Senin, 28 Februari 2011

Bual-bualan Belaka (BBB)

by Fahmi Sadja on Tuesday, February 15, 2011 at 5:59pm

Sore ini terasa wet sekali karena memang tubuh ini mengeluarkan banyak keringat. Hmmm, Pare sore ini terasa begitu panas namun menggairahkan. Beginilah, Allah seperti mengajarkan ku kembali bagaimana perjalanan beradaptasi dengan lingkungan baru. Aku seperti terlahir menjadi kupu-kupu yang menjadi labil mencari madu kesana kemari. Dimana ada bunga yang merekah disitulah aku bernaung, artinya dimana ada sesuatu yang indah disitulah aku terbenduung.. Hahahha... #kalimat pembuka yang aneh...

Bermain FB saat ini menjadi kegiatan mewah bagiku sekarang. Semenjak aku terdampar di Pulau Inggris, Kampug Pare yang terkenal dengan pesona les-lesan Bahasa Inggrisnya, aku seakan menjadi orang yang paling primitif.

1) Karena HP tiba-tiba jadi rusak (sekarang lagi opname), so i can't call, keep n touch with all of my big Family and friends
2) Keseharianku berubah 100 derajat dari biasanya, kenapa cuma seratus, karena yg 80, aku rasa still so me. Seperti mencuci baju sendiri, bolak-balik ke masjid (tentu saja sholat ya, bukan cuma as a Cleaning servis), makan minum tidur, belajar tepat waktu (yang ini bo'ong banget, cuma di Pare jadwal belajarku jadi teratur), and also make samting fun like menjajal berbagai kuliner baru, jalan-jalan.
3) Ada keunikan yg aku rasakan saat di Pare, adalah sering bersepeda, every single day i do that, aku benar-benar telah lancar bersepeda sekarang. Hahaha (gak penting)

Sambil nunggu download-an anti virus, aku coba gagahi satu per satu notification yg ada di lamanku. Kudapati beberapa yang menarik mataku hingga melotot-lotot. Oh my God, tulisan tala lewat notenya yang bertajuk "RRRuuaaarrr Biasa" membuatku bersilat senyum (bingung gak tuh bayanginnya gimana). Jika boleh aku menyimpulkan, dia bercerita betapa Subhanallahnya kehidupan yang Allah berikan ini. Dia bertemu dengan teman-teman yang seakan memberikannya spirit persatuan maju jaya untuk menuju Allah yang Esa. The point is, Allah tunjukkan semua kekuasaannya melalui lantunan dan rangkaian kejadian demi kejadian di ESQ. Ya ESQ...

Saya bisa merasakan kebahagian yang mungkin Tala rasakan saat itu. Dari bahasanya dia bercerita, spirit ini melejit-lejit hingga menyenggrak sanubari (hayyyyahhh). Tapi memang benar, bukan bermaksud berlebihan, saya yakin ESQ juga rencana Allah sehingga kami (espesially para alumni yang sekarang aktif di FOSMA) mampu merasakan kebahagiaan dunia yang sesunguhnya. Bukan hura-hura di lantai dansa, apalagi berglut dengan para wanita. Bukan juga harta yang menjadi sumber kita bersukaria. Bukan pula tahta yang merajai kesenangan kita. Namun, justru kata Berbagi itu sendiri yang menjadi medan magnet terbesar penggerak energi mulia bernama bahagia itu. #Udah mulai serius nih ngomongnya

Pak Ari memberikan formula yang sungguh tepat jaya. Mic Sharing. Kegiatan ini menjadi sakral bagi saya pribadi. Bukan karena saya selalu jadi korban kena mic sharing (pas SCC sering banget tuuhh), tapi berbagi sesuatu yang ada di hati bukan perkara yang mudah. Mungkin, karena mic sharing ini pun kami jadi bisa mengerti dan jujur tentang apa itu klarifikasi dan berdoa. Mengakui semua keagungan Allah dan kesalahan kita sebagai manusia, Serta meminta solusi atas kegundahan yang merajai jiwa raga kami sebagai manusia hina dina. #Beraaaaaaattttt

Well, aku rasa teman-teman udah lebih paham lah masalah dengan yang satu ini. Jika memang ada kebahagiaan dengan pertemanan yang telah anda-anda jalin, improve lah. Ibarat lampu ajaib, teruslah kau usap-usap persahabatanmu itu agar terus mengkilap sekilap kristal. Jangan hanya ketika gundah kau datang memohon dan meminta-minta, tapi ketika sedang bahagiapun, bagilah dengan tanpa mengurangi kadar dari kebahagiannya itu sendiri. it's fair.

Well, sepertinya download-an ane udah rampung dengan selamat nih agan-agan. Terimakasih atas atensi dan kesudiannya membaca "sampah" yang sengaja saya bagi-bagikan kepada hadirin yang tampan dan cantik manja semuanya... Durasi udah pas banget satu jam dan ternyata bill-nya 2500 (pamer banget, berharap ada yang mau bayarin).

Ohya, curcol yakk, jujur, untuk bulan ini kok pengaturan duitnya sullit buanget ya. Kebiasaan di kos udah ada yang nyediain makan, sekarang harus bergerilnya mengatur beli makan sendiri... ya Allah, terasa banget, susssahnya minta ammmpuuun... Betapa besar jasa ibu kos di Semarang. Gak kalah lebih besar jasa Ibu kita sendiri di rumah yang selalu always menyediakan apapun keperluan kita hingga gedhe kaplak seperti sekarang ini... Subhanallah...

Demikianlah, mohon maaf apabila ada kata kurang masuk akal atau masih ngganjel, kesalahan ada pada saya sejatinya. Jika ada kalimat yang membuatmu berdesir hingga mungkin membuat bulu kuduk terasa menari-nari, adalah Allah yang memberikan hidayah itu padamu. Hehehhe....

Billahi taufiq Wal Hidaaaayah #benerin rambut, Summa Assalamualaikum wr. wb...

Salam penuh hormat, cinta dan tos semangat....
Fahmi Sadja :))

Minggu, 13 Februari 2011

First Impression in Pare : Oh My GOD!!

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun datang. Sang waktu menjawab begitu cepat pengalaman demi pengalaman di Pare. Rabu (9/02) lalu saya putuskan untuk berangkat ke Pare Kediri bersama Citra, Andhika and Pig Hendro. Perjalanan kami tempuh dalam waktu 10 jam. Ckckcck.. Waktu yang tak seharusnya kami habiskan hanya di dalam mobil dan melihat-lihat pepohonan di pinggir jalan. Tak hanya itu, kami pun menemui beberapa jalan yang salah yg tak seharusnya kami lampaui. Ya, maklum, diantara kami berempat, tak ada yang tau pasti jalan menuju ke Pare, Kediri. #elus jidad

So, we had to ask someone when we found strange way. Beberapa kali kami kebacut. Hahaha kami dapatkan kata baru itu di Jatim. Kebacut = terlanjur, kesasar, keblondrok, keblandrang, apapun itu yang tidak mengantarkan kita kepada yang seharusnya. Tapi kebetean melakoni perjalanan panjang pun sirna ketika saya melihat wajah teman kami yang begitu mempesona untuk ditabok. Hahaha… his face is like a pig (I’m sory bro!!) #ngakak, give me five!!

Sampailah kita di Pare. Kami dikejutkan dengan beberapa fakta bahwa PARE IS SO AMAZING. 1) #nunjuk jidad Harga beberapa makanan disini memang tergolong murah banget. Sebagai gambaran, telur penyet disini berbandrol 3 ribu per porsi. Di Semarang, harga 3500 hanya untuk satu porsi tempe penyet, belum tambah parkirannya.

2) Lain dengan urusan harga tempat nongkrong, beberapa café disini memadukan kalitas modern dan tradisional. Anehnya, harga paling mahal untuk satu porsi hanya 10 ribu. Bahkan ada di beberapa coffe shop, harga kopi paling mahal hanya 2500. Hahaha, beda sekali dengan di Semarang yang mematok harga kopi hingga kisaran 20 ribu. #Semarang emang lebay

3) lagi, Anehnya, kami justru tak menemukan parkir-parkir liar disini. Oh my God, tak ada lagi acara gontok-gontokan bersama tukang parkir resek, coz parking is free. Oh yesss!!

Awal kedatangan kami disambut oleh beberapa teman yang sudah lebih dulu ikut Marvelous (tempat bimbel dimana kami join). Mereka sudah maestro, it mean bahasa Inggrisnya sudah lancar banget. Kami pun dijamu dengan permainan bertajuk “Heaven Hell”. Hahaha, I thought it’s so fun for fire our bored. Paling tidak semangat baru pun muncul, ternyata teman-temannya akan enak dan bisa diajak kompromi.

Banyak kejadian tak kami sangka sebelumnya. Banyak teman-teman saya temukan. Temen-temen ESQ, temen-temen satu Undip dan beberapa teman dari penjuru Indonesia yang memiliki kesamaan wajah serta tingkah laku with my friends di Semarang and Pekalongan. Hahahaha, banyak juga kejadian yang tiba-tiba terangkai seperti dejavu, tak tersangka. #Mringis nunjukin gigi

Pare benar-benar bisa menjadi magnet kami sementara saat ini. Belum genap kami satu minggu di sini, berbagai activity hedonisme sudah menyergap kami degan seenaknya. Maaf, ini bukan melenceng dari pada apa yang saya rencanakan. Tapi, bolehlah sekali dayung 4 sampai 6 pulau terlewati. Haahaa. Ada setidaknya 4 tempat wisata yang telah kami kunjungi. Maaf bukannya marukks, Jiwa petualang ini serasa menyeruak di dada hingga ingin dimuntahkan. Dari pada weekend menjadi hambar, kami mensiasatinya dengan pergi-pergi. 1) Surowono temple 2) Surowono Cave 3) Simpang Lima Gumul yang terkenal degan keindahannya seperti di Paris, dan yang paling gak penting adalah 4) Kediri Mall. Hahahha… #melet malu

Banyak yang ingin diceritakan untuk kesan pertama kami menginjak bumi Pare. Bolehlah rasa senang dan exited mewakili ekspresi kami untuk sementara ini. Walaupun tak ada UNO, harus ekstra ketat meminimalisir output uang, salah satu teman kehilangan sepeda sewaan, dan harus tidur dengan keadaan yang sedikit tragis. Hahaha… but Pare is Fun!! #Ketawa Puas

Ini adalah lorong Jembatan Bawah tanah di Simpang Lima Gumul Kediri. Nggak nyangka, di Kediri ada gini-ginian. Lumayan keren. Gratis lagi masuknya...
 
Gudhe banget bangunan ini. Terletak di tengah2 simpang lima Gumul. Temen2 bilang bangunan ini mirip di Paris, but i dont think so. I dot kno 'bout Paris, hahha
 
Udah kayak di luar negeri aja kan.. Hahahaha :p


To be continue…

Selasa, 01 Februari 2011

Pare, I'm in Loveb

Dari FB Fahmi Sadja on Saturday, January 22, 2011 at 9:48am

Huh hah!!! GoodMorning Every Body... Weekend yang menyenangkan, semoga kamu juga merasakan hal yang sama ya.. Atau sebagian orang mungkin memilih untuk memurungkan diri di saru (sabtu seru) ini. Waduh, sayang sekali, hari ini terlalu cantik untuk kita cuekin apa lagi murungin.. hahahah....

Saya bahagia hari ini. hehehe.. mungkin bagi temen2 yang dari kemarin udah nyimak status2 saya yang sangat sering, udah bisa nebak saya senengnya kenapa. hihihihi... PD banget yak, biarin lah. Saya mah positif thingkin aja kalo Anda adl orang yang perhatian sama saya. Huauahahaha... maaf gak ketulungan narsisnya... is OK, seperti biasa yuk mari kita telisik ada apa saja di perjalanan backpaker kita kemarin....

Kita mulai dari stasiun Poncol. Perjalanan ke Pare kami mulai dengan naik kretaa ekonomi Jurusan Bojonegoro seharga 6500 (tertulis di tiketnya). Terdengar sangat menarik karena konon kabar dari temen, bahwa di ekonomi express ini ada pecel yg enak banget dengan harga yang miring. Hahaha, benar sekali, kami menemuinya. Tak pikir panjang lagi, satu pincuk pecel dengan ornamen peyek dan keripik tempe menjadi makan pagi kami. Sexy Food banget!!

Bersama Mbak Rika, Nela dan Cik Heni, kami putuskan utk negebolang ke Pare, dg harapan Survey dan dpt tempat enak saat belajar b.Inggris nanti

Perjalanan kurang lebih sekitar 5 jam. Jangan salah, biarpun kereta ekonomi, fasilitasnya tak kalah dengan kelas bisnis kok. Namun, sejujurnya yg membuat bosan adalah sepanjang 5 jam, mungkin udah puluhan kali berhenti dari stasiun satu ke stasiun yg lain. Tapi, lagi-lagi selalu ada yang menarik dari sebuah proses perjalanan. Ada banyak orang yg bisa kami amati. Kebanyakan yg satu gerbong dg kami adalah mereka para pekerja. Hal ini bisa dilihat dari tampang, warna kulit, cara ngomong dan tangan-tangan mereka yang kebanyakan kekar dan kasar (mungkin). Hahaha...

Ditengah perjalanan naik Kereta, kami menemukan keluarga mungil nan bahagia yg punya anak kembar yg iiihhh luthunnaa :))

Seusai sampai Bojonegoro, kami melewati jejalanan yg begitu lama, kurang lebih butuh 4 jam lagi untuk sampai pare. Dari bebecakan sampai eangkotan bernama ELF kami tunggangi. Bagi Anda yg memang suka bepergian di tempat-tempat asing, siapkanlah lokasi keikhlasan pada hati Anda, kenapa? tau sendiri lah, kita akan menjadi incaran yang empuk sekaligus nyaman bagi mereka para angkoters. Sampai tukang becak pun ikut memanfaatkannya. Maka dari itu, dari awal niatkan aja mbantu, amal, shodaqoh atau infaq biar gak ada lubang dalam hatimu. Heheheh...

di Jatim buanyak bgt angkutan macem ELF. Tapi ati-ati dg kernetnya yg kadang me-mark up harga seketika itu juga kepada orang2 baru dan polos seperti kami :((

3 kali gonta ganti Elf (baca E-lep), dengan biaya @8ribu, satu kali becak dan durasi 4 jam, kami sampai ke kampung inggris yang sudah terkenal seantero raya itu. Rute perjalanan gak udah dijelasin lah ya, karena ribet banget, tar kalo kita ketemu bisa lebih intim membicarakannya. :))

Sesampainya di Pare. Atmosfir Amerika dan Australia, langsung menerpa kami. Semilir nuansa itu semakin terasa bersamaan dengan gerimis dan membasahi kami. Spanduk promosi dan papan-papan nama seakan berteriak memanggil kami dengan banyak tawaran yang menggiurkan. Ada banyak sekali tempat les disana, mulai dari Oxford, Harfard, Mahesa, Marveolus, Smart, Webmetrix, Elfast, buanyak yang lainnya. Semuanya berlomba menunjukkan giginya yang paling baik, agar kami mau menjamahnya dan ikut membaur dalam sistem course yang mereka aplikasikan.

Nela saat nyewa sepeda, Sepeda merupakan alat transport utama anak-anak les disana. Banyak tempat penyewaan sepeda yg rata2 50ribu/bulannya
Suasana salah satu Gang di kampung Inggris Pare. Sepi, masih asri, ini diambil sekitar jam 5.30 :)
ini nih, gerbang kampung inggris yg terkenal itu. Ada puluhan (bahkan mungkin ratusan) tempat menimba ilmu tentang bebahasaan...
Banyak juga areal persawahannya, Jadi suasananya emang masih hijau, seger, asri dan menyenangkan sekali...

Hahaha... exited banget saya. Biaya hidup disana pun relatif murah. itulah mengapa, hati kami banyak terobati, setelah dlam perjalanan tadi banyak yang mengelabui kami dengan banyak me-mark up harga transportasi. untuk makan penyet adalah bekisar 3000 - 6000, itu sudah sama minum. Lalu pagi-pagi kita makan nasi kuning dengan sentuhan telur bulat dan suir, ditambah kentang kriuk, bihun dan timun.ohya, ada lagi teh anget rasa mawar, seharga 6000. Murah kan!! Ohya, kami juga kaget ketika mendapati harga bakso satu mangkok dengan banyak sekali bola dagingnya berharga 3000. Bisa dipastikan harga diri aneka makanan disana emang murah, tapi tak murahan kok!!!

Inilah tempat belajarnya, di teras-teras, banyak sekali yg mengaplikasikan b.inggrisnya utk komunikasi everyday :)
Ada juga yg berarak-arakan membuat sebuah barisan, jalan-jalan pagi dg pakaian seadanya, mereka keliling kampung, study tour ala Pare, everybody speak english!!
Lucunya lagi, ada tempat kursus yg menyelenggarakan senam sehat bersama setiap paginya, wow ramenyaa...

Yang emang bikin kagum lagi adalah ketika pagi-pagi kami bersepeda-pedaan. Ohya, sepeda sewanya adalah 50ribu per 30hari. Puas kan... Sehari kami kena tarif 5rb, mungkin karena bapaknya bingung mau ngasih berapa, masak 1600. Hahaha. Wuiih, sepanjang jalan kami disuguhi anak-anak yang les di teras-teras rumah, berjalan berarak-arakan, sambil mulutnya berkomat-kamit melancarkan prounonciation, vocab, grammer, greeting, chit chat each other. Penampilannya pun luar biasa beda-beda. Ada yg cuma pake boxer dengan setelah kaos ketat, pada pake sarung (pun dibalutkan keaneka ragam tubuh mereka, ada yg dipake di kepala, diselempangkan, buat selimut jalan), macem-macem pokoknya. Jauh dari modis memang, belum pada mandi pasti karen jam pun masih nunjuk ke pukul 05.30. Maka dari itu, kenapa saya pasang status, Loca,crazy,gila!!! Hahaha... Everybody speak english,so many bikes,most of men wear saroong do morning walking,im so exited! #open my mouth :D

Ini nih,,, Kosan yg harganya cuma 5ribu itu perorang...
Ada juga toko-toko kreatifnya :))

Suasana di Pare gak jauh beda sama di tembalang, terutama daerah banjarsari dan bulusan. Yah,, lebar jalannya juga segitu, dilewati bis juga. Rame-ramenya juga, mungkin yang bedain adalah, pengguna jalannya antara yg cinta lingkungan (pake sepeda, jalan, becak) vs mesin (motor, bis, elf dll) adalah 50 : 50.

Aduh, apalagi ya.. mulai kalap saya nulisnya, jadi gak urut dan beraturan lagi. Intinya, kesan pertama kami adalah menyenangkan. Langsung jatuh hati sama Pare dan tak sabar ingin menggeruduk dan bergelinjang di sana. Wkwkwk... How, ikutan gabung kami??!!

Ohya, yang jelas juga, perjalanan kemarin banyak kenangannya... kami mengelilingi banyak kota di Jatim. mulai dari Kediri, Jombang dan Nganjuk. Benar-benar dari Stasiun ke Stasiun. Poncol - Bojonegoro - Jombang - Nganjuk - poncol lagi. Sering nyasar, belanja jajan dan gonta-ganti angkutan.. wkwkwk.. Berkesan....

Minggu, 09 Januari 2011

Sepeda-pedaan sampai Jogja

saya ambil dari FB saya sendiri >> Fahmi Sadja on Wednesday, January 5, 2011 at 8:28am
 
 
Tengah minggu yang deg-degan ya?? Ada sebagian dari temen-temen masih ujian. Ada juga yang sudah selesai (selamat deh!!), namun ada pula yang sedang minggu tenang. Kalau aku, tidak ketiga-tiganya. Yeah, masih kuliah dan banyak deadline tugas-tugas yang menghantam. Amigoosss... #elus Jidad

Nah, ditengah kesibukan itu pula, seharusnya beramai diri di kamar menjadi pilihan utama saya dong. Secara tugas kan banyak, laporan magang belum kelar padahal udah kelewat tanggal. Namun, nggak ada salahnya lah ya kalau sedikit memanjakan diri. Kan, lagi tahun baru juga. Maka dari itu, Semangat bersepeda-pedaan pun muncul dari lubuk hati yang paling dangkal.

Beruntung karena ada temen-temen Fosma yg mau turut serta. Bahkan aku mendapatkan tawaran terlebih dahaulu dari Andhika. Akhirnya, hari Minggu tanggal 2 Januari, sepakatlah kita untuk bersepeda-pedaan. Yang menjadi pesertanya adalah Andhika, Rizqie, saya sendiri, Tala, Citra, Nisa dan Trea.

Bergaya dulu sebelum sepeda-pedaan

Kegembiraan menyambut sepeda sangat kami rasakan. Terbukti sebelum penyewaan sepedanya buka, kami sudah nungguin di depan toko sewa itu. Maklum, takut kehabisan. Kabarnya sepedanya bisa laris sekejap kilat, langsung banyak yang membombardir ngerental dengan begitu perkasanya. Tapi, Alhamdulillah kami mendapati sepedanya satu per satu... #prokprokprok

Sepeda sama helmnya udah mecing banget kan... Siap tempurr!!

Keberangkatan bersenang-senang dengan sepeda menjadi tertunda karena satu orang yang belum datang. Amigooos, Nisa telat, tidak biasanya!! Nyatanya dia juga manusia biasa, jadi lumrah ini bisa terjadi. Well, setelah dia datang, tampaknya langit semakin mendung menggelayut, hujan pun tak kuasa menahan diri lagi. Jatuhlah tetesan hujan yang semakin detik, semakin lebat.

Sepeda-pedaan B.A.T.A.L. Namun, ternyata cerita belum selesai. Kami tak menyerah, masih ada cara lain untuk menyenangkan diri, di weekend pertama tahun 2011. Adalah main UNO yang menjadi pilihan kami. Tala mengurungkan niatnya untuk ikut bersama kita, karena harus belajar (sok banget jadi orang rajin!! :P). Yasudah... Mumpung ada mobil Nisa yang bisa menampung 6 orang sekaligus, bergegaslah kita mencari tempat untuk menuangkan hasrat berkompetisi, memainkan UNO.


Weiss... Gak jadi sepeda-pedaan, UNO pun jadi

Ternyata main UNO tak membuat hati kami puas. Kami pun mulai bosan, walhasil tercetuslah ide untuk pergi cari sarapan. Dengan PD nya salah seorang dari kami mengusulkan untuk pergi ke tempat yang sedikit jauh. Pengen cari situasi yang berbeda, mumpung rame-rame dan ada transportnya gitu. Yaudah si, melajulah kami ke sebuah tempat di daerah ungaran - Ambarawa.

Sang Ababil Miska, mengusulkan untuk pergi ke Museum Kereta Api di Ambarawa. Tujuannya adalah cari makan disana. Namun seampainya disana. Kami ditolak masuk oleh petugas. Katanya, tempat akan dipakai. Ironisnya lagi, sang petugas justru tak tahu kapan akan dibuka. Gubrakkk!!!

Museum kereta api Ambarawa akhirnya menjadi tujuan utk cari sarapan.

Tak ada piring, daun pun jadi. Hehehe.. Bukan, bukan mau makan kitanya. Tapi, dari pada kesitu gak dapet apa-apa, yah... nggak ada salahnya kan kalau kami memanfaatkan banyak objek disana untuk poto-poto. Adalah gerbong-gerbong model kuna, tempoe doeloe (bikinan Belada, mungkin) menjadi korban kenarsisan kami. Hahahha... Puas sekali rasanya bisa melampiaskan hasrat model yang kami miliki. Sungguh, keinginan itu sangat merajalela, hingga tak kami melewatkan untuk foto di dalam gerbong yang terparkir di atas rel.

Hasrat berfoto memang tak bisa lepas dari diri kami

Setelah puas melakukannya, kami mulai kelaparan. Mampirlah kami ke sebuah kedai serabi kuah. Serabi yang jarang ditemui di Semarang ini, ternyata lebih enak jika disantap dalam keadaan hangat-hangat kuku. Wew, 4 biji, satu mangkok berharga 3000. Cukup terjangkau. Enak lagi, ada 2 pilihan rasa, coklat dan pandan. Gak ada salahnya someday, dicoba mampir kesana lagi.

Ada 2 pilihan rasa, pandan dan Coklat. 4 biji, tambah air gula = 3000

Sedang enak-enaknya merasakan kelezatan serabi Ambarawa, lagi-lagi, Miska mengusulkan untuk pergi ke Borobudur. Aku yakin awalnya dia cuma mancing aja. Hingga pada akhirnya ada yang berceletuk "ayooo, pergi ke Yogya saja!!". Amigosss, Hingga semuanya setuju kecuali saya (awalnya gitu). Namun, pertahanan saya rontok, ketika teman-teman mulai meyakinkan, "Udah lah mas, sebentar aja kok, jam 1 udah sampai Semarang deh!!". WHATTT??!!#@$*^% Sumpe loooo... #TunjukJidad

Ini dia, perjalanan benar-benar terjadi. Kami pergi ke Ngayogyokarto dalam keadaan belum pada mandi, muka kusut, cuma modal sikat gigi sama cuci muka, kaos kembar pecinta binatang (bagi yang cowok), sama traning. Masih mending mereka pakai trening. Nah, saya cuma celana pendek sama jepit. Yah, udah pas banget, mirip bule deh... #Tunyuk Jidad

Sampai Jogja, toh kami tak ngapa-ngapain. Hanya sempat masuk Taman Sari, dan melihat tempat mandinya para bidadari. Tentu saja sekalian foto sesion. Biar lengkap, kami menghubungi temen-temen Fosma Jogja, sekalian ketemuan silaturrahmi deh. Tak apalah, ini adalah kunjungan dadakan yang justru berhasil. Padahal dalam proker, kita udah merencanakan kunjungan ini beberapa bulan yang lalu. Eh kesampaian kemarin deh, 2 Januari 2011. Huahaha... #Tabok Pundak

Taman Sari, menjadi tujuan wisata kami saat di Jogja

Tak rela juga rasanya kalau harus langsung pulang. Juga tak tega jika nisa harus kembali menjadi nahkoda tunggangan kami. Akhirnya kami meminta Tiar (pas banget dia di Jogja), untuk menjadi pemain pengganti. Alhamdulillah, kesempatan itu membuat kami silaturahmi lagi, ke tempat Tiar untuk pertama kalinya. Semoga berkah silaturrahmi ini besar, dan menjadi doa kami agar perjalanan kebablasan ini di ridhoi sama Allah.

Ini dia, Lotek dan Gado-gado, bisa Sarapan juga akhirnya di jam 3 Sore

Well,well,well... Banyak yang tak menyangka akan perjalanan ini. Bahkan semuanya kompak, mengaku bahwa ini 'perjalanan tiba-tiba pertama' yang kami alami. Amiiigoosss... Hingga pada akhirnya, hujan kembali menyertai perjalanan pulang kami, dan sampailah kami di tempat kos masing-masing dalam keadaan tersenyum lebar.

Semuanya lupa, yang besok ujian jadi kalap, yang tugasnya banyak juga jadi ketar-ketir. Namun, insya Allah semuanya sudah terbayar dengan kebersamaan yang kami rasakan selama petualangan kemarin. Serabi Ambarawa, Duren Monthong, Parkir Motor sembarangan, poto-poto di Taman Sari, Gado-gado Lotek... Hahaha... Luar Biasa.. Happy Ending Story!!!

Terimakasih buat Nisa, karena sungguh kebaikannya yang luar biasa. Tiar juga, yang sudi dan rela kami culik untuk ikut bergabung dengan komplotan Debil (Dewasa tapi Labil). Selamat buat Miska, karena "akal licik"mu itu, perjalanan kemarin menjadi sedap untuk dikenang. Mari lanjutkan lagi, kemana kita akan pergi???


Nisa, Tiar, Citra, Fahmi, Trea, Rizqie (Miska), Andhika
 

Welcome 2011, Goodbye 2010!

diambil dari Facebooknya saya sendiri : Fahmi Sadja on Saturday, January 1, 2011 at 2:00am
 
 
 
Nu Year eve, kali ini ternyata ada yang berbeda... Perayaan ini sungguh bukan untuk hura-hura semata. Memang tampak dari luar, kalau dilihat dari sajian, pakaian peserta, keheboham, semuanya terkesan mewah. Namun tidak sebenarnya. Mewah karena kami jarang melakukan ini semua.

Cukup unik memang perayaan malam tahun baru kami. Cukup di studio saja, bersama teman seprofesi, saling bercerita, foto, bercengkrama. Hangat sekali kami rasakan. Sesekali musik mengalunkan nada menghentak, gelak tawa membaur dengan ciamiknya, makanan minuman, hilir mudik mengisi perut kami yang penuh dan hampir membuncit. Sungguh, benar yang dibilang teman-teman, bahwa Kekeluargaan dan Kebersamaan adalah sahabat yang selalu menemani kami saat di Imelda Fm.

Kegilaan berlanjut, ketika jam 23.00. Semuanya berkumpul, melingkar. Wajah sumringah terajut dalam tiap-tiap personil. Berharap-harap cemas, menunggu hadiah yang akan didapatkan. Semuanya tak tahu akan dapat hadiah apa. Kado-kado itu tampak kompak dengan balutan kekoranan yang sudah kadaluarsa. Tradisi tukar kado memang terdengar kuna, namun sensasi melakukan aktivitas ini, masih saja merajalela. Tak ada salahnya kan...

Dan Hap!!! Ketika musik berhenti, hadiah dari siapapun yang ditangan, wajib diterima. Bahana suara meraung-raung karena kegirangan pun mulai menampakkan keeksisannya. Lucu-lucu hadiahnya. Mulai dari jepit, jam tangan, aksesoris, pewangi, baju, handuk, tas, topi sampai dengan peralatan untuk olah raga. Lengkap sekali. Namun ada satu hal yang cukup mengundang kami untuk tertawa lebih keras lagi. Ada satu hadiah asing yang sangat inisiatif memberikan hadiah tersebut, yaitu berupa kondom!!! Masya Alloh...

Well, apapun bentuk perayaan malam hari ini. Satu hal yang terpenting adalah, berkumpul. Tak perlu orang sedarah untuk menjalani hubungan persaudaraan ini. Tak terasa keakraban membawa kami memahami dan care satu sama lain. Sedih rasanya jika harus berpisah secara ruang dan waktu bersama teman-teman. Walaupun memang memori akan terus terjaga dalam hati sanubari masing-masing.

Aneh, perpisahan dengan 2010 membawa serta perpisahan dengan teman-teman terbaik. Dua orang yang jelas-jelas akan jarang ketemu secara fisik, melanglang buana ke jakarta menjadi Abdi negara dan calon Manajer. Yang lain, memilih untuk tidak berurusan lagi di Radio the First Semarang Female Station. Dalam artian, keluar dari Imelda...

Namun, satu lagi yang saya percayai, bahwa ada pertemuan juga akan ada perpisahan. Dialah Allah Maha membolak-balikkan hati dan keadaan. Saat ini memang kita bersedih untuk perpisahan secara fisik atau raga. Namun, tetap bisa saling menguatkan lewat energi yang ada di dalam dada. Saling mendoakan...

Imelda, kau hadirkan tawa, canda, riang gembira...
Namun kau jatuhkan juga kami dalam kesedihan...
Tuhan, Biarkan persaudaraan ini terus terjaga ya,... :)