Tentang sebuah perjalanan yang indah dan tak akan pernah terlupakan. Semoga perubahan yang baik ini akan selalu istiqomah selama-lamanya, sampai saya bertemu dengan Allah di syurga nanti. Hehehe, temen2 juga ya... Jadi, adalah training MCB yang saya ikuti 2 hari weekend kemarin. Sebuah sejarah baru sebagai titik tolak, lompatan untuk perubahan yang sebesar-besarnya dalam diri. Amin ya Allah #menengadahkan tangan kecil, kemudian mengusapkannya ke muka#

Perjuangan temen2 FOSMA mencari peserta untuk 3G MCB angkatan perdana ini bisa dibilang luar biasa. Setiap hari H - 2 minggu, klesana-kemari, tele-tele sana-sini, demi meraih angka yang gemilang, minimal 50 orang. Masih terekam jelas bagaimana paniknya ketika peserta baru dikisaran 30-an. etar-ketir, khawatir dan selalu terpikir. Namun, 1000% kami yakin, tak mungkin MCB ini diundur lagi, seharusnya saja ini sudah jatah tahun lalu.

namun, Subhanallah, mungkin hari itu H-3 ya, kita baru dapat kepastian MCB lanjut setelah mencapai angka 50 peserta. lega rasanya. Keyakinan mendalam ternyata memang membuahkan hasil cemerlang. Allah sungguh telah memilih kami untuk menghadiri majelis mulia itu. Berkumpul dengan puluhan saudara sespiritual. Merenung sekaligus berbahagia merasakan betapa Allah dekat dengan kita, betapa Allah sangat cinta dengan hamba-hamba NYA.

Materi hari pertama, di sesi terakhir. Saya kasih bocoran dikit (gak papa ya..) : tentang memaafkan orang yang kita benci. Bukan dibenci sih, lebih tepatnya orang tersebut pernah menyakiti hati kita. Sungguh, butuh waktu lama saya menelisik memori di laci otak saya. siapa, siapa siapa orang yang pernah menyakiti hati saya? Ternyata, memang ada. Astagfirullah, itu artinya saya belum ikhlas memaafkan apa yang pernah ia lakukan kepada saya. Sontak, nangis saya sejadi-jadinya. Hampir teriak-teriak saya. Nah, pas banget, maaf-maaf nih ya, begitu mau doa, ealah mic dateng. Kenapa suara saya begitu jelas terfengar?? Hm..hm..hm.. Geleng-geleng saya dalam hati. Doanya jadi jaim deh, masya Alloh... Haha.. becanda ding. tapi, saya sadar betul, manusia memang tempat kelemahan dan kesombongan. Ya Allah.... insya Allah kalo sekarang udah ikhlas memaafkan :) #ngelus dada, jangan sampai kejadian lagi#

Dan, masih banyak lagi, kejadian yang menyentuh. Kapal Nabi Yunus, itu spektakuler. Hehehe.. #menginat Abi, Abraham dan Azim yang menadi patner saya saat sesi itu. menyentuh banget!!! Well, semoga bener2 pada sadar betul setelah training itu. Itulah juga kenapa malam ini saya pasang status "Kebanyakan orang (mungkin termasuk saya) sangat powerfull saat latihan (di ruang training), namun ketika ujian nyata datang, Astaghfirullah mental serasa terjun payung. Ampun ya Ghofur, begitu lemahnya kami sebagai manusia MU".

Semoga saja deh, setelah 2 hari kemarin, bener2 dibangkitkan. kalaupun tobat, ya nasuha benera, biar gak sia-sia. Malu sama Gatut Koca, Walisongo, dan kacamata 3 Dimensi. Loh??? wkwkwk... Tapi, kayaknya temen2 sih sepakat kalo perjalanan weekend kemarin meriah, gokill, seru dan seneng ya.... Selamat buat Mumun yang udah dilantik, selamat juga buat Andhika yg udah lengser. Itu artinya kamu mesti cepet2 skripsinya diiik. Buat yang lain, tmen2 dari jogja, purwokerto, kudus, terimakasih ya atas kedatangannya... Mari lanjutkan lagi kesenangan ini lain waktu. Temen2 Fosma, Semangat ya!!! TC dan DC nya jangan lupa terus digalakkan!!! :)

best regrads,
Fahmi Sadja

Welcom Jakarta

diambil dari  Fahmi Sadja on Thursday, April 14, 2011 at 2:06pm

Wah, lama juga tidak menuliskan di note ini. Kurang lebih sebulan. Ada cerita apa ya sebulan ke belakang?? Hehehe, kebiasaan nih, ketika udah nge-note bawaannya langsung melayang-layang, membayang-bayang, pergi ke masa lalu, dan berniat untuk curcool, hahaha...#ngakak kejang

Paling tidak, harusnya ada sedikit yang mesti di-share ni. Itung-itung melihaikan kebiasaan menulis. Tapi bingung apa yang mau ditulis. Pengalaman kerja di EO kemarin? yang sarat dengan kejutan dan kebahagiaan?? Hahaha.. paling tidak Festival Buku Murah untuk peringatan ultahnya Semarang ke 464, sukses terlaksana lah. Terlepas dari masalah-masalah prencil yang saya lebih memilih untuk tidak tahu saja. Hahaha.. curang...

Well, Ceritanya, kemarin baru jalan2 gitu dari Jakarta. Hahaha... Spesial banget ya itu kota. Namanya juga Ibu Kota negara tercinta, Indonesia. Selalu punya pesona sendiri bagi saya, seorang pemuda daerah yg sempat bercita-cita tinggal disana. Entah, sebenarnya magnet apa yang jadi kekuatan Jakarta ya, kok ya... orang mau-maunya pada berbondong-bondong, tergopoh-gopoh pergi ke Njrakata. Heheheh... #ngiler pengen balik lagi

Bagi saya, kenapa pernah tertarik untuk tinggal di Jakarta, karena satu alasan : Keren. Hahaha.. Entah setan mana yg membisiki saya dengan satu kata itu. Tapi, betul. Sepertinya apapun ada di Jakarta. mulai dari tempat hiburan segala rupa ada sampai tempat tiduran segala bentuk juga tersedia. Makanan tradisional dengan berbagai rasa sampai makanan fastfood paling cepat penyajiannya juga nyentrik nangkring di Jakarta. Apalagi coba? Perusahaan dan jenis pekerjaan apapun juga semuanya ada, mulai dari yang esek-esek, abal-abal sampai ke profesional dan eksekutif sekeren DPR. cieee.... ups #tutup mulut

Satu lagi, di Jakarta banyak artisnya, Stasiun TV dan Radio, travel agncy, yg semuanya menggiurkan bagi saya. Arus informasi memang kenceng beredar di Kota ini. Namun, satu kemudahan berjalan lancar di jalanan agaknya masih sulit didapat dengan bebas ketika kita tinggal di Jakarta.

Mungkin itu salah satu pesona juga. Jakarta sudah sangat terkenal dengan Kemacetannya. Bener juga sih. Waktu seakan menjadi emas yang paling superior disana. Muahal banget. Maka dari itu orang pada keseringan nyari emas itu : alias menjadi penunggu untuk sesuatu yang kadang tak tentu. Hehehe... Contoh, janjian jam 5 baru nongol jam 8. Janjian ketemu 5 menit lagi, ternyata mesti nunggu sampe 45 menit. Oaaalaaah, sungguh, jika waktu itu bisa digadaikan dengan emas, kaya lah kita... #usap keringat di Jidad

Baru 3 hari disana. Saya sendiri sudah kalangkabut. Stress aja bawaannya. Mules ngeliatin gedung yang tingginya melebihi semampainya orang-orang Amerika. Pusing ngelihatin jalanan yang penuh sesak dengan moda transportasi. Cenat-cenut liat fly over yang ruwetnya setengah ancur. Cekot-cekot ngeliat mal kok pating slerah (tercecer) dimana-mana. Duh gustiiii, kulo kok yo getun kados tiyang ndeso (ya Tuhan, saya kok heran seperti orang desa). Mental lagsung ngedrop ketika membayangkan, "am i ready to get a job here?" #kasih cendhol

Hahaha, namun, bagai mendapat durian runtuh, Petikan quote yg saya dapat dari buku bercolour kuning karangan Billy Boen bertajuk Young on Top berteriak "DO what you LOVE and LOVE what you DO". Sebuah kalimat yang dahsyat dan sarat makna. Do what you love mengajak kita untuk selalu melakukan apa yg kita sukai. Simpel aja sih alesannya, kita akan maksimal kalo melakukan apa yg kita sukai bukan? Dan, katanya dari situ passion akan muncul. Kabar baiknya, kata Donal Trump Pasion merupakan kunci utama seseorang berhasil dalam bidangnya. So, apa passion mu?

Lantas, bagaimana jika sudah terlanjur bekerja dibidang yg tidak kita sukai?? Nah, pakai kalimat kedua 'LOVE what you do'. Butuh pembesaran hati yang maksimal disini, bahwa kita diajak melihat kebawah, "hey, tidak semua orang bisa sepertimu sekarang lhooo, apa yang kau dapat sekarang adalah sebuah anugerah juga!" Intinya syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. #sing

Allrait, segitu dulu ah, yg jelas, perjalanan 3 hari kemarin, itu LUAR BIASA. Thx buat sahabat-sahabat saya, Citra, Rizka, Satria, si kembar Zizi dan Zaza (wkwkwk), Ayi sekeluarga (top bgt!), Rizqie (Subhanallah kisahmu sebulan ini cuuy), dan semuana lah... ^^ #big hands